Wartapalaindonesia.com, SOLO – Gunung Lawu yang menjadi salah satu ikon Solo Raya ini memang sering kali menjadi perhatian banyak orang. Tidak hanya mengenai keindahannya yang tersohor, terutama sabana Bulak Peperangan dan Gupak Menjangannya, Gunung Lawu menyimpan banyak hal yang bisa dipelajari dan diulik lebih mendalam.
Hal tersebut menjadi perhatian bagi PMPA KOMPOS FP UNS pada 2-4 Maret 2018 untuk melakukan kegiatan dengan mengambil tema yaitu pengenalan vegetasi dan bersih gunung di sekitaran jalur pendakian Gunung Lawu via Candi Cetho.
“Kegiatan ini merupakan syarat bagi calon anggota untuk menjadi anggota PMPA KOMPOS,” ungkap Rafika Annisa Ketua PMPA KOMPOS FP UNS.
Kegiatan Pengabdian kali ini, bertempat di sekitaran jalur pendakian Gunung Lawu via Candi Cetho. “KOMPOS mengerahkan 6 calon anggota yang bertindak sebagai panitia dengan didampingi oleh 5 anggota dari KOMPOS,” ungkap Rafika.
Pengenalan vegetasi sendiri merupakan sebuah kegiatan pengidentifikasian vegetasi baik yang berkelompok maupun soliter dalam rentang ketinggian tertentu.
“Di sini, kami menentukan untuk rentang ketinggian 50 meter. Setiap naik 50 meter, kami melakukan pendataan jenis-jenis vegetasi, diidentifikasi, kemudian pendataan titik vegetasi menggunakan GPS dan juga didokumentasikan”, ungkap Azzam (PDK XXXV) selaku Ketua Kegiatan Pengabdian ini.
Kegiatan pengenalan vegetasi ini hanya dilakukan pada saat perjalanan naik saja dan hingga pos lima Bulak Peperangan mengingat keterbatasan waktu.
Sembari naik dan melakukan kegiatan pengenalan vegetasi, tim juga melakukan kegiatan bersih gunung, namun tidak se-intens ketika turun.
Ketika turun, tim melakukan bersih gunung dengan menggunakan trashbag. Bersih gunung kali ini lebih intensif dari pada ketika naik dikarenakan kegiatan telah terfokus pada bersih gunung saja dan kegiatan pengenalan vegetasi telah selesai dilaksanakan.
“Kami menemukan berbagai macam sampah yang berada di jalur pendakian ini, terutama pada tiap posnya. Kami berharap dengan fakta-fakta yang kami dapat di lapangan, untuk menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan dimulai dari diri kita sendiri,” tutup Azzam.
Pernyataan Azzam tersebut telah mewakili seluruh pernyataan tim dan anggota PMPA Kompos FP UNS, bahwa memang alam mempunyai segala keindahannya. Hal tersebut mendorong kita untuk lebih ingin tahu dan mengenalnya lebih dalam, namun di lain sisi menjaga alam pun lebih penting dari pada hanya sekedar mengenal dan mengaguminya. Salam lestari!
Kontributor : Irfan Zamorano (K-574) dan Herlina Tri Kumalasari (K-561)
Editor : A. Phinandhita P.
Kirim Pers Release kegiatan / artikel / berita / opini / tulisan bebas beserta foto kegiatan organisasi / komunitas / perkumpulan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)
Dokumentasi, PMPA KOMPOS FP UNS
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)
1 Comment