Festival Taman Nasional dan Taman Wisata Alam 2019

Caption foto: Pemotongan pita sebagai peresmian pembukaan FTNTWA oleh Dirjen KSDAE di Peninsula Island pada Jumat (19/7). (WARTAPALA INDONESIA/ Dala Aria)

Wartapalaindonesia.com, NUSA DUA – Tari Sekar Jepun dari Sanggar Sunari menjadi tari pembuka di acara Festival Taman Nasional dan Taman Wisata Alam (FTNTWA) 2019. Lima orang penari ini membawakan tarian yang menjadi maskot dari Badung, Bali. Tari Sekar Jepun, dimana Jepun sendiri memiliki arti kamboja ini ditampilkan dengan iringan musik dari para penabuh.

Selanjutnya yang tidak pernah terlupakan sebagai rasa Nasionalisme terhadap Indonesia sendiri adalah menyanyikan lagu Indonesia Raya. Lagu kebangsaan ini dinyanyikan bersama oleh seluruh peserta dan didirijeni oleh Mita, dari Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Dilanjutkan dengan doa untuk mengawali pembukaan FTNTWA 2019 yang dipimpin oleh Haji Kusnan Sudarwali. Doa yang berjalan dengan khidmad ini juga mengedepankan toleransi antar umat beragama.

Laporan pelaksanaan kegiatan FTNTWA 2019 disampaikan langsung oleh Dyan Syaheati, Direktur PT. Kiad Media Kreatif. Dengan tamu undangan antara lain, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang diwakili oleh Wiratno (Dirjen KSDAE), Gubernur Bali yang diwakili oleh I Wayan Suwarjana (Asisten Administrasi Umum), Bupati Badung yang diwakili oleh Ida Bagus Yoga Segara (Asisten Pemerintah dan Kesra), Kepala TN dan TWA, Kepala Dinas Kehutanan, Bupati se-Provinsi Bali, Konsulat Jendral China dan India, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perkonomian dan beberapa tokoh Masyarakat.

Acara yang diikuti oleh seluruh TN dan TWA di Indonesia iniakan berlangsung selama tiga hari. Mulai dari hari Jumat (19/7) dan akan berakhir pada Minggu (21/7). Salah satu tujuan dari FTNTWA ini yaitu mengenalkan seluruh Taman Nasional dan Taman Wisata Alam yang ada di Indonesia kepada seluruh lapisan masyarakat.

FTNTWA 2019 ini digelar di Peninsula Island, Nusa Dua-Bali dengan mendirikan sekitar 33 booth. Booth-booth tersebut diantaranya, TN Kerinci Seblat, TN Gunung Palung, C24 BKSDA Sumatera Selatan, TN Kutai, TN Bunaken, TN Gunung Gede Pangrango, B25 TN Alas Purwo, BTN Gunung Merapi, TWA Kawah Ijen, TN Bromo Tengger Semeru, TN Gunung Ciremai, TN Baluran, TWA Angke Wisata Kapuk, BBKSDA Sulawesi Selatan, TN Rawa Aopa Watumolai, TN Sebangau, TN Taka Bonerate, TN Tanjung Puting, BTN Bali Barat, TN Matalawa, TN Kelimutu Ende Flores, Bali Bird Park, BKSDA Bali, Pemda Bali, BKSDA NTB, TWA Gunung Batur Bukit Payang, KLHK, TN Teluk Cendrawasih, TN Aketajawe Lolobata, TN Wakatobi, TN Betung Kerihun Danau Sentarum, BKSDA Sulawesi Tenggara dan TN Lore Lindu Sulawesi Tengah.

Bupati Badung dalam sambutannya yang diwakili oleh Ida Bagus Yoga Segara mengatakan bahwa festival ini diharapkan bisa mendukung promosi pariwisata yang ada di Indonesia. Festival ini sendiri merupakan serangkaian kegiatan peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) yang dikemas dengan balutan budaya Indonesia.

“Kita harus peduli dengan menjaga alam, lingkungan dan budaya yang kita miliki,” ujar I Wayan Suwarjana.

Acara resmi dibuka oleh Dirjen KSDAE, Wiratno secara simbolis dengan pemukulan gong sebanyak tiga kali pada pukul 10.13 WITA.

“Menikmati boleh, tapi harus memakai prinsip kehati-hatian,” pesannya dalam sela-sela peresmian.

Pesan tersebut mengandung bahwa dalam menikmati keindahan alam, kita harus tetap berhati-hati. Termasuk ikut menjaga kelestarian lingkungan, bijaksana dalam mengelola lingkungan dan budaya.

Dalam roadshow peringatan HKAN 2019, didalamnya juga terdapat lomba-lomba. Salah satunya lomba festival Film Pendek, yang dimenangkan oleh TN Matalawa dengan judul Bijak Berwisata Alam (juara 1), TN Gunung Ciremai dengan judul Alunan Ciremai (juara 2) dan TN Tanjung Puting dengan judul Aku Kahiyu.

Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Dirjen KSDAE. Dan dilanjutkan dengan pemberian cinderamata dari PT. Kiad Media Kreatif kepada KLHK. Pembukaan FTNTWA 2019 ini ditutup pada pukul 10.24 WITA dengan pengguntingan pita oleh Dirjen KSDAE.

Kontributor || Dala Aria, WI 170013

Editor || Nindya Seva Kusmaningsih, WI 160009

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.