Berkah Menara Hijau di Timur Jawa Barat

Caption foto: Salah satu peserta asal Papua mendapatkan doorprize sepeda gunung yang diserahkan langsung oleh Wiratno, Dirjen KSDAE. (WARTAPALA INDONESIA/ Dala Aria)

Wartapalaindonesia.com, NUSA DUA – Jumat, 19 Juli 2019 digelar Talkshow kedua dalam serangkaian acara Festival Taman Nasional dan Wisata Alam (FTNTWA) 2019 di Peninsula Island, Nusa Dua, Bali ini mengulas tentang Taman Nasional (TN) Gunung Ciremai.

Ada yang tau dimana letak persisnya TN Gunung Ciremai? Ya, letak TN Gunung Ciremai ada di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Menyuguhkan kesenian musik Kacapi Suling dari Jawa Barat membuat talkshow menjadi berbeda dan unik. Ini membuktikan bahwa setiap TN memiliki ciri khas, kesenian ataupun budaya masing-masing.

Alunan musik yang mengiringi menggugah para peserta untuk ikut berjoget. Terlihat Dirjen KSDAE juga menikmati iringan musik dengan turut bernyanyi. Pembukaan talkshow terlihat sangat meriah.

“Berkah Menara Hijau di Timur Jawa Barat: Menuju Manajemen Paripurna Pengelolaan TN Gunung Ciremai Untuk Kedaulatan Rakyat” menjadi tema talkshow yang dimoderatori oleh Kuswandono, Kepala Balai TN Gunung Ciremai.

Menghadirkan para narasumber yang ahli di bidang masing-masing, antara lain Dirjen KSDAE, Kadis Lingkungan Hidup Kuningan, Kadis Pariwisata Majalengka, Dosen Fakultas Pertanian IPB, Pencetus Pertanian Sehat, MPGC Sunan Parung.

“Dikaruniai anugerah yang luar biasa dari Tuhan, jadi harus mengelola dengan baik dan juga memberikan ke sekitar yang terdekat,” tutur Padmo, Pencetus Pertanian Sehat.

Membicarakan tentang konservasi, maka ada tiga prinsip yang harus dipahami. Tiga prinsip tersebut yaitu, perlindungan, pengawetan dan pemanfaatan.

Perlindungan, artinya kita harus tetap melindungi, termasuk menjaga kawasan konservasi. Pengawetan, artinya kita harus mengawetkan, bukan malah menghabiskan. Pemanfaatan, artinya kita harus memanfaatkan secara lestari.

Tiga prinsip konservasi mengandung arti bahwa bumi ini bukan warisan nenek moyang, melainkan titipan anak cucu kita.

Karena hanya titipan, maka kita harus menjaga dengan baik, agar anak cucu kita nanti masih bisa menikmati hijaunya alam ini dan birunya laut. Untuk itu, memanfaatkan jasa lingkungan harus tetap secara lestari dan bijaksana.

Kekayaan alam yang terdapat di TN Gunung Ciremai ada banyak yang bisa dimanfaatkan. Ada PGPR yang bisa dimanfaatkan sebagai pupuk, lalu mikroba antri serangga dimanfaatkan sebagai pestisida, dan ada juga mikroba anti frost.

“Masyarakat sekitar butuh pendampingan. Anda harus belajar sebagai topi jangan menjadi keset,” kata Nurdin.

“Dengan konsep Rahmatan Lil Alamin, maka PAD akan mengikuti,” tutupnya.

Dalam talkshow ini, pihak TN Gunung Ciremai juga memberikan banyak doorprize untuk peserta. Mulai dari buku, tas belanja yang ramah lingkungan, sedotan ramah lingkungan dan sepeda gunung.

Kontributor || Dala Aria, WI 170013

Editor || Nindya Seva Kusmaningsih, WI 160009

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.