Caption foto: Ketua Umum SARMMI yang baru Muhammad Abdurrahman Sidiq menerima bendera dari Ketua Umum SARMMI sebelumnya. Prosesi ini merupakan simbol estafet kepemimpinan. (WARTAPALA INDONESIA/ Ahyar Stone)
WartapalaIndonesia.com, JAKARTA – Melalui sidang formatur yang diikuti 13 peserta Musyawah Nasional SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia (Munas SARMMI) yang ke IV, Muhammad Abdurrahman Sidiq dari Mapalu Universitas Muhammadiyah Sukabumi, terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum SARRMI periode 2025-2027.
Sidang formatur dilaksanakan di gedung Training Centre Universitas Muhammadiyah Jakarta. Pada 26 November 2025.
Rahman – demikian ia kerap disapa – juga merupakan anggota Wanadri (W-1076 Topan Rimba). Bersama Mapalu dan Wanadri, ia telah terjun di berbagai operasi SAR di sejumlah kejadian, seperti operasi SAR Sungai Cianten, Cimandiri, Ciliwung, dan operasi SAR gunung hutan di kejadian pesawat jatuh di Papua.
Ia juga berpengalaman membuat sekolah E-SAR, Sekolah Pendaki Gunung, Sekolah Navigasi dan sebagainya. Rahman juga dikenal luas sebagai penggiat olah raga arus deras (arung jeram), kayak dan survival.
Dalam sambutan perdananya sebagai Ketua Umum SARMMI yang baru, Rahman mengatakan, dengan banyaknya kejadian bencana alam di tanah air, maka dibutuhkan personil SAR yang memiliki kompetensi di bidangnya.
Lantaran itulah hal pertama yang akan ia lakukan bersama jajarannya adalah meningkatkan kompetensi anggota SARMMI.
“Agar kompetensi anggota SARMMI meningkat, kami akan banyak melakukan kursus singkat, sekolah dan pelatihan SAR berbasis kompetensi bersertifikat,” jelasnya.
Menurut Rahman, selama ini respon SARMMI terhadap kejadian bencana dan musibah alam bebas, masih tergolong kurang cepat.
Kecepatan tersebut akan ia tingkatkan, karena dalam sebuah operasi SAR ada istilah golden time, yakni periode kritis atau waktu emas dalam evakuasi korban bencana yang umumnya berlangsung selama 72 jam pertama setelah kejadian.
“Dalam Golden time itu personil SARMMI harus dapat mencapai lokasi kejadian,” kata Rahman.
Memanfaatkan Golden time imbuh Rahman mutlak diperlukan, karena dalam prinsif dasar hidup, manusia dapat bertahan hidup tanpa bernafas adalah 3 menit. Manusia dapat bertahan hidup dalam kondisi pendarahan yang akut selama 3 jam.
Sedangkan tanpa minum, manusia bisa bertahan hidup selama 3 hari, dan bisa bertahan hidup tanpa makan selama 3 minggu.
Untuk diketahui, yang menjadi pelaksana Munas SARMMi ke IV adalah Mapala Stacia Uviversitas Muhammadiyah Jakarta.
Munas SARMMI adalah pertemuan 2 tahunan guna memilih pengurus SARMMI yang baru, serta merumuskan program kerja untuk 2 tahun ke depan. Munas SARMMI yang ke V ini berlangsung pada 25-27 November 2025. (*)
Kontributor || Ahyar Stone, WI 21021 AB
Editor || Nindya Seva Kusmaningsih, WI 160009
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)