Wartapalaindonesia.com, MAKASSAR – Hari terakhir kegiatan TWKM 28 Sulsel telah disiapkan panitia untuk memanjakan peserta, salah satunya mengajak peserta mengenal Makassar lebih dekat dengan menyapa icon dan mengunjungi sejumlah tempat bersejarah. Kegiatan diagendakan dalam rangka mengisi serangkaian kegiatan TWKM 28 sebelum penutupan di Auditorium Al Jibra UMI Makassar pada Minggu 23 Oktober 2016.
Para peserta memulai trip dengan mengunjungi Benteng Rotterdam yang merupakan salah satu icon sejarah kota Makassar pada pukul 15.00 WITA selepas ashar. Peserta yang berjumlah lebih dari 400 orang ini langsung menyemut menuju Benteng Rotterdam dengan mengendarai bis mini. Kebanggaan dirasakan para peserta kala melihat sendiri bahwa Benteng Rotterdam menjadi pusat kegiatan belajar sejarah.
Adina Amalia Haris, anggota Mapala Proklamator Universitas Bung Hatta Padang yang turut mengikuti trip ini mengaku bahwa, “di sini banyak anak muda yang menjadikan Benteng Rotterdam sebagai pusat belajar sejarah, bahkan berbagai komunitas ada di sini untuk menunjukkan kreasi mereka.”
Kunjungi FB : TWKM 28 Sulsel dan FB : Mapala UMI Makassar
Mahasiswi jurusan Sastra Inggris kelahiran Merauke 31 Juli 1995 silam ini menambahkan, “Kota Makassar harusnya lebih identik dengan sejarah pergerakan nasional, apalagi di Makassar terdapat diorama Monumen Mandala, yang mengingetkan kita akan perjuangan rakyat Indonesia dalam merebut kembali Irian Barat.”
Pusat oleh-oleh menjadi tujuan selanjutnya sebelum menikmati bentang alam Pantai Losari, berbagai cindera mata menjadi kenang-kenangan untuk kembali ke daerah masing-masing nantinya. Siluet sunset mentari di Pantai Losari menjadi akhir destinasi peserta TWKM 28 kali ini.
Berbagai ekspektasi datang dari peserta, salah satunya Rezi Ananda Putri yang mengatakan, “pantai losari sangat luas, hebatnya di mana budaya, kuliner dan orang-orangnya melebur menghiasi siluet senja Makassar. Bagusnya lagi, akses dan fasilitas umum seperti tempat ibadah, penginapan di sekitar pantai sangat mudah ditemui.”
Anggota Mapala Humendala Universitas Riau dalam akhir ekspektasinya mengatakan, “Makassar memang tena rantasa.”
Laporan : A. Phinandhita P.
Editor : Ragil Putri Irmalia
Kirim Pers Release kegiatan / artikel / berita / opini / tulisan bebas beserta foto kegiatan organisasi / komunitas / perkumpulan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081553355330 (Telp/SMS/WA)
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)