Wartapalaindonesia.com, SOSOK – Suara gahar motor trail yang menembus hutan akhir-akhir ini juga merasuk ke dalam darah seorang calon dokter gigi cantik asal Blitar. Dikenalkan sang ayah sejak usia belia, sang calon dokter yang menempuh studinya di Universitas Negeri Jember ini sudah berkali-kali turun gunung untuk menakhlukkan lintasan trail yang terkenal ekstream.
Darah kelahiran 27 Juli 1995 ini mengaku rutin bersahabat dengan motor trail untuk mengunjungi sahabatnya yang lain, dialah sang alam. Bergabung bersama Buaya Darat Adventure Trail, penggemar air putih yang berkulit putih ini tak ragu untuk mengibarkan bendera emansipasi wanita, bahwa wanita juga bisa.
Memilih adventure trail bukan tanpa alasan, selain berolahraga, bermain trail juga menjadi sarana pemenuhan jiwanya yang terpanggil untuk selalu berada di alam. Menikmati indah dan segarnya alam yang masih perawan, membuat Zhara Hafzah Audilla semakin mencintai alamnya. Diapun berpesan, bagi semua pegiat alam, selalu ingat bahwa alam juga punya perasaan, sopan santun di alam membuat alam menerima kita sebagai sahabatnya.
Saat ditanya, apa sopan santun di alam itu? dokter cantik ini menjawab sederhana, apa yang tidak membuat perasaanmu dan orang lain terluka saat melakukannya di alam. Contohnya ngetril juga ada sopan santunnya, seperti ngetril harus pada tempatnya, jangan sampai ngetril di kawasan konservasi berstatus Taman Nasional, Cagar Alam dan Suaka Marga Satwa. Selain itu insan trail juga harus memanfaatkan kelebihannya ngetril untuk menembus kawasan yang butuh bantuan trail seperti pada saat evakuasi, penelitian dan lain-lain.
Pada rider adventure juga harus mematuhi adat istiadat setempat dengan tidak merusak perkebunan warga, menggangu hak pengguna jalur lainnya misalnya pendaki, membuat jalur baru yang merusak keseimbangan ekosistem dan juga pada dewasa ini para rider harus ngetril disertai baksos yang bermanfaat bagi sesama, seperti melakukan penanaman di daerah yang jauh dan sulit secara cepat dijangkau jika harus jalan kaki. Dan Para rider juga harus peduli pada lingkungan, sebab jika lingkungan rusak, maka media untuk ngetril juga tidak lagi indah dan alami.
Laporan : A. Phinandhita P.
Editor : Efrina Fitrianingrum
Kirim Pers Release kegiatan / artikel / berita / opini / tulisan bebas beserta foto kegiatan organisasi / komunitas / perkumpulan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081553355330 (Telp/SMS/WA)
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)


