Ekspedisi Koboy: 27 Hari di Pelita UNP Kediri Serasa Singgah di Rumah Sendiri

Oleh: Wandi Wahyudi
Dewan Pengawas Anggota (DPA) Mata Alam Bandung
Jurnalis Waratapala, WI 200223

Wartapalaindonesia.com, FEATURE – Angin kemarau mulai terasa menusuk. Rasanya tidak jauh beda dengan rasa cemas yang saya rasakan sekarang—beberapa jam jelang keberangkatan menuju timur jauh, dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, menuju Sorong, Papua Barat.

Tapi sebelum menjejak samudra dan memulai perjalanan panjang itu, saya ingin menoleh ke belakang, mengingat satu fase perjalanan yang cukup penting: 27 hari tinggal di Sekretariat Mapala Pelita, Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri.

Saya datang sebagai tamu, tapi pergi dengan banyak cerita. Pelita bukan hanya tempat singgah, tapi jadi bagian dari perjalanan yang sukar untuk dilupakan. Karena memang isi ceritanya sangat layak untuk dirawat. 

Di sana, saya tidak hanya menumpang tidur atau makan. Saya terlibat dalam rutinitas harian, diskusi panjang sampai tengah malam, bercanda, jalan-jalan, dan bahkan ikut beberapa kegiatannya. Suasananya hidup, penuh dinamika, tapi hangat dan terbuka.

Yang membuat Pelita terasa istimewa adalah bagaimana mereka memperlakukan siapa pun yang datang bukan sebagai orang luar, tapi sebagai kawan. Saya merasa diterima sepenuhnya. Tiga kata paling pas untuk menggambarkan pengalaman itu mungkin: ramah, asik, dan romantis.

Ramah karena dari awal mereka terbuka dan menyambut saya dengan hangat. Asik karena banyak momen seru dan tawa yang tercipta. Romantis karena semua yang saya alami di sana benar-benar membuat betah. Saya merasa seperti di rumah sendiri.

Tentu, saya sadar 27 hari bukan waktu sebentar. Sebagai tamu yang tinggal cukup lama, saya yakin ada saja hal-hal yang mungkin kurang pas. Untuk itu, saya juga ingin minta maaf kepada seluruh kawan-kawan Pelita jika selama saya di sana ada sikap atau ucapan yang kurang berkenan. Sebisa mungkin, saya ingin meninggalkan jejak yang baik, bukan beban atau kesan negatif.

Selama di Kediri, saya juga berkesempatan berjumpa dengan kawan-kawan dari berbagai Mapala lain: Senja (Polinema Kediri), Reksa Buana (Universitas Kadiri), Mahaspala (UIN Syekh Wasil Kediri), dan satu lagi dari luar Kediri, Himalaya (UIN Satu Tulungagung).

Mereka juga sangat terbuka dan bersahabat. Rasanya seperti memperluas lingkaran saudara, walau hanya lewat obrolan singkat atau sekadar berbagi teh hangat.

Yang saya sadari selama tinggal di Pelita dan bertemu Mapala lain adalah: Mapala itu lebih dari sekadar organisasi. Ini tentang jaringan, persaudaraan, dan nilai. Kita mungkin beda asal kampus, beda jalur naik gunung, atau beda cara menyiapkan logistik. Tapi kita punya satu titik temu: kode etik pecinta alam dan semangat untuk belajar dari alam, dari perjalanan, dan dari sesama.

Di Pelita, saya juga belajar bahwa pergerakan tidak selalu harus besar atau penuh agenda. Terkadang, obrolan ringan di sekretariat atau diskusi dadakan di penghujung malam bisa jadi ruang pembelajaran yang sangat berharga. Tentang bagaimana kita memandang alam, masyarakat, dan posisi kita sebagai mahasiswa.

Satu hal yang juga saya yakini: perjalanan ini bukan sekadar berpindah tempat. Tapi tentang membangun pemahaman baru, memperkuat jaringan, dan menumbuhkan rasa saling percaya antar sesama penggerak perubahan. Dan Pelita serta lainnya telah memberi saya sebagaian pengalaman itu.

Terima kasih saya ucapkan kepada seluruh anggota Mapala Pelita UNP Kediri. Kalian bukan hanya jadi bagian dari perjalanan saya, tapi juga menjadi penguat semangat sebelum saya menyeberang ke timur.

Saya percaya, pengalaman ini akan terus saya bawa. Bukan hanya sebagai kenangan, tapi sebagai pengingat bahwa dalam perjalanan panjang nanti, ada banyak orang baik yang pernah saya temui dan banyak hal baik yang pernah saya pelajari.

Akhir kata, saya pamit bukan untuk pergi, tapi untuk melanjutkan perjalanan. Dan siapa tahu, kelak kita akan bertemu lagi, di Sekret, di lereng gunung, atau di satu titik pergerakan yang sama.

Foto || Dokumen Ekspedisi Koboy
Editor || Ahyar Stone, WI 21021 AB

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.