Fenomena Pendaki Jomblo Garis Romantis, Kitty Hingga Travelmate

Wartapalaindonesia.com, SOSOK – Fenomena pendaki memang sedang ngehits akhir-akhir ini, sejak diluncurkannya film 5 cm yang bercerita tentang romantika di alam bebas, langsung berdampak horizontal kepada kaum muda jaman sekarang.

Tak peduli dari kalangan manasaja, seolah memberi angan-angan dan candu akan ketinggian. Dalam film 5 cm digambarkan betapa romantika di alam bebas menjadi klimaksnya, seolah menjadi contoh bagi pendaki untuk berlomba-lomba membawa pasangannya untuk mendaki.

Namun pernahkah kita berfikir, bahwa pendaki tak semuanya berpasangan, banyak diantara pendaki yang berstatus jomblo. Kerennya lagi, pendaki ini disebut pendaki jomblo romantis, mengapa demikian? Ikuti penelusuran tim Wartapala Indonesia menyingkap fenomena dengan wawancara eksklusif bersama Shinta Dinar Valentine Delique salah satu pendaki jomblo romantis berikut ini.

  • WI : Hai Dinar apa kabar?
  • Dinar : Hai WI, baik.
  • WI : Salam Lestari.
  • Dinar : Lestari.
  • WI : Menjadi pendaki jomblo romantis, sebenarnya sejak kapan mulai mendaki gunung?
  • Dinar : Sejak bulan Mei 2015
  • WI : Siapa yang pertama kali ngenalin dunia pendakian?
  • Dinar : Pertama kali saya diperlihatkan foto-foto pendakian gunung Semeru oleh kawan saya yang bernama Gian Kuswaya, dari situ timbul keinginan untuk dapat mendaki juga.
  • WI : Gunung mana saja yang pernah didaki?
  • Dinar : Gn. Lembu, Gn. Bongkok, Gn. Parang, Gn. Ciremai, Gn. Cikuray, Gn. Merbabu, Gn. Papandayan, Gn. Rinjani.
  • WI : Pengalaman apa saja yang paling menyenangkan saat mendaki?
  • Dinar : Saat saya mendaki bertemu kawan baru, dan bersama mereka dapat menggapai puncak.
  • WI : Pengalaman yang kurang mengenakkan saat mendaki?
  • Dinar : Saya rasa tidak ada, hamper semua pengalaman pendakian sangat menyenangkan dan berkesan bagi saya. Tapi pernah ketika naik gunung Rinjani, karena kehabisan air bersih, akhirnya kita meminum air keruh yang sebelumnya kita siasati dengan mencampur air tersebut dengan energy drink. Haha.
  • WI : Apa yang membuat selalu ingin mendaki lagi?
  • Dinar : Momentnya, karena moment setiap kali saya naik gunung itu berbeda, dengan kawan dan lingkungan yang berbeda.
  • WI : Apa yang dicari saat naik gunung?
  • Dinar : Semua masalah jadi hilang. Hehe. Maaf itu hanya sepenggal lirik lagu. Saya tidak mencari apapun, saya hanya ingin tau seberapa kuat semangat saya, seberapa tangguh saya bisa mengendalikan diri dan bertahan untuk sampai ke puncak.
  • WI : Bagaimana pendapat orang tua tentang hobi ekstream Dinar?
  • Dinar : Mendukung, terutama mama yang selalu mendukung kemana Dinar pergi untuk menjadi wanita yang lebih kuat, untuk papa, selalu mengingatkan Dinar menjaga diri baik-baik.
  • WI : Apa pesan kepada sesama pendaki?
  • Dinar : Jangan merasa bahwa diri ini kuat dan merasa angkuh dalam pendakian, karena bagi saya sendiri perjalanan pendakian itu hal yang harus dinikmati, belajar berbagi, menahan diri dan berfikir positif, dan yang paling penting adalah kita dapat sangat dekat sekali dengan sang Maha.
  • WI : Kapan berhenti mendaki?
  • Dinar : Saya tidak dapat memastikan kapan berhenti mendaki, sejauh ini pendakian saya memang tidak pernah terencana. Bukan kah kita semua hidup dalam sebuah tanda tanya?

Begitulah sedikit cuplikan wawancara dengan gadis kelahiran Purwakarta, 10 Februari 1990. Putri sulung pasangan Andri Mike Nikiuluw dan Henny Rianthi ini memang pantas menjadi salah satu ikon pendaki jomblo romantis. Lalu di manakah letak romantisnya pendaki jomblo ini?

Di sinilah wawancara ala Wartapala Indonesia sebenarnya dimulai, dengan mengambil sudut pandang berbeda, ternyata Dinar yang cantik dan hobi bernyanyi ini memiliki contoh positif bagi para pendaki. Ternyata dalam setiap pendakian jomblonya, Dinar selalu mempunyai kawan baru yang dia sebut sebagai travelmate, di mana kawan laki-lakinya yang selalu mendampingin Dinar dalam setiap pendakiannya.

Para travelmate ini dengan telaten dan penuh kekompakan untuk mengantar Dinar mencapai puncak pendakiannya. Romantis bukan?

Selain itu Dinar ternyata seorang pendaki yang setia, sebelum travelmate menemani, penyuka jengkol balado ini memiliki boneka kesayangan yang selalu menemani kala Dinar mendaki. Dia adalah si kitty, sebuah boneka yang selalu menemani Dinar dengan setia. Di sini jelas bisa kita ambil pelajaran bahwa menjadi pendaki romantis gak harus selalu berpasangan.

Sebelum berpisah dengan WI, Dinar hanya berpesan bahwa

seorang pendaki yang cerdas, tidak akan merusak alam dengan kebodohannya. Dan seorang pendaki yang cerdas, tidak akan pernah melupakan Tuhannya, bukan pendaki jomblo yang romantis apabila demi sesuatu kesenangan, melupakan Tuhannya yang memberi kesenangan. Dan pendaki romantis, gak harus membawa masalahnya pergi ke atas gunung. Terutama bagi yang belum berpasangan, jomblo juga bisa romantis.

Untuk mendapatkan Kata Romantis lainnya bisa mengunjungi link berikut: https://www.canva.com/id_id/kutipan/kata-kata-romantis/

Laporan : A. Phinandhita P.

Editor : Efrina Fitrianingrum

Kirim Pers Release kegiatan / artikel / berita / opini / tulisan bebas beserta foto kegiatan organisasi / komunitas / perkumpulan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081553355330 (Telp/SMS/WA)

Dokumentasi

IMG_20151117_212913

IMG_20151117_212931

IMG_20151117_212941

IMG_20151117_212945

IMG_20151117_212950

IMG_20151117_212955

IMG_20151117_213000

IMG_20151117_213008

IMG_20151117_213021

IMG_20151117_213031

IMG_20151117_213036

IMG_20151117_213040

IMG_20151117_213044

IMG_20151117_213050

IMG_20151117_213054

IMG_20151117_213058

IMG_20151117_213101

IMG_20151117_213108

IMG_20151117_213112

IMG_20151117_213115

IMG_20151117_213120

IMG_20151117_213128

IMG_20151117_213131

IMG_20151117_213137

IMG_20151117_213143

IMG_20151117_214527

IMG_20151117_214541l

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

4 Comments

  • Ruslan Sujana , November 18, 2015 @ 7:19 am

    Woow, can’t hardly wait to hike again with you neng. Big Hugm

  • orion , November 18, 2015 @ 8:16 am

    Kereen abiis,salut, terharu, cewe kuat,sukses selalu dinaar, ingin rasanya mendaki bersamamu. Wkwkwk..

  • valent , Desember 1, 2015 @ 7:45 am

    Hehehe.. a rush.. ayok kita kmana..

    Orion..cusss kerinci…:p

  • andri mike nikijuluw , Desember 15, 2015 @ 9:33 am

    bangga banget sama buah hati papah…semangat trusss yaaaa…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.