WartapalaIndonesia.com, BIREUEN – Mapala Alaska Universitas Almuslim, Bireuen, melakukan Survey Perubahan Morfologi Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Peusangan. Pada Kamis (1/1/2026).
Kegiatan ini dilakukan sebagai respons atas bencana banjir dan longsor yang berdampak serius terhadap kondisi ekologis dan sosial masyarakat di sepanjang aliran sungai.
“Survey ini merupakan upaya awal untuk membaca ulang kondisi ekologis DAS Krueng Peusangan secara objektif, agar kebijakan pascabencana tidak mengulang kesalahan yang sama,” ujar perwakilan Mapala Alaska Fikri Agustin.
Survey dimulai dari Jembatan Teupin Mane, Kecamatan Juli, dan berakhir di Jembatan Pante Lhong–Kubu, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng. Tujuannya untuk mengamati secara langsung perubahan morfologi sungai pascabencana, sekaligus menjadi sarana edukasi publik mengenai pentingnya pengelolaan daerah aliran sungai yang berkelanjutan.
Banjir dan longsor yang terjadi menyebabkan hilangnya permukiman warga, serta rusaknya lahan masyarakat di sepanjang bantaran sungai. Berdasarkan analisis awal menggunakan citra Google Earth dan platform Bhumi ATR/BPN Indonesia, tim mengidentifikasi sedikitnya 105 unit rumah hilang di sepanjang jalur survey.
Selain itu, tercatat lima jembatan rangka baja dan satu jembatan kayu gantung mengalami kerusakan hingga terputus.
Hasil observasi lapangan menunjukkan pula adanya pelebaran alur sungai yang signifikan pada sejumlah segmen akibat erosi tebing yang masif.
Kondisi itu berkorelasi dengan indikasi aktivitas galian C, pembukaan perkebunan kelapa sawit, serta deforestasi di wilayah hulu dan sepanjang bantaran sungai, yang melemahkan fungsi alami DAS sebagai pengendali aliran dan penahan sedimen.
Survey dilakukan melalui pengarungan sungai menggunakan rubber boat (rafting) untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses dari darat.
Selama kegiatan, tim melakukan estimasi visual penampang sungai, pengamatan kondisi tebing, serta dokumentasi lapangan menggunakan kamera dan pengambilan citra udara dengan drone.
Seluruh anggota tim telah dibekali keterampilan dasar water rescue, dengan aspek keselamatan menjadi prioritas utama.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Mapala Alaska Universitas Almuslim dengan dukungan Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Cabang Bireuen, serta partisipasi mahasiswa Universitas Almuslim.
Tim air dipimpin Fikri Agustin selaku perwakilan Mapala Alaska, dengan pendayung Muhammad Alda, Saifa Arianda, Wiranda Saputra, Imam Apriliansyah, Afriza Fanni, dan Waisul Qarani.
Dokumentasi udara dan visual dilakukan oleh Iqram Maulana sebagai pilot drone dan dokumentator, sementara dukungan transportasi darat ditangani oleh Hafizh.
Hasil awal survey menunjukkan bahwa data lapangan yang diperoleh cukup lengkap, meliputi foto, video, rekaman drone, serta analisis spasial awal berbasis citra satelit.
Temuan ini menegaskan bahwa penanganan pascabencana tidak dapat berhenti pada fase tanggap darurat, tetapi harus dilanjutkan dengan evaluasi menyeluruh terhadap tata ruang dan pengelolaan lingkungan.
Ke depan, hasil survey ini diharapkan dapat mendorong penegakan aturan bantaran sungai, penguatan pengawasan lingkungan, serta evaluasi aktivitas pemanfaatan ruang di sepanjang DAS Krueng Peusangan secara konsisten dan berkelanjutan. (ik).
Kontributor || Ikram, WI 200152
Editor || Ahyar Stone, WI 21021 AB
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)