WARTAPALA INDONESIA

Karawang Minim Peta Goa

Wartapalaindonesia.com, PERSPEKTIF – Beberapa hari yang lalu kita disuguhi aksi penyelamatan yang dramatis di Negara Thailand, dimana satu team sepak bola remaja beserta assisten pelatihnya terjebak di dalam lorong goa yang banjir.

Sebuah keajaiban setelah lebih dari seminggu terjebak di lorong goa yang gelap, mereka ditemukan selamat dan sehat.

Namun tantangan terberatnya adalah mengeluarkan para survivor dari dalam goa yang tergenang banjir.

Aksi penyelamatan ini jadi sorotan dunia hingga menjadi aksi penyelamatan skala global dengan ikut sertanya Cave Rescuer dari berbagai negara.

“Kabupaten Karawang saat ini memiliki 41 goa yang sudah terdata dan tercatat koordinatnya, namun hanya sedikit yang sudah terpetakan lorongnya,” terang Aidah kepada Wartapala Indonesia.

Menurut Aidah, peta goa penting untuk memahami karakter sebuah goa dan jika ada kejadian darurat akan sangat membantu.

Remaja berusia 18 tahun yang baru lulus dari SMKN 1 Rengasdengklok ini merupakan anggota Indonesia Speleological Society dan sudah beberapa kali mempetakan lorong-lorong goa di Karawang.

Beberapa goa di Karawang merupakan goa yang diperuntukkan bagi wisata religi atau tempat ziarah, terutama goa di Kecamatan Ciampel – Karawang.

“Bagi para penelusur goa (caver), mungkin sudah paham larangan masuk goa di musim penghujan namun bagi masyarakat awam jarang yang paham,” jelas Aidah.

Remaja putri satu ini mengaku sudah melakukan pemetaan di 8 goa dan melakukan penelusuran di 12 goa yang ada di Karawang.

“Karakter goa yang ada di Kecamatan Pangkalan dan Ciampel itu bertolak belakang, lebih berbahaya goa yang tersebar di Ciampel,” tegasAidah.

Pada tahun 2012 silam, pernah terjadi korban tenggelam serta terseret arus di Goa Masigit yang ada di Kecamatan Ciampel.

Dari 11 orang yang sedang melakukan ziarah ke Goa Masigit, 4 diantaranya meninggal dunia tidak sempat diselamatkan.

“Kejadian itu karena lorong goa banjir, penyebabnya hujan deras,” terang Bucek, salah satu rescuer yang ikut serta dalam evakuasi korban.

Menurut Bucek, Goa Masigit merupakan satu dari beberapa goa yang difungsikan sebagai tempat wisata religi atau ziarah.

“Saat melakukan evakuasi korban terakhir, saya dibantu oleh warga sekitar dan korban ditemukan terselip di celah goa,” jelas pria yang memiliki nama asli Dian Mardiansyah ini.

Sebagai anggota Pemdam Kebakaran (Damkar) Karawang serta aktif di SAR Sagara, Bucek menyatakan menurut penuturan saksi yang selamat air dating tiba-tiba dan menyeret para peziarah.

“Saat saya evakuasi korban pun air masih bertahan sepinggang di lorong goa dan pintu masuk goa yang sempit menjadi kendala saat itu,” tutur Bucek saat menceritakan detik-detik proses evakuasi korban.

Kejadian selamat dari banjir di dalam goa begitu jarang, tapi kejadian di Negara Thailand menjadi harapan bahwa survivor bisa diselamatkan.

“Menurut saya, peta goa sangat penting untuk mengetahui karakter sebuah goa dan Karawang masih minim peta goa,” jelas Aidah.

Senada dengan Aidah, Bucek juga menuturkan bahwa peta goa sangat penting untuk menjadi bahan rencana operasi penyelamatan.

“Sangat penting, dari pengalaman saya pada tahun 2012 melakukan evakuasi korban hanya dibantu masyarakat yang sudah tau seluk beluk Goa Masigit dan saya tidak tau bagaimana lorongnya,” ungkap Bucek.

Bahkan Bucek mengkhawatirkan tim penyelamat yang masuk ke goa tanpa tau lorongnya bisa menjadi korban selanjutnya.

“Sangat berbahaya melakukan penyelamatan tanpa kita tau kondisi medannya, bisa-bisa kita juga jadi korban,” pungkas Bucek.

“Beberapa goa sudah ada peta lorongnya, dibuat oleh Team Latgab Caving Jabodetabeka serta dari Bara Rimba Karawang dan lainnya masih belum ada,” tutur Aidah.

“Kami pernah dilarang masuk ke dalam Goa Masigit saat mau mempetakan lorongnya, karena masih ada beberapa kuncen atau pengurus goa di Kecamatan Ciampel yang melakukan pelarangan atau mempersulit para penelusur goa, padahal kerja kami nantinya akan membantu para peziarah,” ungkap Aidah.

 “Semoga semakin banyak masyarakat yang ikut serta dalam proses mempetakan goa ini dan menjadi edukasi terkait goa sebagai bagian dari kehidupan,” tutup Aidah.

Kontributor : Arip Munawir

Editor : Nindya Seva Kusmaningsih

Proses pemetaan goa.

bagikan

Related Articles

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: