Caption Foto : Acara mengenang pendiri Mapala UMY Mustafa Kamal Pasha, dihadiri oleh anggota Mapala UMY dari generasi pendiri hingga generasi sekarang. (WARTAPALA INDONESIA/Ahyar Stone)
WartapalaIndonesia.com, Bantul – Bertempat di Joglo Dahar Gedang Mas Banguntapan, Bantul, Keluarga Purna Mapala UMY menyelengggarakan acara “Mengenang jasa Drs. H. Mustafa Kamal Pasha. Pendiri UMY dan Pembina Mapala UMY”. Pada Minggu siang. (3 Juli 2022)
Selain dihadiri oleh anggota Mapala UMY dari berbagai generasi — mulai dari generasi pendiri hingga ke generasi sekarang – turut hadir keluarga mendiang Mustafa Kamal Pasha, dan perwakilan Rektorat UMY.
Untuk diketahui, Mapala UMY (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta) lahir pada tahun 1983. Ini berarti pada 2022, Mapala UMY berusia 39 tahun. Salah satu pendiri Mapala UMY adalah mendiang Mustafa Kamal Pasha.
Dalam kurun waktu 39 tahun, Mapala UMY telah menorehkan banyak prestasi di segala bidang pecinta alam. Di tingkatan lokal maupun level Internasional.
Tercatat, Mapala UMY sudah mendaki gunung Cartenzt Pyramid di Papua. Gunung Elbrus di Rusia. Juga Gunung Kilimanjaro di Tanzania, Afrika Timur.
Tiga gunung yang didaki Mapala UMY tersebut, adalah rangkaian dari Seven Summits. Atau Tujuh Puncak Gunung Tertinggi di Tujuh Benua.
Saat ini Seven Summits merupakan arena paling bergengsi di kalangan pendaki gunung kelas dunua.
Mapala UMY telah memiliki sejumlah desa binaan. Berkali-kali menjuarai lomba panjat dinding. Pemenang lomba penelitian tingkat mahasiswa. Aktif terjun ke lokasi becana di berbagai daerah, dan masih banyak lagi.
Dalam sambutannya, kepala Lembaga Pengabdian Masyarakat UMY. Dr. Ir. Gatot Supangkat – yang hadir mewakili pihak rektorat – menceritakan, saa Mapala UMY berdiri hingga beberapa tahun setelahnya, kiprah Mustafa Kamal Pasha sangat besar dan patut menjadi teladan.
Gatot mengungkap, dirinya tahu persis kiprah Mustafa Kamal Pasha karena sama-sama mengabdi di UMY.
Pada tahun-tahun awal beraktivitas papar gatot, Mapala UMY kerap terbentur berbagai hal. Mulai dari urusan birokrasi, hingga kesulitan pendanaan untuk menyelenggarakan kegiatan. Pada situasi demikian, Mustafa Kamal Pasha berani pasang badan untuk Mapala UMY.
“Pak Mustafa itu bukan hanya Pembina Mapala UMY, tetapi juga pembela Mapala UMY,” jelas Gatot.
Lebih jauh diungkap oleh Gatot, selain turut mendirikan Mapala UMY, mendiang Mustafa Kamal Pasha merupakan salah satu tokoh yang membidani lahirnya UMY.
“Saat ini mahasiswa UMY sudah puluhan ribu. Kampus UMY sudah masuk ranking di jajaran universitas terbaik di dunia. Pak Mustafa memiliki andil besar terhadap semua itu, karena beliau adalah salah seorang tokoh sentral yang mendirikan UMY,” ungkap Gatot.
Meski demikian lanjut Gatot, “Pak Mustafa selalu sederhana dan rajin menjalin silaturahmi”.
“Ada tiga prinsif yang dipegang pak Mustafa. Prinsip-prinsip ini sering disampaikannya ke saya,” papar Gatot,
Tiga prinsif itu adalah kebersamaan, kesungguhan, dan keikhlasan.
“Tiga prinsif itu sepantasnya menjadi pegangan kita semua,” tutup Gatot.
Senada dengan Gatot, Ketua Umum Mapala UMY periode 1984 Maryono, dalam sambutannya menceritakan, jasa Mustafa Kamal Pasha sangat besar bagi kampus UMY dan bagi Mapala UMY. Meski demikian, keseharian mendiang sangat bersahaja dan mengayomi.
“Pak Mustafa senantiasa hadir di kegiatan-kegiatan Mapala UMY. Beliau juga berkali-kali mendampingi Mapala UMY mendaki gunung. Kehadiran pak Mustafa selalu membuat kami bersemangat dan termotivasi,” kata Maryono.
Kiprah besar Mustafa Kamal Pasha lanjut Maryono, patut diteladani dan menjadikannya sebagai inspirasi sekaligus motivasi, lebih-lebih bagi anggota Mapala UMY sebagai penerus langsung perjuangan Mustafa Kamal Pasha.
Diakui oleh Maryono, Mapala UMY saat ini telah menjadi salah satu Mapala terbaik di Indonesia. Prestasi yang ditorehkan Mapala UMY sudah pula masuk di level Internasional.
Meski begitu Maryono berharap, anggota Mapala UMY tetap perlu berprestasi di segala bidang.
“Anggota Mapala UMY generasi sekarang harus terus menerus mencapai prestasi terbaik di segala bidang. Jadikan perjuangan pak Mustafa sebagai inspirasi sekaligus motivasi untuk mencapainya,” ujar Maryono.
Sementara itu, Ketua Umum Mapala UMY periode 2022 Muhammad Aris Wafdulloh dalam sambutannya di hadapan peserta acara, memberi apresiasi tinggi terhadap perjuangan besar Mustafa Kamal Pasha. Apresiasi akan ditunjukan dengan meneruskan perjuangan tersebut.
“Insya Allah kami akan menjaga, melanjutkan, mengembangkan, dan meningkatkan segala yang telah diperjuangkan pak Mustafa. Itulah cara kami sebagai generasi penerus dalam memberi hormat terbaik kepada beliau,” pungkasnya.
Di penghunjung acara “Mengenang jasa Drs. H. Mustafa Kamal Pasha”, Keluarga Purna Mapala UMY yang diwakili Maryono, memberikan penghargaan kepada Mustafa Kamal Pasha.
Sedangkan penghargaan dari pengurus Mapala UMY periode sekarang diserahkan oleh Aris Wafdulloh.
Masing-masing penghargaan diterima oleh keluarga Mustafa Kamal Pasha yang menghadiri acara ini.
Acara ditutup dengan ziarah ke makam Mustafa Kamal Pasha yang terletak di komplek makam keluarga besar trah Nitinegara Cepaka sari, Kanggotan, Bantul. Jogjakarta. (AS)
Kontributor || Ahyar Stone, WI 21021 AB
Editor || Nindya Seva Kusmaningsih (WI 160009)
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)