Menyongsong Hari Peduli Sampah Nasional, Ini yang Dilakukan BEM Fakulatas Kesehatan dan Mapala UCB

 

Caption foto :  BEM Fakultas Kesehatan Universitas Citra Bangsa (UCB) dan Mapala UCB adakan pembersihan lingkungan.  Aksi ini menuai apresiasi dari pihak kampus dan masyarakat di Kecamatan Oebobo, Kota Kupang. (WARTAPALA INDONESIA / Dok. Mapala UCB)

WartapalaIndonesia.com, Kupang – Meyongsong hari sampah Nasional yang jatuh pada 21 Februari, BEM Fakultas Kesehatan Universitas Citra Bangsa (UCB) berkolaborasi dengan Mapala UCB adakan pembersihan lingkungan di lima titik lokasi Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.

Kegiatan yang dilangsungkan pukul 07:00 WITA itu selesai lebih awal dari yang yang diharapkan, sebab dibantu oleh 500 mahasiswa-mahasiswi kesehatan dari 3 Program Studi yakni S1 Farmasi, S1 Keperawatan, S1 Kebidanan dan D3 Kebidanan.

“Kegiatan ini sebagai wujud nyata kepedulian BEM Kesehatan dan Mapala UCB terhadap lingkungan,” jelas Yoan Lopies Ketua BEM Fakultas Kesehatan UCB.

Yoan berharap aksi ini dapat memberi contoh kepada masyarakat agar lebih sadar pentingnya kebersihan lingkungan.

“Kita berharap ini contoh kepada masyarakat agar lebih sadar untuk menjaga kebersihan,” tambahnya.

Di sisi lain Rey Thobias Ketua Divisi Caving Mapala UCB sangat menyayangkan tempat pembuangan sampah sementara (TPS) yang dibongkar paksa di area pemukiman.

“Selama kita melakukan survei kita mendapati TPS-TPS yang dibongkar paksa. Akibatnya masyarakat kebingungan sampahnya mau dibuang ke mana,” ujar Rey kepada Wartapala.

Sebelum menuju lokasi pembersihan, mahasiswa-mahasiswi diberikan arahan yang dipimpin oleh ketua Mapala UCB, Godel Maulaku.

Aksi ini menuai apresiasi dari pihak kampus dan masyarakat sekitar, bahkan langsung disikapi oleh ketua Karang Taruna Kayu Putih dengan menyediakan mobil pick-up untuk pengangkutan sampah.

Beberapa masyarakat pun sempat menyoraki semangat untuk mahasiswa-mahasiswi saat melakukan pembersihan.

“Saya sangat mengapresiasi aksi nyata dari BEM dan Mapala. Semoga ke depannya masyarakat lebih sadar akan kebersihan lingkuangan karena ada beberapa penyakit yang timbul darinya seperti  DBD dan diare,” ungkap Arman Lete dosen kesehatan sekaligus pembina Mapala UCB.

Arman juga mengharapkan agar Mapala dan BEM terus menunjukkan eksistensinya lewat kerja nyata, agar dapat menjadi contoh bagi organisasi mahasiswa lain di kampus. (GM)

Kontributor || Ahyar Stone, WI 21021 AB
Editor || Nindya Seva Kusmaningsih, WI 160009

 

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.