Peralihan Status CA MAPALA UNTAN Angkatan XXXVII

Caption foto: MAPALA UNTAN foto bersama saat melakukan Ekspedisi Peralihan Status Anggota (WARTAPALA INDONESIA/Alfikri, WI 200102) 

WartapalaIndonesia.com, KALIMANTAN BARAT – Calon anggota (CA) MAPALA UNTAN Angkatan XXXVII telah menyelesaikan perjalanannya mencapai puncak Gunung Raya pada ketinggian 580 MDPL yang berada di Desa Sambora, Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, pada tanggal 30 sampai dengan 31 Januari 2021.

Perjalanan ini diselenggarakan dengan tujuan mengubah status CA sebelumnya dengan status “Siswa” menjadi “Anggota Muda (AM)”. Perjalanan ini merupakan rangkaian dari beberapa proses yang wajib dilakukan oleh setiap CA untuk menjadi AB/Anggota tetap MAPALA UNTAN.

“Muatan yang terkandung dalam kegiatan perjalan ini merupakan penerapan singkat dari materi yang telah dipelajari sejak awan pendaftaran. Tentunya tidak mudah untuk mengubah status “Siswa” hingga menjadi AM, setiap CA harus melewati beberapa tahapan mulai dari Pendaftaran dan Pendataan Fisik, Materi Ruang, Pradiksar, Diksar, Kenaikan Status, hingga Ekspedisi wajib,” ungkap Arianto, salah satu diantara tim perjalanan kepada WartapalaIndonesia.com

Lanjutnya, CA yang melaksanakan perjalanan ini tediri dari 10 orang yaitu Arianto, Afriani Hafsari, Desti Pajriani, Dara Galilea, Florentina Jermany Junia Delvana, Jordi Febriadi, Ilham Akbar Firmana, Irpansius Aripranata, Maulina dan Wiji Rahayu Lestari dan ditemani oleh dua orang Mentor yakni Indra dan Iren.

“Dari 10 orang CA tersebut dan Mentor, ditemani juga oleh dua orang warga lokal setempat sebagai informan yang dipercaya lebih memahami tentang lokasi dan informasi yang ada di Gunung Raya,” terangnya.

Tambah Arianto, kegiatan peralihan status keanggotaan tersebut ketika di lapangan menceritakan perjalanan didalam pendakian, mulai perubahan kontur perjalanan, naik turunnya jalur pendakian membuat tim perjalanan dan CA mulai merasakan lelahnya di perjalanan.

“Selangkah demi selangkah kami injakkan kaki di tanah yang tergenang air karena hujan yang turun. Bersih dan kotornya pakaian kami sudah tidak kami hiraukan lagi, yang ada cuman tujuan dan beberapa amanah yang terus kami ingat selama pendakian,” ceritanya.

Arianto kembali melanjutkan ceritanya, setelah melewati berbagai kontur perjalanan menunjukkan beratnya medan perjalanan rasa lelah tidak melunturkan semangat yang mereka bangun pada diri mereka demi untuk menjadi anggota MAPALA UNTAN.

“Kurang lebih satu jam perjalanan kami sampai pada spot yang menarik untuk dinikmati. Ciri khas suara air terjun mengalihkan perhatian kami sebagai pengobat lelah perjalanan untuk menuju ke puncak” lanjutnya.

Didalam perjalanan tersebut, Arianto juga mengungkapkan perjalanan tersebut sangat tak terlupakan, sebab perjalanan mereka banyak dihadapkan berbagai macam situasi baru seperti belajar mengenal tempat baru dan orang-orang baru dalam membentuk karakter setiap individu dalam memahami dan toleransi terhadap perbedaan dari masing-masing.

“Terdapat berbagai hal yang mereka bisa ceritakan dari masing-masing sudut pandangnya, namun ada satu hal yang dapat diambil garis besarnya yaitu tentang bagaimana mereka belajar observasi tehadap kehidupan di sekeliling mereka dan tentang mengendalikan emosional diri masing-masing demi mencapai kebersamaan pemikiran dan tujuan,” tutupnya.

Kontributor || Alfikri, WI 200102

Editor || Soprian Ardianto, WI 200136

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.