Wartapalaindonesia.com, SIDOARJO – Dewan Penasehat Sekretariat Bersama Penanggulangan Bencana (SRPB) Jawa Timur sekaligus Penjabat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pertama, Syamsul Ma’arif memberikan pesan-pesannya ke para relawan penanggulangan bencana.
Wejangan tersebut disampaikan Profesor Sosiologi Bencana Universitas Pertahanan itu pada acara yang digelar di Tenpina BPBD Jawa Timur, Minggu, 26 April 2026.
Dosen yang biasa dipanggil Prof Syamsul tersebut menyampaikan, relawan penanggulangan bencana harus memberi warna ke masyarakat dalam menyikapi peristiwa bencana.
“Bukan, oh, bagaimana bentuknya, bagaimana banjirnya, bagaimana debitnya, oh, berapa magnitude-nya, bukan yang itu. Yang dilakukan relawan itu bagaimana sikap manusianya menghadapi fenomena itu,” terangnya.
Baginya, bertugas sebagai relawan kebencaan merupakan kerja menumbuhkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman bencana.
“Bukan hanya datang, bikin dapur umum, selesai, pulang. Sekali lagi saya tekankan, tugas kita (relawan) untuk menimbulkan sikap masyarakat menghadapi ancaman (bencana) itu” tegasnya.
Itulah warna yang perlu diberikan relawan kepada masyarakat, berupa pemikiran bahwa ketika ada fenomena kebencanaan, yang dilakukan adalah menumbuhkan sikap bersama masyarakat terdampak menghadapi ancamannya.
Syamsul mencontohkan 2004 silam. Peristiwa Gunung Kelud, sebab Ia ada di sana kala itu.
Begitu ada kabar peningkatan aktivitas, masyarakat sekitar segera menggelar rapat memikirkan masyarakat yang mengungsi, hingga sampai meminta masyarakat terdampak sedia kendaraan menghadap jalan sehingga ketika kejadian bisa segera menjauhi Gunung Kelud.
Syamsul mengenang, kala itu sampai tidak memerlukan dapur umum. Masyarakat swadaya menyiapkan bungkusan makanan untuk para pengungsi dan Ia mengklaim tidak sampai ada korban jiwa.
“Contoh seperti itu memberi pengertian bagaimana masyarakat menyikapi ketika ada gunung meletus. Cara menyikapi bencana yang begitu seharusnya kita miliki. Karena (gunung) Kelud dan gunung lainnya akan berbeda cara menyikapinya. Maka kita perlu kemampuan bisa menyikapi,” ajaknya.
Sebagai salah satu pendiri SRPB Jawa Timur, Syamsul Ma’arif menyampaikan rasa bangganya kepada peserta yang terdiri dari para relawan kebencanaan.
“Saya sangat bangga dengan kinerja para relawan, utamanya relawan SRPB Jawa Timur. Di bawah pimpinan Kak Wawan, Kak Dian, SRPB sekarang begitu sangat berkembang,” tandasnya.
Penulis || Danang Arganata, WI 200050
Editor || Nindya Seva Kusmaningsih, WI 160009
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)