Wartapalaindonesia.com, Makasar — Pusat Koordinasi Nasional (PKN) Mapala Se-Indonesia bersama Pusat Koordinasi Daerah (PKD) Mapala Se-Indonesia menegaskan penolakannya terhadap segala bentuk kekerasan dalam proses perekrutan anggota baru organisasi Mapala.
Pernyataan ini disampaikan menyusul munculnya isu dan pemberitaan yang mengaitkan proses kaderisasi Mapala dengan praktik kekerasan.
Dalam klarifikasi resminya, PKN Mapala menegaskan bahwa kekerasan, intimidasi, maupun perlakuan yang merendahkan martabat manusia tidak pernah menjadi bagian dari nilai, prinsip, maupun prosedur resmi perekrutan anggota baru.
“Proses penerimaan anggota baru seharusnya menjunjung tinggi nilai pendidikan, kebersamaan, solidaritas, kepedulian lingkungan, serta keselamatan. Metode yang menekankan pada kekerasan fisik maupun psikis adalah bentuk penyimpangan yang tidak dapat dibenarkan,” demikian keterangan resmi PKN Mapala.
PKN Mapala juga mendorong seluruh organisasi pencinta alam di perguruan tinggi agar melaksanakan kaderisasi secara terukur, berbasis pembinaan karakter dan keterampilan. Selain itu, peran aktif senior, alumni, dan pengurus Mapala dalam mengawasi proses kaderisasi sangat dibutuhkan agar tradisi perekrutan tetap sehat, mendidik, dan berorientasi pada pengembangan anggota.
Jika ditemukan adanya praktik kekerasan yang mengatasnamakan Mapala, PKN Mapala menegaskan akan mengambil langkah tegas, termasuk melakukan investigasi dan menyerahkan permasalahan tersebut kepada mekanisme hukum serta etika organisasi.
Dalam pernyataan itu, PKN Mapala juga mengingatkan kembali Kode Etik Pencinta Alam Indonesia yang menolak segala bentuk penindasan dan kekerasan. Kode etik tersebut menegaskan bahwa pencinta alam harus menjunjung tinggi persaudaraan, kesetiakawanan, solidaritas, menghormati martabat manusia, serta mengutamakan pendidikan, pengabdian, dan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan hidup.
“Mapala adalah wadah pembelajaran, pengabdian, dan pengembangan diri bagi generasi muda pecinta alam. Marwah organisasi ini harus dijaga agar tetap menjadi ruang aman, sehat, dan bermartabat,” tegas PKN Mapala.
Kontributor || Koordinator PKN Mapala
Editor || Wandi Wahyudi, WI 200223
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)