Pulau Sekatap Dompak Jadi Laboratorium Alam Bagi Mahasiswa Pecinta Alam

Wartapalaindonesia.com, Tanjungpinang — Divisi Konservasi dan Susur Pulau Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Maritim Raja Ali Haji (Mahapala UMRAH) menggelar Pendidikan Lanjutan Anggota Muda Angkatan XIII di Pulau Sekatap Dompak, Tanjungpinang. Kegiatan ini berfokus pada pemetaan ekosistem sebagai bagian dari pembekalan anggota mengenai konservasi pesisir dan pulau-pulau kecil. (5/10/2025).

Pulau Sekatap Dompak dipilih karena memiliki ekosistem beragam, mulai dari daratan vegetasi, hutan mangrove, hingga lahan nonvegetasi yang berpotensi terdampak erosi. Pemetaan dilakukan sebagai kontribusi mahasiswa dalam menyediakan data awal bagi program konservasi dan penelitian lanjutan.

Hasil survei menunjukkan luas total Pulau Sekatap Dompak mencapai 236.265 meter persegi. Dari luasan itu, ekosistem darat mendominasi 116.157 meter persegi, ekosistem mangrove 24.710 meter persegi, dan area nonvegetasi 1.636 meter persegi. Data tersebut menunjukkan keberadaan mangrove relatif kecil dibandingkan daratan vegetasi, sehingga dinilai perlu dijaga dan direhabilitasi.

Anggota Divisi Konservasi, Aisyah Nurfadillah, menyebut hasil pemetaan penting untuk strategi konservasi pesisir. “Mangrove di Pulau Sekatap bukan hanya benteng alami dari abrasi, tetapi juga habitat penting biota laut dan penyerap karbon. Data ini diharapkan menjadi pijakan awal program konservasi berkelanjutan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Romana Juniarti Manek, yang terlibat langsung dalam kegiatan. Ia menyebut pengalaman lapangan memberi pembelajaran baru. “Kami belajar membaca data, memahami fungsi setiap ekosistem, dan melihat langsung tantangan pelestarian lingkungan di pulau kecil seperti Sekatap,” katanya.

Ketua Umum Mahapala UMRAH menambahkan pendidikan lanjutan bertujuan membentuk anggota muda yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga peduli terhadap isu lingkungan. “Kegiatan ini membuktikan mahasiswa bisa berkontribusi nyata menjaga kelestarian alam. Data yang diperoleh di Pulau Sekatap diharapkan menjadi modal untuk gerakan konservasi di Kepulauan Riau,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Mahapala UMRAH berharap Pulau Sekatap Dompak dapat menjadi laboratorium alam sekaligus ruang belajar bagi mahasiswa untuk menumbuhkan kesadaran ekologis dan kepedulian terhadap lingkungan pesisir.

Kontributor || Aisyah Nurfadillah dan Romana Juniarti Manek.
Editor || Wandi Wahyudi, WI 200223

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.