Relawan Dompet Dhuafa Belajar Tentang Air Hujan di Sekolah Air Hujan Banyu Bening

Caption Foto: Relawan Dompet Dhuafa belajar tentang air hujan di Sekolah Air Hujan Banyu Bening Yogyakarta (WARTAPALAINDONESIA/AJ Purwanto)

Wartapalaindonesia.com, YOGYAKARTA – Dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional, Dompet Dhuafa Yogyakarta mengadakan serangkaian kegiatan diantaranya pelatihan tentang air hujan pada Jumat, 27 April 2024 lalu bertempat di Sekolah Air Hujan Banyu Bening, Yogyakarta.

Peserta kegiatan tersebut merupakan para relawan Dompet Dhuafa serta beberapa personil organik dari Dompet Dhuafa sendiri. Kegiatan itu juga dihadiri perwakilan dari Pengurus Dompet Dhuafa.

Koordinator kegiatan, Raditya Wicaksono, menyampaikan harapan agar seluruh personil yang mengikuti pelatihan bisa jadi kepanjangan tangan Sekolah Air Hujan Banyu Bening untuk mempraktikkan ilmu yang dipelajari di tempat masing-masing dan di mana pun berada.

“Kita yang hadir ini harus mampu menyebarkan kebaikan ini kepada semua orang,” ucap Raditya dalam sambutannya.

Materi terkait ilmu persekolahan air hujan dalam pelatihan tersebut disampaikan langsung oleh Sri Wahyuningsih, selaku pendiri Sekolah Air Hujan Bayu Bening.

“Kita harus mampu menjadi generasi yang peka, mampu beradaptasi dengan apa yang terjadi saat ini. Dan harus mampu memberikan solusi dari permasalahan. Terutama terkait krisis air  akibat dampak dari perubahan iklim dan perilaku kita yang belum visioner,” terang perempuan yang akrab disapa Bu Ning itu.

Lebih lanjut, Sri menjabarkan tentang pemanfaatan air hujan serta bagaimana pengelolaannya secara tepat untuk menjadi solusi yang mudah dipraktekkan masyarakat luas.

“Inilah pentingnya kita harus secara masif mengedukasi masyarakat. Dengan contoh baik yang bisa dilihat, diamati, dan ditiru masyarakat,” imbuhnya.

Selain itu disampaikan pula oleh Sri Wahyuningsih tentang konsep 5 M (Menampung, Mengelola, Minum, Menabung, dan Mandiri) 

“Bagaimana cara menampung air yang tepat dengan cara yang sederhana. Pengelolaan yang tepat dan bijak menggunakan. Bagaimana konsep-konsep menabung air yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan yang ada. Harapannya masyarakat bisa mandiri air dan menjadi masyarakat yang berdaya,” terang Sri.

Acara diakhiri dengan penyampaian komitmen bersama untuk bisa ada terus sinergi antara Dompet Dhuafa dan Sekolah Air Hujan Banyu Bening di kegiatan-kegiatan lanjutan di masa mendatang. (ajp/dan)

Kontributor || AJ Purwanto

Editor || Danang Arganata, WI 200050

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.