WartapalaIndonesia.com, FEATURE – Suara gemuruh arus Sungai Ciwulan memecah keheningan pagi, bercampur dengan teriakan semangat empat peserta Spesialisasi Rafting Metala FEB Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025. Air dingin menampar wajah, dayung berpacu dengan derasnya aliran, dan setiap komando skipper menentukan apakah perahu akan stabil atau justru terbalik.
Itulah atmosfer khas rafting yang dialami para anggota baru Metala FEB UMS dalam kegiatan spesialisasi di Sungai Ciwulan, Tasikmalaya, Jawa Barat. Kegiatan ini berlangsung 22 Agustus 2025 di Sungai Ciwulan dan berlanjut pada 24 Agustus 2025 di Sungai Citanduy.
Spesialisasi rafting ini merupakan salah satu dari empat bidang spesialisasi tahunan Metala FEB UMS yang bertujuan meregenerasi kader, meningkatkan kualitas pemateri, serta mengasah mental kepemimpinan di medan sungai yang penuh tantangan.
Sebelum terjun ke derasnya arus, persiapan matang dilakukan sejak dari kampus. Mulai dari pengecekan logistik, kelengkapan peralatan keselamatan, hingga simulasi teknis di darat. Empat peserta spesialisasi, yakni Genjik, Manting, Bencok, dan Congok, menunjukkan antusiasme tinggi sejak awal.
Mereka sadar, rafting bukan sekadar mendayung. Ia adalah olahraga ekstrem yang menuntut kekompakan, keberanian, serta keterampilan membaca karakter sungai. “Persiapan adalah kunci. Kalau di darat saja tidak rapi, bisa bahaya di sungai,” ungkap Yusuf, salah satu pendamping kegiatan.
Pengarungan di Sungai Ciwulan dan Sungai Citanduy.
Sungai Ciwulan dikenal dengan jeram-jeramnya yang bervariasi, cukup untuk menguji mental para peserta baru. Di pengarungan pertama Sungai Ciwulan, tim didampingi oleh Ripet dari Damapala. Dia seorang penggiat rafting berpengalaman.
Jeram pertama seketika menjadi ujian nyata. Perahu sempat oleng akibat salah koordinasi, namun dengan cepat skipper memberi aba-aba dan tim berhasil mengendalikan situasi.
“Itu momen di mana kami benar-benar sadar bahwa komunikasi bukan pilihan, tapi kebutuhan,” kata Bencok, salah satu peserta.
Dua hari berselang, rombongan melanjutkan pengarungan di Sungai Citanduy. Kali ini, mereka didampingi oleh Kujang, Adi, dan Laras, yang membimbing lebih banyak teknik lanjutan. Sungai Citanduy yang lebih lebar dan deras memberikan tantangan berbeda dibandingkan Ciwulan.
Di salah satu jeram besar, perahu peserta sempat tersangkut batu besar. Situasi menegangkan itu bisa berujung terbalik jika tidak segera diatasi. Namun berkat arahan skipper dan kerja sama tim, perahu berhasil meluncur kembali dengan selamat.
“Itu bukan hanya tentang mengendalikan dayung, tapi juga mengendalikan panik,” ujar Manting, dengan senyum lega setelah pengarungan.
Materi yang Dipelajari Lebih dari Sekadar Dayung
Spesialisasi rafting ini tidak hanya soal turun ke sungai. Peserta juga mendapat materi teknis dan manajerial, meliputi: Pemetaan Sungai agar peserta memahami karakter jalur, jeram, dan titik rawan.
Beikutnya, Pelatihan Skipper bagaimana memimpin pengarungan, memberi komando, dan mengambil keputusan cepat. Lalu Teknik Dasar Rafting yang mulai dari cara mendayung, menjaga keseimbangan, hingga prosedur jika terjatuh ke air.
Terakhir, Manajemen Risiko & Keselamatan mengajarkan bahwa rafting adalah kegiatan serius yang harus mengutamakan nyawa dan kesehatan tim.
Ketua Umum Metala FEB UMS, Arif Ginanjar Pratama, menyampaikan pesan reflektif terkait pentingnya spesialisasi rafting dalam regenerasi organisasi.
“Rafting bukan hanya tentang berani melawan derasnya arus, tapi tentang bagaimana kita belajar mengendalikan diri, membangun komunikasi, dan menumbuhkan kepercayaan. Harapan saya, regenerasi pemateri rafting ini mampu melanjutkan estafet keilmuan Metala agar organisasi tetap kokoh, solid, dan relevan bagi generasi berikutnya,” ujarnya.
Dengan berakhirnya kegiatan ini Arif Ginanjar mengucapkan terima kasih ke Mapala Tasikmalaya, terutama Mapala Arundaya Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya, MPA Khaniwata Universitas Siliwangi Tasikmalaya, Mapala Parahita Universitas Perjuangan Tasikmalaya, Mapala Kamapala STIA Tasikmalaya.
“Kehadiran mereka menunjukkan bahwa kegiatan pecinta alam selalu dilandasi rasa kebersamaan dan saling menguatkan,” imbuh Arif Ginanjar.
Spesialisasi Rafting Metala FEB UMS 2025 di Sungai Ciwulan dan Citanduy bukan hanya cerita tentang menaklukkan jeram. Ia adalah cerita tentang bagaimana anggota baru belajar menaklukkan ego, mengelola rasa takut, dan menemukan arti sejati solidaritas.
Dari derasnya arus, lahir pemimpin-pemimpin baru yang siap membawa Metala FEB UMS terus mengalir, menjaga semangat pecinta alam, dan merawat warisan bumi untuk masa depan. (*).
Kontributor || Abdul Aziez, WI 200059
Editor || Ahyar Stone, WI 21021 AB
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)