Sumur Resapan: Pulihkan Cadangan Air Tanah

Caption foto: Ilustrasi sumur resapan. Rabu, (25/3). (WARTAPALA INDONESIA/ Nur Cholis)

Wartapalaindonesia.com, Salatiga– Kebutuhan manusia itu tidak terbatas, sementara sumber daya alam itu terbatas. Seperti halnya air yang menjadi kebutuhan utama semua makhluk hidup untuk melangsungkan kehidupan.

Jenis – jenis air di bumi antara lain air sungai, air laut, air hujan, dan air tanah. Air yang memiliki peranan paling penting bagi kehidupan adalah air tanah yang digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, kebutuhan industri, dan keseimbangan alam.

 Air tanah merupakan air yang tersimpan dan mengalir di bawah permukaan tanah yang berguna untuk ketersediaan cadangan air di muka bumi.

Proses terbentuknya air tanah berawal dari air hujan yang sebagian besar akan mengalir di permukaan tanah menuju sungai, danau atau rawa yang akan berhilir di laut dan sebagian kecil air hujan akan meresap ke dalam tanah. Air yang meresap ke dalam tanah akan menjadi air tanah, jika air tersebut meresap lagi ke zona tidak jenuh dan terus meresap sampai zona jenuh air.

Sementara untuk air yang meresap ke tanah tapi masih dekat permukaan tanah akan diuapkan kembali melalui tanaman yang disebut evapotranspirasi. Sedangkan air yang terbuka juga akan menguap ke atmosfer disebut sebagai evaporasi.

Peristiwa tersebut akan terus berulang seperti siklus hidrologi dari mulai air turun dari atmosfer ke bumi hingga kembali lagi ke atmosfer.

Menurut Kodoatie (2012) proses terbentuknya air tanah yaitu akibat proses infiltrasi air pada permukaan tanah yang masuk ke unsaturated zone lapisan tanah tidak jenuh air, lalu saat kandungan air pada unsaturated zone mencapai kapasitas lapang, air tersebut secara otomatis mengalami perkolasi akibat adanya gaya gravitasi menuju ke saturated zone (lapisan tanah jenuh air).

Air yang tersimpan di dalam tanah akan menjadi tambahan cadangan air tanah yang nantinya akan digunakan oleh manusia ketika musim kemarau datang. Untuk menambah pasokan cadangan air tanah tersebut, ada terbosan baru nan sederhana yaitu sumur resapan.

Sumur resapan akan membantu mempercepat penyerapan air ke dalam tanah dan mengurangi resiko banjir. Sumur resapan merupakan salah satu rekayasa teknik konservasi air berupa bangunan sedemikian rupa untuk menambah cadangan air tanah dengan menampung air hujan dan mengurangi air permukaan tanah.

Konservasi air merupakan merupakan upaya memasukkan air ke dalam tanah baik secara buatan maupun alami dengan tujuan meningkatkan besarnya laju infiltrasi pada suatu daerah dalam rangka pengisian air tanah.

Sumur resapan memiliki manfaat sebagai berikut, antara lain:

  1. Mengurangi tingkat aliran air permukaan tanah yang mengalir ke laut.
  2. Menjaga kestabilan tinggi muka air tanahsehingga meminimalisir resiko banjir.
  3. Meningkatkan persediaan dan ketersediaan air tanah sehingga dapat digunakan kembali untuk kebutuhan sehari-hari.
  4. Meminimalisir terjadinya intrusi air laut pada area tepi pantai.
  5. Mengurangi potensi terjadinya erosi (pengikisan tanah) serta sedimentasi yang berisiko menimbulkan longsor dan pengurangan area lahan.
  6. Mencegah terjadinya penurunan permukaan tanah yang menyebabkan air semakin mudah menggenang dan berpotensi menimbulkan banjir.
  7. Menurunkan, mengurangi, dan menghindari penyebab-penyebab pencemaran air tanah.

Cara pembangunan sumur resapan cukup mudah, yaitu dengan membuat galian lubang di daerah yang yang paling rendah pada permukaan tanah di sekitarnya. Sehingga, aliran air permukaan dari hujan mudah menuju sumur resapan.

Lubang galian dapat berbentuk melingkar atau persegi atau persegi panjang dengan kedalaman dangkal 4 m, sedang 12 m, dan dalam 50 m dengan lebar 1 – 2 meter atau sesuai kebutuhan menyesuaikan lokasi dan kondisi sekitar. Untuk mengetahui kedalaman ideal sumur resapan dapat dilakukan pengujian lapisan tanah untuk mengetahui elevasi muka air tanah atau dengan cara mencari data sumur – sumur yang telah dibuat di sekitarnya.

Sumur resapan yang ideal berada di lapisan tanah berbutir kasar seperti lapisan lanau sampai dengan berpasir karena memiliki daya resap yang tinggi. Penentuan dasar sumur resapan harus berada diatas elevasi muka air tanah. 

Setelah galian dibuat, berikan buis beton sepanjang 3 – 4 meter dari permukaan tanah untuk menghindari terjadinya longsoran tanah disekeliling sumur. Satu sampai dua meteri dari dasar sumur tanpa buis beton sebagai ruang resapan air yang masuk ke sumur.

Taruhlah bebatuan 30 – 50 cm dari dasar sumur untuk menghindari penggerusan tanah. Kemudian buat lapisan penyaring air di sekeliling sumur selebar 30 cm yang diisi dengan kerikil dan ijuk.

Lapisan penyaring menjadi yang pertama menerima air dari luar sumur. Kemudian menyaringnya dari kotoran untuk mengurangi pendangkalan sumur dan selanjutnya mengalirkannya ke dalam sumur resapan.

Sumber air sumur resapan berasal dari air permukaan dan air hujan yang dialirkan melalui talang diteruskan dengan pipa pvc menuju ke sumur resapan. Sumber lainnya bisa berasal dari air limbah domestik yang tidak tercemari bahan kimia agar nantinya tidak mencemari air tanah.

Pembangunan sumur resapan adalah salah satu metode buatan termudah untuk meningkatkan sumber air tanah. Sumur resapan menampung air hujan (mengalir sebagai air limpasan dari hulu sungai) ke dalam beberapa sumur kecil agar air dapat meresap kelapisan akuifer, yaitu lapisan tanah yang dapat menyimpan air.

Air yang terkumpul di lapisan akuifer dapat digunakan selama musim kemarau untuk mengisi sumur dangkal atau meningkatkan aliran mata air. Air tersebut guna memenuhi kebutuhan air masyarakat yang tinggal di hilir sungai.

Kontributor || Nur Colis, WIJA Salatiga

Editor || Dewi Ayuningtyas, WI 190042

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: