Survival Skills Indonesia Berbagi Air Bersih Untuk Gunungcilik

Caption foto: Perwakilan warga dalam penerimaan bantuan air bersih dari Survival Skills Indonesia (foto oleh: Helayudha E H). (WARTAPALA INDONESIA/ Roihan Afifurrofi)

Wartapalaindonesia.com, YOGYAKARTA – Kekeringan adalah kekurangan pasokan air pada suatu daerah dalam masa yang berkepanjangan. Biasanya kejadian ini muncul bila suatu wilayah secara terus-menerus mengalami curah hujan di bawah rata-rata.

Musim kemarau yang panjang akan menyebabkan kekeringan karena cadangan air tanah akan habis akibat penguapan, transpirasi, ataupun penggunaan lain oleh manusia.Yogyakarta adalah salah satu daerah di Indonesia yang mengalami bencana kekeringan.

Menurut Kepala Kelompok Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Mlati Yogyakarta, Etik Setyaningrum mengatakan, “musim kemarau berlangsung hingga Oktober mendatang, berdasarkan hasil monitoring hari tanpa hujan (HTH), sampai dengan 20 Juli 2019 hampir sebagian besar wilayah DIY tidak ada hujan secara berturut-turut selama lebih dari 60 hari, dengan prospek curah hujan rendah kurang dari 10 mm/dasarian. Kondisi ini menunjukkan indikasi adanya kekeringan secara meteorologis, atau berkurangnya curah hujan dari keadaan normalnya dalam jangka waktu yang panjang. Diperkirakan masih berlanjut hingga tiga bulan kedepan, puncaknya akan terjadi bulan Agustus” (dalam https://jogja.tribunnews.com/2019/07/28/bmkg-sebut-sifat-kemarau-2019-lebih-kering).

Dengan adanya bencana kekeringan di daerah Yogyakarta, Survival Skills Indonesia Chapter Jateng-DIY tergerak untuk membantu masyarakat yang mengalami dampak kekeringan. Yaitu dengan memberikan bantuan air bersih pada Minggu, 25 Agustus 2019 di Gunungcilik RT 05-06/RW 02, Muntuk, Dlingo, Bantul, Yogyakarta.

“Awal tercetusnya kegiatan bantuan air bersih dari Survival Skills Indonesia Chapter Jateng-DIY adalah ketika melihat kondisi wilayah Yogyakarta khusus nya daerah Gunung Kidul, Bantul, dan Kulonprogo yang sudah mengalami kesulitan air bersih. Dengan adanya permasalahan tersebut, kami tergerak memberikan bantuan air bersih untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Fajar Waluyo, Bangtas Survival Skills Indonesia Chapter Jateng-DIY.

Kordinator Survival Skills Indonesia Chapter Jateng-DIY, Helayudha E H  juga mengungkapkan bahwa salah satu visi misi Survival Skills Indonesia Chapter Jateng-DIY adalah bermanfaat bagi sesama.

“Bantuan air bersih ini adalah salah satu gerakan kita untuk membantu sesama, semoga dengan bantuan air bersih tersebut bisa meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana kekeringan,” tuturnya.

Semoga dengan adanya bantuan air bersih dapat membantu masyarakat yang membutuhkan air bersih untuk keperluan sehari-harinya. Karena air adalah salah satu sumber kehidupan yang penting bagi manusia.

Dalam ruang lingkup Pecinta Alam sendiri biasa dikenal dengan rumus 3.

Yaitu 3 menit tanpa oksigen manusia akan mati, 3 jam terpapar suhu ekstrim tanpa perlindungan manusia akan mati, 3 hari tanpa minum air manusia akan mati, dan 3 minggu tanpa makan manusia akan mati.

Maka dari itu air adalah sumber kehidupan yang sangat dibutuhkan untuk kelangsungan hidup manusia.

Dokumentasi || Helayudha E H, Survival Skills Indonesia Chapter Jateng-DIY

Kontributor || Roihan Afifurrofi, WI 190034 (WA: 083869148660)

Editor || Nindya Seva Kusmaningsih, WI 160009

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: