Caption foto : Tim SAR gabungan yang terdiri dari BKKPA Sulteng, Kelompok Pecinta Alam, Mapala, Basarnas, Tagana, BPBD Sulteng, RAPI SULTENG, ORARI, Komunitas Trail Run dan mayarakat. (WARTAPALA INDONESIA / Hardiansa Busran).
WartapalaIndonesia.com, PALU – Tim SAR gabungan yang terdiri dari BKKPA Sulteng, Kelompok Pecinta Alam, Mapala, Basarnas, Tagana, BPBD Sulteng, RAPI SULTENG, ORARI, Komunitas Trail Run dan mayarakat setempat melakukan pencarian terhadap 2 orang pendaki Gunung Gawalise di Kota Palu. Mereka adalah Pramudya Diva Siara (16 tahun) dan Edson Putu Arantes (18 tahun).
Tim SAR Gabungan bergerak melakukan pencarian terhadap 2 survivor setelah menerima informasi dari orang tua survivor pada 11 November 2024, pukul ±09:33 Wita.
Berdasarkan informasi dari orang tua dari salah seorang survivor, kedua Survivor berangkat mendaki pada tanggal 10 November 2024 pukul ±09.00 Wita.
Pada malam harinya, anaknya sempat mengirimkan pesan via WA pada pukul ±23:00 Wita saat posisi di Batu Gantung, dan memberi kabar kalau mereka kelelahan dan minta di jemput.
Setelah menerima pesan, orang tua dibantu pendaki lainnya menyusul ke Batu Gantung pada malam itu juga, dan tiba di lokasi pada esok pagi jam ±09:00 Wita.
Saat tiba di lokasi tersebut ditemukan hanya tas mereka. Kemudian orang tua korban menginformasikan kepada Basarnas Sulteng bahwa anaknya hilang. Proses pencarian pun di mulai.
Setelah Basarnas Sulteng berkoordinasi dengan Badan Koordinasi Kelompok Pecinta Alam Sulawesi Tengah (BKKPA-Sulteng), tim SAR dibagi menjadi 3 SRU.
SRU 1 bergerak menyisir punggungan jalur pendakian Kalora. SRU 2 menyisir Punggungan jalur pendakian Wana. SRU 3 menyisir jalur pendakian Kanuna.
Pada pukul ±11:00 wita. Survivor sempat mengirimkan lokasi google Maps via WA ke orang tuanya dan kemudian orang tuannya meneruskan ke Tim SAR.
Tim SAR pun bergerak cepat menuju lokasi survivor. Pada pukul ±19:00 Tim SAR tiba di lokasi tersebut ternyata survivor tidak ditemukan karena mereka berpindah dari posisinya.
Lantaran kondisi sudah malam dan tidak memungkinkan untuk meneruskan pencarian, Tim SAR memutuskan beristirahat.
Survivor Ditemukan
Keesokan harinya tanggal 12 November 2024, Tim SAR melanjutkan pencarian menyisir punggungan, lembah sampai ke puncak gunung. Alhamdulillah, ± pada pukul 10:00 Wita akhirnya survivor ditemukan selamat dalam kondisi lemah karena kelaparan di tepi Sungai Salena. Kemudian survivor segera dievakuasi dan diberikan pertolongan.
Berdasarkan keterangan survivor, alasan mereka bergerak dari posisi yang mereka share sebelumnya sehingga tidak ditemukan oleh Tim SAR pada malam harinya, karena mereka kehausan, maka mereka memutuskan menuruni lembah yang curam dengan vegetasi rapat dengan harapan akan menemukan sumber air.
Mereka bergerak Pada pukul ±16:00 untuk menuruni lembah dan tiba di sungai pada pukul ±18:00, mereka memutuskan bermalam di tepi sungai dan akan melanjutkan perjalanan keesokan harinya dengan menelusuri sungai tersebut sampai akhirnya ditemukan. (hb).
Kontributor || Hardiansa Busran
Editor || Ahyar Stone, WI 21021 AB
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)
