Wartapalaindonesia.com, BATU – Isu tentang penyebab global warming terbesar bukan berasal dari CO2 melainkan Gas Metana ternyata tak mampu membendung niat kawan-kawan Pencinta Lingkungan Hidup (PLH) SIKLUS ITS untuk mengadakan kegiatan yang bertujuan untuk menularkan ilmu menghitung karbon kepada Pencinta Alam lainnya (Mapala). Tak tanggung-tanggung, program kerja utama PLH SIKLUS ITS selama 3 tahun ini adalah berfokus kepada Penghitungan Karbon.
Berawal dari keprihatinan terhadap perubahan iklim yang kian tak terbendung, membuat para Sikluser (sebutan anggota PLH SIKLUS ITS) belajar dari nol kepada para ahli kehutanan untuk nantinya dibagikan kepada para anggota Mapala lainnya terutama kepada para aktivis lingkungan. Menggandeng Dinas Kehutanan (Dishut) Pemerintah Propinsi Jawa Timur (Pemprop Jatim) yang kemudian berkordinasi dengan UPT Tahura, PLH SIKLUS ITS mengadakan seminar bertajuk 3 Tahun SIKLUS Menghitung Karbon dan Kampanye Perlindungan Hutan.
Seminar yang dilaksanakan selama dua hari pada Sabtu (19/12/2015) hingga Minggu (19/12/2015) ini bertujuan untuk mempelopori urgensi pergerakan lingkungan yang kini sangat dibutuhkan sekaligus menggetok tularkan ilmu penghitungan karbon. Hal ini agar para aktivis pegiat lingkungan yang berasal dari rekan-rekan Mapala semakin sadar dan turut bergerak untuk menyuarakan isu-isu lingkungan sekaligus melakukan tindakan nyata dengan keilmuannya.
Sedangkan perhitungan karbon yang dikampanyekan PLH SIKLUS ITS dewasa ini merupakan suatu upaya untuk dapat melakukan perhitungan jumlah karbon pool (tempat karbon tersimpan). Kenapa harus karbon bukan yang lain, mungkin metana atau nitrogen yang kadarnya lebih banyak diudara? Karena karbon selain berhubungan dengan global warming, karbon juga sangat bersinggungan erat dengan berbagai aktivitas manusia, terkait metana sendiri juga mengandung unsur karbon.
PLH SIKLUS ITS melakukan perhitungan karbon yang meliputi perhitungan karbon stock dengan metode pendekatan alometrik (diameter, tinggi, jenis, dan sensus setiap vegetasi) dan perhitungan emisi meliputi (kendaraan, sampah dan listrik). Kenapa perhitungan karbon perlu dilakukan?
Hal tersebut penting untuk mengetahui cadangan karbon dalam suatu ekosistem, kemudian memonitoring perubahan cadangan karbonnya, yang kemudian diperlakukan untuk tindakan menyikapi kondisi lingkungan. Meski perhitungan karbon oleh siklus masih manual, tapi tingkat akurasinya tidak dapat diragukan lagi.
Ketua Umum UKM PLH Siklus ITS Roni Yandaka mengatakan selain untuk menyukseskan Garis Besar Haluan Organisasi (GBHO) yang bertemakan konservasi udara, seminar tersebut juga sebagai bekal bagi mapala-mapala lain. “Selama tiga tahun kepengurusan, ini adalah tahun ketiga sejak perhitungan karbon, kita ingin mengajak yang lain untuk turut bergerak,”
Senada yang diungkapkan oleh Ketua Pelaksana Acara, Rizki Fajar Wati, SIKLUS kedepan akan menjadi pusat data karbon ITS. Sehingga, ilmu-ilmu yang ada akan terus dibagikan ke mapala-mapala lain. Karena, ia menilai, banyak mapala tidak bisa fokus pada satu tujuan.
Berbeda dengan Siklus, dari awal kami sudah fokus pada hal konservasi udara,” tuturnya kepada peserta yang sebagian besar utusan mapala-mapala yang ada di Jawa Timur ini.
Untuk itulah, lanjut Fafa, sapaannya, Dishut Pemprop Jatim diundang sebagai pakar yang telah mengetahui seluk-beluk lingkungan. “Pemateri berasal dari kehutanan dan untuk penjelasan perhitungan karbon dari internal SIKLUS sendiri,”
“Seminar tiga tahun siklus menghitung karbon ini menjawab dari tujuan jangka pendek GBHO SIKLUS, dimana GBHO kami mengenai konservasi udara, khususnya tentang perhitungan karbon. Dengan tujuan jangka panjang yaitu agar PLH SIKLUS dapat menjadi pusat informasi dan data karbon ITS.” Lanjut Fafa.
Selain menyasar mahasiswa ITS, organisasi sejenis dan masyarakat umum agar juga turut mengerti tentang karbon dan bergerak terhadap pelestarian lingkungan, pada acara tersebut PLH SIKLUS ITS juga mengadakan penanaman 50 bibit cemara di kawasan TAHURA R. Soeryo Cangar.
Penanaman dilakukan yang bukan hanya sebagai symbol dan ditanam saja namun ada komitmen monitoring langsung dari UPT Tahura R. Soeryo untuk mengetahui perkembangan bibitnya.
Kontributor : Rizki Fajar Wati (PLH SIKLUS ITS)
Link : ITS On line
Editor : Efrina Fitrianingrum
Kirim Pers Release kegiatan / artikel / berita / opini / tulisan bebas beserta foto kegiatan organisasi / komunitas / perkumpulan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081553355330 (Telp/SMS/WA)
Dokumentasi :
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)






