Adventure Camp: Cerdaskan Penggiat Alam Bebas di Era Milenial

Caption foto: Foto bersama peserta dan panitia serta penggiat alam. (WARTAPALA INDONESIA/ Brama Widi Asmoro)

Wartapalaindonesia.com, BOGOR – Maraknya tingkat kecelakaan kegiatan di alam bebas saat ini, menjadi cambukan keras untuk para penggiat alam serta catatan hitam bagi wajah wisata petualang di Indonesia.

Dalam rangka meminimalisir persoalan tersebut, Lintas Komunitas Nasional menggelar acara camping bernuansa edukasi yang bertajuk adventure camp. Acara yang bertemakan S.M.I.L.E ini dilaksanakan di Bumi Perkemahan Gayatri, Cisarua, Bogor.

Dengan adanya acara ini diharapan dapat memberikan suasana dan pengalaman baru bagi peserta tentang ilmu dasar kegiatan di alam bebas.

Rangkaian kegiatan yang berlangsung pada tanggal 26-28 juli 2019 ini dihadiri 200 peserta dari berbagai unsur penggiat alam bebas.

Demi mensukseskan event tersebut, panitia pun mendatangkan beberapa pembicara yang berkompeten di bidangnya seperti, Rahman Mukhlis (Sekjen APGI), Yudha (Wartawan republika.co.id), Anggit. M. Satoto (Basarnas), Mohammad Anshori/ Ori Kaki Gunung dari Federasi Mountaineering Indonesia (FMI) serta Yudhi Kurniawan dan Joe Item dari Perkumpulan Relawan Nusantara (Prens).

Terlaksananya acara ini pun tak terlepas dari dukungan  Avtech, salah satu brand/ merk outdoor dalam negeri yang sudah lama melakoni bisnis outdoor gear.

“Acara ini terbentuk dari beberapa komunitas yang kita rangkul dan kita ajak untuk membuat suatu acara yang arahnya edukasi learn. Ini adalah bentuk kepedulian kita akan hal yang sedang terjadi di dunia pendakian gunung,”  ucap Yudhi Kurniawan salah satu inisiator sekaligus pemilik Avtech.

Nanda, selaku Ketua Panitia menjelaskan bahwa event ini sudah dipersiapkan matang jauh hari, ada yang beda dari acara seperti biasanya.

“Karena kental dengan edukasinya kita mengusung tema S.M.I.L.E singkatan dari, S smart menjadi penggiat alam yang cerdas, M management artinya mereka belajar mempersiapkan bekal suatu perjalanan, I impression yaitu memiliki attitude sikap yang  baik, L literracy mengajarkan kepada mereka bagaimana cara membuat berita perjalananya sendiri, E  emergency respon yakni membentuk mental mereka agar siap tanggap darurat, sehingga bagi mereka yang belum mengetahui ilmu nya kami harap sepulang dari sini ada yang mereka bawa, karena itu tujuan utama event ini,” jelasnya.

“Memang animo pendakian gunung sampai saat ini tinggi tetapi dari sisi keselamatan sangat rentan. Saya berharap dari semua isi program materi kegiatan ini, peserta dapat memiliki knowledge yang baik,” lanjutnya.

Tak hanya sekedar hiburan semata, sejumlah kegiatan meriah yang dikemas secara edukatif mendapat respon sangat baik dari peserta seperti materi edukasi class, stand penjualan, musical hingga ajang silahturahmi bagi para peserta.

“Ya untuk acara ini buat gue pribadi sangat bermanfaat dan memang dibutuhkan banget oleh kita semua, semoga kedepannya event seperti ini dapat terlaksana kembali,” tutur Paidjo, salah satu peserta.

Memasuki era milenial saat ini, banyak sekali komunitas-komunitas pecinta alam yang hadir dengan latar belakang wawasan yang berbeda-beda. Dalam menghadapi perbedaan tersebut, pembekalan materi dasar pendakian gunung bagi mereka sangatlah penting.

Seperti yang dipaparkan Ori Kaki Gunung, selaku pemateri serta penggiat alam bebas, “kalau saya definisikan secara perspektif, komunitas itu adalah sebuah tempat dimana menjadi ajang untuk belajar, berkumpul, berbagai dan segala macam sharing yang bisa dibagikan, memperbincangkan sesuatu yang pasti harus ada unsur edukasi. Nah kalo platformnya tentang kegiatan di alam terbuka berarti berkonsentrasi di wilayah itu.”

“Untuk perbedaan sebenarnya yang terjadi adalah dengan semakin berkembangnya teknologi  ada hal-hal yang memang akhirnya sedikit luntur di dalam situ seperti bertanya kepada orang yang lebih tau karena pertanggung jawabannya jelas. Mereka lebih banyak bertanya  dengan mesin pencari, pada prinsipnya tidak semua pencarian itu ada,” paparnya kepada media Wartapala pada saat ditemui.

Kontributor || Brama Widi Asmoro, WIJA Bogor

Editor || Nindya Seva Kusmaningsih, WI 160009

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.