Agenda Rutin Bulanan Makespala STIKES Nani Hasanuddin, Pemeriksaan Kesehatan di Daerah Terpencil

Caption foto: Sabtu, 2 Maret 2019 pukul 19.30 WITA, anggota MAKESPALA melakukan pendataan dan pemeriksaan kesehatan pada warga di dusun Watan Bengo Desa Limampoccoe, Kawasan hutan lindung Bantimurung Bulusaraung, Kabupaten Maros. (WARTAPALA INDONESIA/ Achmad Sudirman)

Wartapalaindonesia.com, MAKASSAR – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Kesehatan Pencinta Alam (MAKESPALA) STIKES Nani Hasanuddin Makassar (SNHM) kembali melakukan agenda bulanan dengan melaksanakan pemeriksaan kesehatan dengan target masyarakat yang berada di daerah terpencil.

UKM MAKESPALA SNHM merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa di kampus STIKES Nani Hasanuddin Makassar. Salah satu organisasi yang menampung minat dan bakat mahasiswa pada bidang kesehatan serta kecintaan terhadap alam dan lingkungan hidup. Di bulan ini kembali melakukan pemeriksaan kesehatan pada masyarakat yang berada di daerah terpencil di kabupaten Maros Sulawesi Selatan.

Menurut Ruslan Apriadi yang akrab disapa Jaguar selaku Ketua Tim, target kali ini adalah warga yang berada di Dusun Watan Bengo Desa Limampoccoe Kabupaten Maros. Lokasi ini dijadikan target karena berada jauh dalam kawasan hutan lindung Bantimurung Bulusaraung, dimana dalam kawasan ini terdapat sembilan rumah dengan jumlah Kepala Keluarga sebanyak 12 orang.

Nasrullah Akhmad (Beruang) selaku Ketua Umum MAKESPALA SNHM menyatakan bahwa sebelum mengirim Tim Pemeriksa Kesehatan (pemkes), seminggu sebelumnya dilakukan survey dan pendataan agar kegiatan yang akan dilaksanakan tepat sasaran. Survey dan pendataan dilakukan setiap akhir bulan, karena rencana rutin kegiatan dilakukan di awal bulan setiap akhir pekan.

Kegiatan pemeriksaan kesehatan ini dilaksanakan pada hari Jumat-Minggu, 1-3 Maret 2019. Hal ini menurut Ketua Tim dilakukan agar tidak mengganggu aktivitas perkuliahan dan juga jadwal dinas anggota yang menjalani praktek di puskesmas maupun rumah sakit. Tim yang diturunkan harus terdiri dari beberapa jurusan diantaranya Keperawatan, Farmasi, Ners dan Kebidanan.

Oleh karena itu perlu penjadwalan khusus bagi setiap anggota yang akan diturunkan agar semua bidang ilmu dari seluruh anggota dapat terwakilkan. Anggota yang diturunkan antara lain Abdul Husen (Penyu, Profesi Ners), Dalsuriani (Plankton, Eks. Farmasi), Anhari Sahdi (THD, Keperawatan) dan Nurhijrah (Gastrul, Eks. Kebidanan).

Abdul Husen (Penyu) salah satu anggota yang ikut turun ke lapangan menerangkan bahwa peralatan medis berupa obat-obatan disipakan sehari sebelum pemberangkatan. Demikian juga dengan logistik tim disiapkan untuk bekal selama tiga hari di lapangan.

“Dana kegiatan sepenuhnya adalah dana yang didapatkan secara mandiri, baik itu sumbangan sukarela dari anggota maupun sumbangan senior-senior,” terang Ronald Demerensi Dayri (Kepiting), selaku Ketua Bidang Pengembangan, Pendidikan dan Pelatihan sekaligus Penanggung Jawab rutin kegiatan.

“Pada bulan Januari dan Februari kegiatan tidak sempat dilaksanakan, karena anggota dialihkan untuk tenaga bantuan medis dan operasi SAR pada bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi beberapa waktu yang lalu di beberapa kabupaten di Sulawesi Selatan, dan baru kembali dilakukan pada bulan ini,” tambahnya.

Ruslan Apriadi menjelaskan bahwa Item kegiatan yang dilaksanakan antara lain pemeriksaan kesehatan berupa pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan gula darah, pemeriksaan kolesterol dan pemberian obat. Setelah melakukan pemeriksaan kesehatan, masyarakat kemudian diberikan penyuluhan kesehatan dan penyuluhan tentang kesadaran untuk menjaga kelestarian hutan lindung. Teknis kegiatan dilakukan dari rumah ke rumah. Setelah kegiatan dilaksanakan, dilaporkan sebanyak 29 orang warga yang terdiri atas bayi dan balita, remaja, dewasa dan lansia telah mendapatkan pemeriksaan kesehatan.

“Setiap anggota harus belajar meluangkan waktunya untuk berbagi, khususnya kepada saudara-saudara kita yang berada di daerah terpencil karena kondisi mereka tidak seperti kondisi kita yang setiap saat dapat mengakses fasilitas kesehatan. Semoga apa yang kami lakukan dapat membantu mereka di luar sana dan menjadi pundi-pundi pahala bagi seluruh anggota yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk ikut dalam kegiatan ini. Bulan depan kami akan mencoba mengakses Dusun Cindakko yang berada di perbatasan kabupaten Maros dan Gowa,” tutup Nasrullah Akhmad, Ketua Umum MAKESPALA STIKES Nani Hasanuddin Makassar.

Kontributor || Achmad Sudirman (WIJA Makassar)

Editor || Dala Aria

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: