Wartapalaindonesia.com, BATU – Komunitas se-Malang raya mengadakan acara yang bertemakan Aksi nyata konservasi pada sungai Brantas di Kota Wisata Batu, Sabtu (30/9/2017).
Acara yang diikuti oleh partisipan lintas komunitas ini diikuti oleh lebih dari 60 komunitas yang berasal dari dalam dan luar Kota Wisata Batu.
Dikemas dengan rapi selama dua hari, kegiatan dimulai dari selametan Sumber Brantas yang menjadi salah satu sumber penyangga kehidupan bagi masyarakat Kota Wisata Batu dan sekitarnya.
Kegiatan dilanjutkan susur sungai membersihkan sampah pada aliran hulu sungai Brantas pada hari kedua.
“Latar belakang dari acara ini sebenarnya juga berawal dari kesadaran beberapa komunitas yang ada ketika melihat kondisi sungai yang ada di Kota Wisata Batu sehingga kita membuat kegiatan SABER PUNGLI (Satuan Bersama Nyemplung Kali),” tutur Herman Aga, ketua pelaksana.
“SABER PUNGLI, dilaksanakan setiap seminggu sekali bersama satuan Polres Kota Wisata Batu dan komunitas yang ada di Kota Wisata Batu. Dari situlah timbul ide untuk membuat acara ini,” lanjut Herman.
“Harapannya juga acara ini dapat menjadi gebrakan awal bagi masyarakat, agar masyarakat juga turut menjaga hulu hingga hilir sungai Brantas.”
Kepada WI, Herman juga menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan yang ada dikonsentrasikan di dua tempat, yaitu Arboretum Sumber Brantas dan Coban Talun yang berlangsung pada hari Sabtu dan Minggu.
Acara air bicara dibuka dengan kegiatan do’a Bersama lintas iman dalam rangka selametan Sumber Brantas yang dipimpin oleh beberapa tokoh agama diantaranya adalah KH. Nuryasin, Romo Paulus, Pdt. L. Tobing, Resi Ahmadi Samanera, dan Edi sediawan.
Dan dilanjutkan makan tumpeng bersama sebagai tanda syukur akan kebaikan Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan air untuk penyangga kehidupan.
Setelah kegiatan selametan, seluruh partisipan acara bergeser tempat ke Coban Talun untuk melaksanakan upacara dan penampilan seni tari Tirta Wening Jagad Banyu berikut juga penyebaran benih ikan lokal dan operasi pembersihan hulu sungai Brantas dari sampah.
Aksi pembersihan hulu sungai Brantas tersebut disambut hangat dengan penampilan seni budaya dan live music dari beberapa band indie termasuk, Pagi Tadi, Han, Nicolas Mora, Soegeng Rawoeh, Bambamboo, dan Dolang.
Benu salah satu personel band indie Tadi Pagi tadi turut memberikan apresiasinya. “Harapannya dengan adanya acara ini masyarakat bisa tau mengenai pentingnya menjaga kebersihan sungai dan konservasi air.”
“Band kita memang memiliki passion dibidang konservasi sehingga tidak hanya berkampanye dengan aksi namun juga bisa dengan hasil karya yang indah,” lanjutnya.
Kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan demi hajat hidup orang banyak memang perlu dibangkitkan dalam kehidupan masyarakat. Lebih baik jadi pemantik dari pada menjadi api yang harus menunggu dipantik.
Kontributor : Agung Wahyu
Editor : Ragil Putri Irmalia
Kirim Pers Release kegiatan / artikel / berita / opini / tulisan bebas beserta foto kegiatan organisasi / komunitas / perkumpulan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081553355330 (Telp/SMS/WA)
Dokumentasi, Wartapala Indonesia Journalist Association
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)