Caption foto: Peserta AKAMSI dan hasil pungutan sampah saat penutupan acara di basecamp (WARTAPALAINDONESIA/Panitia AKAMSI)
Wartapalaindonesia.com, TEGAL – Seiring meningkatnya aktivitas pendakian yang diiringi kurangnya kesadaran lingkungan, jalur pendakian Gunung Slamet mulai tercemar oleh sampah yang ditinggalkan oleh para pendaki.
Sebagai anak-anak yang lahir dan besar di kaki Gunung Slamet, Aliansi Komunitas Tegal menggelar AKAMSI: AKSI MULUNG SAMPAH untuk membersihkan jalur pendakian dari sampah sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan pada Sabtu-Minggu, 22-23 Februari 2025.
Aliansi yang beranggotakan masyarakat sekitar kawasan Gunung Slamet di Tegal merasa memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kelestarian gunung Slamet.
“Alam yang telah memberikan kehidupan bagi kami harus tetap lestari, bukan hanya untuk generasi sekarang, tetapi juga untuk masa depan. Oleh karena itu, kami menginisiasi sebuah gerakan bernama,” ungkap Maulana Syafiq, ketua pelaksana AKAMSI.
Total peserta yang mengikuti AKAMSI sebanyak 16 orang terdiri unsur komunitas dan masyarakat umum.
Aril, dari pihak Basecamp Kompak Gunung Slamet mengatakan bahwa AKAMSI sangat membantu pihak basecamp karena permasalahan sampah di Gunung Slamet.
“Terlebih pihak basecamp ini meski sudah kompak orang-orangnya, tetap saja kerap kurang ketat dan sering kelolosan kurangnya kesadaran pendaki,” ucap Aril.
Kegiatan AKAMSI dimulai Sabtu, 22 Februari 2025 dengan peserta melakukan pendakian pada pukul 10.00 WIB dari Basecamp Kompak menuju pos 1 dan lanjut ke pos 2.
Di pos 2, peserta mendirikan tenda dan mendapatkan materi tentang cara pengolahan sampah yang bisa terurai dan tidak terurai. dilengkapi metode ecobrick, daur ulang, dan 3R.
Selepas istirahat dan menginap, pada esok paginya, Minggu, 23 Februari 2025, peserta bangun pukul 04.00 WIB untuk masak dan sarapan, dilanjutkan trekking menuju pos 5.
Pembersihan sampah dimulai dari pos 5 menuju ke bawah. Pada saat itu, jalur kompak sepi pendaki namun untuk sampah terpantau cukup diantaranya sampah bekas kaos kaki dan sampah plastik.
Pembersihan lanjut menuju pos 4, pos 3, dan pos 2 hingga pukul 14.30 WIB. Dilanjutkan packing dan turun menuju basecamp. Sesampainya Basecamp Kompak pukul 19.30 WIB, acara AKAMSI selesai dan ditutup dengan total hasil angkutan sampah sebanyak total 17 kilogram.
Pihak Basecamp Kompak melalui ketuanya, Medi, mengucapkan terima kasihnya atas kegiatan AKAMSI.
“Terimakasih sekali sudah membuat acara AKAMSI, sangat membantu pihak basecamp,semoga ada kegiatan AKAMSI-AKAMSI lainnya,” kata pria yang akrab disapa Kang Medi itu.
Ketua Pelaksana AKAMSI, Maulana Syafiq, mengatakan harapannya untuk kegiatan AKAMSI bisa memberi kesadaran ke pendaki Gunung Slamet akan sampah.
“Semoga dengan diadakan kegiatan ini bisa menyadarkan pendaki akan sampah di jalur pendakian,” ujarnya. (nah/dan)
Kontributor || Nahel Arya
Editor || Danang Arganata, WI 200050
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)