Apakah Aman Naik Gunung di Masa New Normal Saat Pandemi Masih Terjadi?

Caption foto: Salah satu pendaki saat berfoto di puncak gunung (sumber foto: @inge.95). (WARTAPALA INDONESIA/ M. Rosyid)

Wartapalaindonesia.com, PERSPEKTIF – Hallo Mountaineers, pandemi Covid-19 telah memukul sektor pariwisata seluruh dunia. Di Indonesia ada sekitar 13 juta pekerja sektor pariwisata terkena dampak nya, baik yang langsung maupun tidak langsung. Hal tersebut dikarenakan menurunnya aktivitas wisata.

Termasuk di dalamnya adalah aktivitas wisata alam khususnya pendakian gunung. Namun di sisi lain terdapat sisi positif, yaitu pemulihan ekosistem justru terjadi pada masa pandemi ini.

Setelah hampir tiga bulan ditutup, Doni monardo, selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, mengumumkan tentang pembukaan kembali kegiatan pariwisata di kawasan konservasi maupun di luar konservasi (22/6).

Pembukaan kembali kegiatan pariwisata dengan syarat dan catatan tertentu yang mengacu pada protokol kesehatan, sesuai keputusan menteri kesehatan No.HK.01.07/MENKES/382Tahun2020 mengenai protokol kesehatan bagi masyarakat di tempat dan fasilitas umum, dalam rangka pencegahan dan pengendalian covid-19.

Sebelum memutuskan untuk mendaki gunung di masa pandemi seperti ini, alangkah baiknya kita sebagai pendaki mencari cari info atau berkonsultasi dengan pihak kesehatan atau dokter, apakah aman atau tidak bila mendaki di musim seperti ini.

Dan sebagai pendaki juga harus mengerti, bahwa jika mendaki lebih dari lima orang maka secara tidak sadar akan membawa resiko untuk diri kita dan orang lain.

Hal tersebut dikarenakan kegiatan olah raga mendaki gunung termasuk dalam kategori olah raga dengan intensitas resiko yang sedang dan tinggi.

Periksakanlah kesehatan sebelum berangkat, supaya mengerti bagaimana kondisi fisik kita. Jika dirasa tidak mampu, lebih baik menunda keberangkatan sampai fisik kita benar-benar siap.

Tentunya harus menyiapkan juga peralatan-peralatan yang safety, dan jangan lupa untuk membawa selalu kotak P3K.

Dan inilah beberapa syarat-syarat yang diperlukan sebelum mendaki gunung di masa pandemi:

  • Mengenakan masker dan membawa cadangan masker
  • Membawa hand sanitizer
  • Membawa surat kesehatan dari puskesmas/unit kesehatan lain, pastikan surat masih berlaku
  • Tidak sedang flu, batuk, atau demam
  • Membawa peralatan makan dan minum pribadi
  • Wajib membawa kartu identitas pribadi
  • Tenda berkapasitas 4 orang digunakan untuk 2 orang
  • Perlengkapan pendakian dan prosedur basecamp yang sudah ada sebelumnya.

Sebelum memutuskan untuk mendaki, alangkah baiknya dalam satu atau dua minggu sebelum keberangkatan melakukan olah raga ringan, contohnya lari-lari setiap pagi agar fisik kita tidak down saat melakukan pendakian.

 Jika memaksa untuk tetap mendaki, maka selalu patuhi peraturan-peraturan dari pihak basecamp atau pihak kesehatan. Dengan tetap menggunakan protokol kesehatan dan memakai masker.

Dan pasti kalian akan bertanya tanya, “apakah boleh membuka masker di jalur pendakian?”

Jawabannya boleh, tapi ada waktunya, yaitu kalau dirasa bernafas kita sudah mulai sulit (ngos-ngosan) bisa melepas masker. Tapi saat melepas masker, kita harus jaga jarak minimal satu meter dari teman atau pendaki yang lain.

Jadi kesimpulannya, menurut saya aman mendaki gunung saat masa pandemi (new normal) asalkan tetap mematuhi peraturan peraturan dari pihak basecamp.

Kontributor || M. Rosyid, WI 200214

Editor || Nindya Seva Kusmaningsih, WI 160009

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: