Asmara Antara Listrik dan Pulau Saobi

Caption foto: Lokasi pengerjaan bangunan pembangkit listrik di Pulau Saobi. (WARTAPALA INDONESIA/ Kafa Nadiyansyah)

Wartapalaindonesia.com, SAOBI – Di utara Pulau Bali terdapat sebuah pulau kecil. Pulau kecil ini bernama Saobi.

Di Pulau Saobi terdapat desa Saobi. Desa ini terdiri dari lima pemukiman yang dibagi menurut warga menjadi kampung (utara), Saobi Temor (timur), Saobi Lao (selatan) yang berada di Pulau Saobi, kemudian terdapat dua pemukiman lagi yang berada di Bungin dan Sapapan.

Jadi pemukiman di desa Saobi ini  tersusun dari sembilan dusun dan tiga pulau. Tujuh dusun terdapat pada pulau Saobi, sedangkan dua dusun lainnya di dua pulau yang terletak di barat dan timur pulau.

Permasalahan utama dari pulau indah ini adalah listrik yang tidak dapat memenuhi berbagai kebutuhan masyarakatnya. Listrik di Pulau Saobi hanya bisa dinikmati di beberapa waktu tertentu saja, yakni dari pukul 5 sore hingga 5 pagi.

Listrik yang dinikmati oleh warga bersumber dari mesin diesel yang dikelola oleh perorangan. Akan tetapi listrik ini juga tidak dapat dinikmati oleh seluruh pemukiman.

Berbeda dengan Kampung dan Saobi Lao yang terdapat diesel sebagai sumber listriknya. Lain halnya di pemukiman Temor tidak didapati fasilitas seperti itu.

Untuk memenuhi kebutuhan listriknya, masyarakat Temor menggunakan panel surya. Akan tetapi listrik yang bersumber dari panel surya ini memeiliki daya yang sangat terbatas, berbeda dengan diesel.

Dimana panel surya menyimpan listrik yang dihasilkan ke dalam accu, sehingga daya yang dapat dinikmati tergantung dengan kapasitas accu yang digunakan.

Diesel yang digunakan sebagai sumber listrik pemukiman kampung utara warga Saobi.

Untuk pemukiman Kampung, Saobi Lao, Bunginnyarat dan Sapapan sudah terdapat diesel untuk memenuhi kebutuhan listrik warganya. Untuk menikmati listrik yang dimulai dari pukul 5 sore ini, para warganya harus membayar ekstra, tidak seperti tarif yang dikenakan oleh masyarakat di kota.

Tarif untuk listrik ini terbagi berdasar peralatan elektronik yang digunakan tiap rumah dan juga tiap dusun memiliki tarif yang berbeda juga.

Di Kampung, tarif seharga Rp.65.000 untuk seluruh lampu yang dipasang pada rumah penyewa, sedangkan di Bungin untuk tiga buah lampu perlu membayar Rp.50.000 per bulannya. Lalu pembayaran untuk TV memilki tarif yang sama yaitu Rp.65.000 dan kulkas dengan tarif Rp.300.000.

Persamaan mendasar dari keseluruhan pemukiman di desa Saobi ialah minimnya penggunaan listrik saat siang hari.  Saat siang hari seluruh pemukiman tidak terlihat menggunakan peralatan elektronik seperti tv.

Listrik memang sengaja tidak digunakan, untuk menghemat daya. Untuk siang hari akan terlihat sama setiap pemukiman, akan tetapi akan terasa perbedaannya saat malam hari.

Seperti halnya desa Temor yang hanya mengandalkan tenaga surya untuk memenuhi kebutuhan listriknya. Cahaya dari lampu-lampu yang dikeluarkan terlihat redup dan juga jalanan yang gelap.

Menurut warga Saobi pemukiman yang berada di pulau ini akan mendapatkan aliran listrik dari PLN. Listrik dari PLN ini rencananya akan menerangi tiga pemukiman di pulau Saobi yaitu Kampung, Saobi Temor dan Saobi Lao.

Terlihat sudah ada proses pengerjaan untuk proyek PLN ini, di pemukiman kampung sudah terdapat tiang-tiang listrik yang tertanam dan yang juga telah dipasangi kabel, serta dapat kita lihat juga kantor PLN yang sedang dalam proses pembangunan yang berada di dusun Impress.

Pengerjaan PLN ini sudah dimulai dari bulan Februari dan menurut rencana selesai di akhir bulan Agustus. Namun karena suatu insiden pengerjaan menjadi terhambat. Diketahui bahwa tersendatnya pengerjaan karena tenggelamnya module untuk mengkonversi sinar matahari menjadi listrik searah.

Melihat kondisi Saobi, semoga terdapat pengerjaan pembagunan pembangkit listrik Saobi segera rampung dan mencapai hasil yang memuaskan. Apa yang didambakan warga Saobi segera taercapai.

Kontributor || Kafa Nadiyansyah, IMPALA UB

Editor || Dala Aria, WI 170013

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: