Oleh : Nazwa Rizqi Tsalsabila
Lawalata IPB
WartapalaIndonesia.com, EDUKASI – Budaya suku Baduy Dalam, yang dikenal dengan adat istiadat kuat dan gaya hidup sederhana, tetap dijaga ketat meskipun pariwisata semakin berkembang di kawasan ini.
Salah satu kebijakan yang diambil dalam rangka melindungi adat suku Baduy adalah penutupan pariwisata selama tiga bulan dalam kalender adat, yaitu di bulan Kasa, Karo, dan Katiga. Penutupan ini memberikan ruang bagi masyarakat Baduy untuk fokus pada ritual-ritual penting tanpa interaksi dengan wisatawan.
Anak-anak suku Baduy Dalam sejak dini diajarkan untuk menghormati dan melestarikan tradisi yang diwariskan leluhur mereka. Pada penutupan pariwisata selama tiga bulan, warga Baduy Dalam akan berkumpul untuk mengikuti pendidikan adat yang bertujuan memperkuat identitas budaya mereka.
Di sisi lain, pariwisata yang telah hadir di kawasan Baduy Dalam, melalui peran masyarakat sebagai pemandu wisata dan penyedia homestay, memberikan dampak positif bagi kehidupan mereka.
Masyarakat merasakan manfaat ekonomi yang signifikan, membantu mereka meningkatkan kesejahteraan tanpa meninggalkan adat. Mereka menyambut wisatawan dengan senang hati, asalkan para pengunjung menghormati aturan yang berlaku.
Salah satu aturan utama yang ditekankan adalah larangan mengambil foto atau video di wilayah Baduy Dalam. Wisatawan juga tidak diperkenankan melewati batas-batas tertentu, seperti taman di rumah Kepala Suku.
Hal itu dimaksudkan untuk menjaga privasi dan kearifan lokal yang dijunjung tinggi. Warga Negara Asing hanya diperkenankan masuk sampai Baduy Luar saja. Penggunaan bahan kimia juga dilarang untuk tetap menjaga alam mereka.
“Lebih baik menjaga adat daripada merusak adat,” ujar Ayah Serli, seorang pemuda yang menjunjung tinggi adat Baduy Dalam.
Baginya, kebijakan ini penting untuk memastikan bahwa nilai-nilai budaya tetap lestari di tengah tantangan modernisasi dan meningkatnya kunjungan wisatawan.
Dengan tetap menjaga batas-batas tersebut, masyarakat Baduy Dalam berharap agar pariwisata terus mendukung kelestarian budaya mereka, sekaligus memperkaya pengalaman pengunjung dengan cara yang saling menghormati. (nrt).
Editor || Ahyar Stone, WI 21021 AB
Foto || Lawalata IPB
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)