Bersama PKD Mapala Jawa Tengah, Mitapasa Ikuti Konservasi Laut

Foto bersama peserta Konservasi Laut di Desa Kemujan, Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara. (WARTAPALA INDONESIA/ Humas Mapala Mitapasa)

Wartapalaindonesia.com, KONSERVASI – Kekayaan alam Indonesia merupakan salah satu aset untuk generasi penerus bangsa yang patut dijaga mulai hari ini, esok, dan selamanya.

Namun pada kenyatannya melindungi dan melestarikan alam tak semudah membalikkan telapak tangan.

Kali ini, Mapala Mitapasa ikuti kegiatan konservasi laut di  Desa Kemujan, Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara selama lima hari pada tanggal 7-11 September 2108.

Konservasi laut berupa penanaman (transplantasi) terumbu karang ke laut ini digagas oleh Pusat Koordinasi Mapala Jawa Tengah yang bertajuk “Save Karimun Jawa Coral Reefs.”

Konservasi yang diikuti oleh 20 mahasiswa dari berbagai Mapala Se-Jawa Tengah ini dilatar belakangi oleh banyaknya kerusakan terumbu karang di sekitar kepulauan Karimun Jawa serta banyaknya warga sekitar yang tidak tahu akan pentingnya keberadaan terumbu karang.

Kerusakan ini disebabkan oleh kapal-kapal tongkang milik investor yang biasa berlabuh di daerah tersebut.

Haidar Mahameru Hikamatiar, Mapala Argajaladri Unissula (ketua panitia) menjelaskan tujuan diadakannya kegiatan ini yaitu untuk menyelamatkan terumbu karang sebagai salah satu komponen pendukung biota laut lainnya dan mengedukasi masyarakat sekitar akan pentingnya terumbu karang bagi kesejahteraan manusia.

Upaya penyelamatan terumbu karang tersebut juga dilakukan dengan mengusut dan menolak keras kapal-kapal tongkang tersebut agar tidak kembali berlabuh disekitar perairan kepulauan Karimun Jawa.

“Jika warga sekitar sadar akan pentingnya karang maka kapal tongkang yang masuk perairan konservasi bisa dihadang bersama – sama,” jelas Haidar.

 “Selain kegiatan transpalantasi terumbu karang ada pula kegiatan sosialisasi kepada warga sekitar Desa Kemujen terkait pelarangan kapal tongkang yang berlabuh di desa dan sosialisasi ini bekerja sama dengan Balai Taman Nasional”, jelas Bachtiar Rahman, Mapala Mitapasa IAIN Salatiga.

Konservasi laut ini berhasil menanam 65 terumbu karang yang ditanam dengan cara menyelam (diving) menggunakan model jaring besi dan beton semen sebagai media transplantasinya dengan kedalaman 3-6 meter.

Adapun teknik yang digunakan yaitu teknik transplantasi fragmentasi yakni dengan cara mematahkan skeleton karang hidup dan meletakkannya pada media baru.

Jenis terumbu karangnya yaitu Acropora Cervicurnis.

Acropora Cervicurnis merupakan terumbu karang yang berbentuk seperti pipa kecil atau tanduk kijang dan berwarna cokelat muda. Jenis terumbu karang ini dapat hidup pada kedalaman 3 – 15 meter dengan kondisi air yang jernih dan tidak berpolusi.

Kontributor || Humas Mapala Mitapasa

Editor || Nindya Seva Kusmaningsih

Kirim Pers Release kegiatan / artikel / berita / opini / tulisan bebas beserta foto kegiatan organisasi / komunitas / perkumpulan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan