Bioprospeksi adalah Cara Memanfaatkan Sumber Daya Alam Tanpa Merusaknya

Caption foto : Memelihara lebah Trigona dan menanam sesuai kebutuhan si lebah, akan menjadi keseimbangan yang akan mencukupi kebutuhan hidup kita.  (WARTAPALA INDONESIA / Cak Jie).

WartapalaIndonesia.com, SLEMAN – Seorang aktifitas dan juga volunteer, Aji atau Cak Jie Soerabaja karena berdomisili di Surabaya, di kesempatan wawancara dengan media menyampaikan banyak hal tentang konservasi yang harus dilakukan bersamaan dengan mitigasi. Agar Pengurangan Resiko Bencana (PRB) bisa berkurang bahkan tidak terjad. (24/9/2024).

Kita sebagai manusia kata Cak Jie, harus sadar dan jangan melupakan warisan serta perjuangan leluhur. Kita hidup sampai detik ini berkat leluhur yang mengajarkan keselarasan dalam hidup untuk toleransi dan empati.

“Cukup tidak berlebih, berbagi dalam kebermanfaat, dan bermartabat jangan berharap apapun untuk mendapatkan balasan.”

Saat ini lagi hits akan kata Bioprospeksi, menurut Cak Jie sebuah kegiatan eksplorasi, koleksi, penelitian, dan pemanfaatan sumber daya genetik dan biologi secara sistematis.

Bioprospeksi juga dapat diartikan sebagai pencarian dan komersialisasi sumber daya alam yang dapat memberikan manfaat bagi manusia. Tujuan bioprospeksi adalah mencari dan mengeksplorasi sumber daya hayati untuk dimanfaatkan demi keuntungan.

Bioprospeksi merupakan salah satu cara untuk memanfaatkan sumber daya alam tanpa merusaknya. Bioprospeksi juga dapat membantu melindungi sumber daya keanekaragaman hayati dan menghindari kerusakan.

Contoh yang disampaikan Cak Jie adalah air hujan sebagai sumber kehidupan di mana pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan utama pasti membutuhkan air. Di sini peran penting air hujan sebagai sumber air yang ada di bumi. Air hujan kita kelola dan ditabung untuk dimanfaatkan.

Dengan memelihara lebah Trigona hidup dan menanam sesuai kebutuhan si lebah, akan menjadi sebuah keseimbangan yang akan mencukupi kebutuhan hidup kita dan kita tidak boleh berlebihan. Di konsep 5M (menanam, menjaga, merawat, melestarikan) sangatlah sederhana dan semua bisa melakukannya.

Kita mengamalkan, menjaga, merawat, melestarikan, marwah dan fitrahnya Al Waqiah 68, Al Anbiya 30 (Air Hujan) dan An Nahl 68-69 (Lebah Madu). Kita toleransi, empati pada makhluk lain yang lebih duluan diciptakan sebelum kita dilahirkan. (**)

Kontributor || Danang Arganata, WI 200050
Editor || Nindya Seva Kusmaningsih, WI 160009

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.