WARTAPALA INDONESIA

Brawijaya Saobi Society Research

Caption foto: Peserta sedang bercengekrama dengan warga sekitar untuk menggali aspek kehidupan masyarakat. (WARTAPALA INDONESIA/ IMPALA UB)

Wartapalaindonesia.com, MALANG – Brawijaya Saobi Society Research adalah sebuah kegiatan penelitian yang dilakukan oleh Ikatan Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Brawijaya (IMPALA UB). Penelitian ini berlangsung pada tanggal 7-20 Juli 2019 di Pulau Saobi, Kecamatan Kangayan, Sumenep, Jawa Timur.

Kegiatan yang berhubungan dengan sosial masyarakat dan kepencintaalaman sering dilakukan oleh IMPALA UB, salah satunya adalah Pengembaraan.

Pengembaraan menjadi salah satu pendidikan terakhir dari perjalanan anggota muda IMPALA UB. Pengembaraan IMPALA UB sendiri ialah sebuah kegiatan eksplorasi dan penelitian sosial ilmiah masyarakat yang rutin dilakukan setiap tahunnya oleh anggota muda.

Pada tahun ini terdapat sepuluh orang dalam penelitian yang dilakukaan, terdiri dari delapan orang Anggota Muda dan dua orang pendamping. Kesepuluh orang tersebut diantaranya Destu S. Inanda (FP 2017), Audrey Wia (FAPET 2017), Ahmad Tajul Muluk (FP 2018), Aninda Laksita (FIA 2017), Kafa Nadiyansyah (FH 2018), Muhammad Catur Putra ( FT 2017), Nabila Sofia (FH 2018), Nisrina Arifah (FTP 2018), Riko Susiloputro ( FTP 2015) dan diarahkan oleh Sefano Fahmi (FP 2017) sebagai koordinator lapangan.

Dalam persiapan, tim telah dimantapkan dengan pembekalan baik fisik maupun materi-materi praktis dari korlantap (koordinator latihan pemantapan). Selain itu juga telah dilaksanakan simulasi dan try out sebagai bentuk latihan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi yang ada di lapangan.

Adapun simulasi dilaksanakan di Desa Ngadiwono, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan selama dua hari. Sedangkan try out dilaksanakan di Pantai Sendangbiru dan Pantai Tamban Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang selama empat hari.

Bentuk kegiatan ini berupa penelitian Eksploratif. Penelitian eksploratif yaitu dengan menggali informasi tentang berbagai aspek kehidupan di dalam masyarakat tersebut. Fokus dari penelitian ini adalah Penelitian Sosial Masyarakat dan Kehidupannya. Serta pendataan potensi kawasan sekitar Cagar Alam Indonesia. Dimana seluas 430 Ha lahan di Pulau Saobi ditetapkan sebagai Cagar Alam berdasarkan SK : GB No. 83 Stbl. 469, 25 Oktober 1926.

Dalam penelitian eksploratif ini ada enam aspek kehidupan, antara lain gambaran umum, aspek bahasa dan komunikasi, aspek ekonomi, aspek antropologi dan psikologi sosial, aspek kearifan lokal dan aspek ketahan pangan, dan pemanfaatan flora fauna.

Pemilihan lokasi ini dikarenakan di pulau Saobi ini belum adanya data potensi daerah tersebut. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini masyarakat umum dan lembaga terkait lebih mengerti potensi pengembaran, khususnya kawasan Pulau Saobi, Kecamatan Kangayan, Sumenep, Jawa Timur yang dilakukan oleh Mahasiswa Universitas Brawijaya. Dengan adanya data potensi tersebut diharapkan dapat menjadi analisa pemerintah dalam penentuan arah kebijakan.

Kontributor || IMPALA UB

Editor || Nindya Seva Kusmaningsih, WI 160009

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: