Bung Karno Sambut TWKM 29, Awal Kesadaran Konservasi Pencinta Alam

Wartapalaindonesia.com, BANTAENG – Kejutan terjadi pada agenda sidang Pleno 3 Temu Wicara (TWKM) 28 Mapala UMI Makassar Sulsel, banyaknya suara pesimisme yang menganggap 20 tahun lebih pertemuan TWKM Mapala tidak pernah ada output. Seolah menjadi tantangan peserta Temu Wicara TWKM 28, para Pimpinan intelektual Pencinta Alam menjawabnya pada sidang Pleno 3 yang bertempat di Gedung Kartini Kabupaten Bantaeng Sulsel pada Jum’at 21 Oktober 2016.

Peran dan eksistensi Mahasiswa Pencinta Alam dan pelestarian kawasan karst dan terumbu karang di Indonesia yang menjadi Tema TWKM 28 persembahan Mapala UMI. Seolah teramini sekaligus menyatukan visi pergerakan Mahasiswa Pencinta Alam dalam mengupayakan kesadaran konservasi dan advokasi penyelamatan lingkungan di Indonesia.

Hal tersebut tampak pada hasil keputusan sidang Pleno 3 tentang penetapan tuan rumah penyelenggara TWKM 29, di mana Marpala UBK ditetapkan sebagai penyelenggaranya dari 6 bakal calon tuan rumah TWKM 29. Sedangkan calon tuan rumah TWKM 29 berjumlah 5 organisasi setelah Astacala Universitas Telkom Bandung yang di rekomendasikan oleh peserta sidang menjadi tuan rumah TWKM 29 menyatakan ketidaksediaannya.

Kelima organisasi tersebut antara lain Mapatala Universitas Tadulako, Marpala Cadas.Com, Mapala Meratus, Mapala Unisi dan Mapala UBK. Sebelum dilakukan voting oleh peserta sidang, kelima calon tuan rumah TWKM 29 diberi kesempatan untuk mempresentasikan visi misi dan profile serta kesiapan organisasinya sebagai tuan rumah TWKM 29.

Presentasi dilakukan oleh calon tuan rumah TWKM 29 dengan melakukan penawaran tentang keunggulan yang akan diberikan pada peserta TWKM 29. Diawali oleh Mapatala Universitas Tadulako Palu Sulteng, yang pernah menjadi tuan rumah TWKM 15 pada tahun 2003.

Kesiapan Mapatala menjadi tuan rumah TWKM 29 sangat terlihat kala mendapat 3 rekomendasi, pertama rekomendasi dari Rektor Universitas Tadulako Palu, kedua dari Gubernur Sulteng dan ketiga dari Polda Sulteng. Namun Mapatala harus bersabar kala perolehan suara yang didapat sebanyak 21 suara dari 211 pemilih.

Kunjungi FB : TWKM 28 Sulsel dan FB : Mapala UMI Makassar

Presentasi kedua dari Mapala Cadas.Com, di mana mendapat surat rekomendasi dari Rektor STT Migas Balikpapan Kalimantan Timur, Marpala Cadas.Com menawarkan TWKM dengan konsep kesederhanaan dengan berfokus pada isu lingkungan yang terjadi di Kalimantan Timur. Pada pemilihan suara kali ini, Mapala Cadas.Com mendapat 13 suara.

Mapala Meratus IAIN Antasari Banjarmasin Kalimantan Selatan melanjutkan agenda presentasi dengan kesiapan yang juga baik, Mapala Meratus mendapatkan surat rekomendasi dari Rektor IAIN Antasari Banjarmasin Kalimantan Selatan. Tiga puluh enam pemilih, Mapala Meratus cukup layak menjadi tuan rumah TWKM yang akan datang, namun harus bersabar untuk TWKM 29.

Jogja istimewa, istimewa orangnya istimewa bentang alamnya membuka presentasi Mapala Unisi Universitas Islam Indonesia Yogyakarta. Mapala yang pernah menjadi tuan rumah TWKM ke-10 pada tahun 1998, kelayakan Mapala Unisi menjadi tuan rumah TWKM 29 sudah tidak diragukan lagi ditunjang dengan sumberdaya yang memadahi. Hanya saja pada pemilihan kali ini, Mapala Unisi mendapat suara 6 suara lebih sedikit dari Mapala Meratus IAIN Antasari Banjarmasin.

Presentasi terakhir diberikan kepada Marpala Universitas Bung Karno (UBK) Jakarta dengan kesediaan dan mendapat rekomendasi dari Rektor UBK. Marpala UBK dipercaya peserta sidang sebagai tuan rumah TWKM 29 dengan mendapat 105 suara dari total 211 suara. Marpala UBK yang mengangkat tema “aktualisasi mahasiswa Pencinta Alam terhadap sumber daya alam Indonesia” langsung mendapat hati dan kesamaan visi bagi pemilih.

Ucapan selamat langsung berdatangan kala ketok palu pimpinan sidang mensyahkan surat keputusan pada pukul 17.59 WITA Marpala UBK menjadi tuan rumah TWKM 29. Michael Moore yang dipercaya untuk mempresentasikan Marpala UBK mengatakan, “ini menjadi harapan dari kami Marpala UBK, semoga TWKM ke-29 nanti sesuai dengan apa yang kita harapkan, dan dapat berkontribusi pada lingkungan hidup indonesia.”

“Dan juga mungkin ini harapan dari teman-teman bahwa keberadaan TWKM menjadi suatu pergerakan yang menghasilkan output dan dapat menjadi solusi bagi masyarakat Ibu kota sebagai percontohan dari kota-kota di daerah lainnya.”

Saat ditanya tentang output apa yang ingin dicapai oleh Marpala UBK sebagai tuan rumah TWKM 29 yang akan datang, Mahasiswa manajemen sumber daya manusia tersebut dengan tenang menjawab, “timbulnya kesadaran Marpala akan pentingnya melestarikan lingkungan akan menjadi triger untuk mengadvokasi serta memperjuangkan hak-hak masyarakat yang tidak diperhatikan pemerintah.”

“Dan pada prinsipnya  kami siap menyelenggarakan TWKM ke 29 dan mensukseskannya sebagai agenda nasional,” tambahnya.

“Dan sebetulnya juga diharapan dari kegiatan TWKM 29 nanti tercipta sebuah gerakan yang dapat menjadi solusi bagi permasalahan lingkungan yang ada di Indonesia,” lanjut Michaell.

Kala dikonfirmasi akan tantangan apa yang akan dihadapi kala menjadi tuan rumah penyelenggara TWKM 29, anggota Marpala UBK angkatan 2013 itu menjawab dengan halus, “pembenahan sistem TWKM akan sangat krusial di mana pada sistem ada beberapa isu yang harus dipelajari kembali.”

“Tantangan juga akan terjadi kala PKN kini jauh dari pusat pemerintahan, akan tetapi kembalinya TWKM ke Ibu Kota, itu menjadi momentum bagi teman-teman sebagai indikasi bahwa kita semua membutuhkan perubahan di TWKM itu sendiri,” tambah Michael.

“Dan yang paling menggembirakan dari itu semua, kesadaran konservasi di kalangan aktivis Pencinta Alam semakin nyata kala esensi TWKM semakin memperhatikan output nyata bagi kelestarian lingkungan di Indonesia,” tutup Michaell.

Laporan : A. Phinandhita P.

Editor : Ragil Putri Irmalia

Kirim Pers Release kegiatan / artikel / berita / opini / tulisan bebas beserta foto kegiatan organisasi / komunitas / perkumpulan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081553355330 (Telp/SMS/WA)

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.