WartapalaIndonesia.com, SURAKARTA – Talkshow Wartapala yang ditayangkan secara zoom dan siaran langsung di akun Youtube Wartapala, diserang penyusup. Akibatnya serius, akun Youtube Wartapala langsung di-remove, atau dihapus permanen oleh pihak Youtube.
Talkshow Wartapala yang membahas keikutsertaan Mapala fakultas di TWKM (Temu Wicara Kenal Medan) yang menghadirkan 3 narasumber, berlangsung pada malam hari, 29 April 2025.
Direktur Wartapala Kantor Perwakilan Surakarta Abdul Aziz yang bertindak sebagai host talkshow menerangkan, 3 narasumber yang dihadirkan masing-masing adalah Dian AS (Sekber PPA DIY). Vivaldi Emri Nobel (Koordinator PKN Mapala se Indonesia). Rinal Afriandi (Ketua Mapatala Universitas Tadulaku).
Di meeting zoom tercatat talkshow tersebut diikuti 70 lebih anggota Mapala dari berbagai daerah di Indonesia dan beberapa anggota pecinta alam dari Timor Leste. Di luar mereka tentu saja hadir pula penyusup.
“Penyusup melancarkan serangan saat narasumber memaparkan sudut pandangnya mengenai boleh dan tidaknya Mapala fakultas mengikuti TWKM 34 yang sebentar lagi dilaksanakan di Palu,” jelas Aziz.
Mendadak di layar zoom semua peserta, muncul tayangan tidak senonoh sekitar 20 detik. Dalam durasi ini, beberapa peserta sempat mengirim chat agar host langsung kick (mengeluarkan) si penayangnya dari peserta zoom.
“Ketika saya mau bertindak, justru saya yang malah di-kick dari zoom,” kata Aziz.
Padahal terang Aziz, yang jadi host cuma dirinya, yang berarti hanya dia yang bisa mengeluarkan peserta zoom. Tetapi yang terjadi malah dia yang dikeluarkan
Terhadap tayangan tidak senonoh tadi, Aziz sebenarnya sudah mengatur disetingan zoom, peserta tak bisa share screen, atau menayangkan gambar diam dan video saat zoom berlangsung. Setingan ini rupanya mampu dijebol penyusup.
Setelah di-kick, Aziz kembali masuk zoom. Tetapi peserta yang tersisa tinggal separuh. Peserta banyak yang keluar imbuh Aziz, karena saat tayangan penyusup berlangsung, muncul pula semacam perintah yang menyuruh peserta keluar dari zoom.
“Banyak peserta mengikuti perintah itu. Mungkin juga takut perangkatnya diserang virus atau semacamnya,” kata Aziz.
Meski talkshow via zoom dapat dilanjutkan, tetapi tidak dengan Youtube. Beberapa peserta yang menyimak talkshow di akun Youtube Wartapala, kirim pesan ke Humas Wartapala. Mereka melaporkan Yotube Wartapala tidak bisa ditonton.
Editor Wartapala Danang Arganata yang menerima pesan, langsung cek email dan Youtube Wartapala. Di email Wartapala ada pesan dari pihak Youtube, yang kalau diterjemahkan ke bahasa Indonesia kurang lebih artinya begini:
Kami (Youtube) mereview akun Anda (Wartapala) dengan hati-hati dan kami dapat konfirmasi bahwa akun itu melakukan pelanggaran atas regulasi Youtube terkait seks dan ketelanjangan. Kami tahu ini mengecewakan Anda, tapi sudah tugas kami utk menciptakan lingkungan aman di YouTube.
Sebagaimana hal tersebut berpengaruh ke akun Anda, kami tidak akan mengembalikan akun tersebut ke YouTube.
“Itu alasan pihak Youtube me-remove permanen akun Youtube Wartapala,” kata Danang.
Usai talkshow, Aziz dan Danang melakukan banding ke pihak Youtube, meminta akun Youtube Wartapala dipulihkan. Tetapi jawaban dari pihak Youtube, “Akun Anda (Wartapala) di-banned. Tak bisa dikembalikan”. (as).
Kontributor || Nindya Seva Kusmaningsih, WI 160009
Editor || Ahyar Stone, WI 21021 AB
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)