WARTAPALA INDONESIA

Cara Sederhana dan Efektif, MABIM KSDA DASPA

Wartapalaindonesia.com, SIDOARJO – MABIM (Masa Bimbingan) Anggota Diklat DASPA (Darma Satya Pala ’07) STKIP PGRI Sidoarjo merupakan pembekalan materi mengenai organisasi dan divisi, ada beberapa divisi yakni Hutan Gunung, Panjat tebing dan Konservasi Sumber Daya Alam.

Pada Minggu 22 April 2018 melaksanakan MABIM Konservasi Sumber Daya Alam yang diikuti oleh beberapa Anggota Diklat DASPA, beberapa pendamping dan pematerinya adalah Siti Noer Maliha Anggota Tetap DASPA yang juga Kader Konservasi.

kegiatan ini dilaksanakan di bantaran aliran sungai Buduran Sidoarjo Materi Konservasi yang diberikan adalah Biotilik. Biotilik merupakan metode pemantauan kesehatan sungai dengan menggunakan indikator makro invertebrate (hewan tidak bertulang belakang seperti capung, udang, siput dan lainnya).

Hasil pemantauan ini dapat memberikan petunjuk adanya gangguan lingkungan pada ekosistem sungai, sehingga dapat dirumuskan upaya penanggulangan yang dibutuhkan. Oleh karena itu Biotilik dianggap sebagai cara yang paling sederhana dibandingkan cara lainnya namun hasilnya tidak kalah akurat dengan metode lainnya.

Sungai merupakan ekosistem air di darat yang sangat rentan akibat kerusakan daerah resapan air dan bantaran sungai serta eksploitasi sumber daya alam di daerah aliran sungai (DAS) yang tidak memperhatikan daya dukung lingkungan.

Siti Noer Maliha atau yang akrab dipanggil Damar memaparkan proses-proses pengambilan data serta cara mengetahui keadaan sungai tersebut. Dia juga berpesan, “Sidoarjo yang dijuluki kota udang dan didominasi dengan sungai-sungainya akan tetapi sangat disayangkan akan kondisinya, berharap kepada semua elemen masyarakat dan pemerintah ikut peduli terhadap sungai.”

“Oleh karena itu kita sebagai pecinta alam selayaknya juga harus lebih aktif ikut serta menjaga keseimbangan alam ini. Banjir,pencemaran sungai oleh limba rumah tangga limba pabrik serta perilaku yang merusak lainnya masi sering terjadi disekitar sini,” imbuh gadis yang juga tergabung di Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia (FK3I) Jatim itu.

Masyarakat bisa ikut menjaga lingkungan dari hal-hal kecil namun dampaknya akan besar nantinya, tidak membuang sampah di sungai, merawat dan memperhatikan irigasi rumah tangga dan banyak cara lainnya namun, kebanyakan manyarakat tidak menghiraukan hal itu.

Kesadaran masih kurang akan tetapi bila ada bencana seperti banjir, wabah penyakit baru mengerti akan pentingnya menjaga lingkungan.kita seharusnya tidak menunggu sakit untuk berobat namun, menjaga agak tidak terkena penyakit itu yang lebih penting.

Kontributor || Alfun Salam

Editor || A. Phinandhita P.

Dokumentasi || DASPA (Darma Satya Pala ’07)

DASPA (Darma Satya Pala ’07)
DASPA (Darma Satya Pala ’07)

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: