Danau Manduro, Ranukumbolonya Mojokerto

Suasana sore di Danau Manduro desa Manduro, Ngoro, Mojokerto, Minggu (13/5/2018). Gunung Penanggungan berdiri gagah sebagai latar menjelang senja. (WARTAPALA INDONESIA/ Yulia Ningsih)

Wartapalaindonesia.com, EKSPLORE – Danau Manduro, begitu masyarakat sekitar menyebutnya. Terletak sekitar 30 kilometer arah selatan dari pusat kota Surabaya. Danau ini masih masuk kawasan pegunungan Penanggungan.

Wisata yang baru dibuka sekitar 3 minggu ini, tiap hari libur banyak dikunjungi wisatawan baik lokal maupun luar kota. Saat menjelang senja view yang ditawarkan mirip dengan ranukumbolo meski strukturnya jelas berbeda.

Banyak batu besar yang membuat karater danau memiliki ciri khas tersendiri. Hingga danau ini layak digunakan sebagai wisata alternatif.

Bagi wisatawan yang ingin berkunjung, registrasi masih free, hanya membayar parkir sebesar dua ribu untuk motor dan empat ribu untuk mobil. Jalur mobil menuju lokasi cukup baik, disarankan banyak bertanya ke warga sekitar untuk akses menuju lokasi, sebab belum terpasangnya penunjuk arah.

“Dulu tempat ini galian sirtu, selama bertahun-tahun ada galian. Semenjak sudah ditutup proses penggaliannya muncullah danau akibat sering hujan,” ujar Ita Kusumawati warga setempat saat dihubungi WI di lokasi.

“Sejak itu terbentuklah danau Manduro begitu, kami masyarakat setempat menyebutnya, yang sekarang jadi viral di social media,” tambah Ita.

“Saya sebagai pengunjung wisata sekaligus warga asli tetangga desa setempat sangat berterima kasih kepada wisatawan yang hadir dengan tetap menjaga lokasi danau untuk tidak buang sampah sembarangan,” ujar Yulia Ningsih wisatawan yang juga seorang Pencinta Alam.

“Boleh berfoto dan menikmati keindahan danau view gunung Penanggungan tapi tetap harus berhati-hati dan tetap menjaga sopan santun,” tambahnya.

Kontributor || Yulia Ningsih

Editor || A. Phinandhita P.

bagikan

1 Komentar

Tinggalkan Balasan