Wartapalaindonesia.com, SOSOK – Baru-baru ini masyarakat dunia dihebohkan dengan sosok wanita dengan seekor harimau dalam satu perahu. Dalam dunia atas langit tak kalah ramai dengan ucapan salut atas keberaniannya, hingga acara talkshow di televisi swastapun menghadirkan sosok jenius yang akan kita kenal ini. Siapa dia? Dia cantik, Dia sahabat harimau, Dia Wanala.
Drh. Erni Suyanti Musabine atau yang lebih akrab disapa dokter Yanti merupakan sosok yang tak bisa dilepaskan dari produk sukses didikan alam. Berbagai prestasi telah diukirnya dalam dunia relawan konservasi satwa liar, lulusan FKH Unair tahun 2002 ini telah memberi teladan pada kita bahwa cinta kepada makhluk lain merupakan bagian dari mencintai alam.
Profil dokter hewan yang dengan mudah kita temukan di berbagai media ini, dalam tugasnya tak jarang menempuh lebatnya hutan berhari-hari demi menyelamatkan hewan dari perburuan liar. Namun siapa sangka, jika keahlian itu beliau dapatkan bukan tanpa disengaja, jauh-jauh hari dokter yang bercita-cita ingin menjadi arsitektur ini sudah menyiapkan diri dengan mengikuti UKM Pencinta Alam di kampusnya (Wanala Unair).
Jiwa dan raganya tentang mencintai alam sudah terbentuk matang di salah satu organisasi Mahasiswa Pencinta Alam terbesar di Indonesia. Maka tak heran jika dokter yang kini mengabdikan diri di BKSDA Bengkulu ini berbagi pengalaman kepada insan pencinta alam di Indonesia. Berikut beberapa pertanyaan yang Wartapala Indonesia ajukan kepada beliau.
Apa motivasi Ibu gabung di Wanala?
Yang jelas saya menyukai kegiatan petualangan di alam bebas, terutama yang ada hubungannya dengan konservasi satwa liar, namun saya juga menyukai kegiatan lainnya seperti panjat tebing, arung jeram, dayung, caving dan hutan gunung.
Dan di Wanala Unair juga ada divisi khusus tentang Pendidikan Lingkungan Hidup dan Alam Bebas, kegiatannya kombinasi antara petualangan dengan pendidikan lingkungan dan penelitian, seperti Kelompok Studi Penyu (KSP), analisa vegetasi, pengamatan satwa liar dan lain-lain yang dilakukan secara berkelanjutan di beberapa Taman Nasional di Jawa Timur.
Bagaimana pandangan pribadi Ibu tentang Pencinta Alam?
Berdasarkan pengalaman dan merasakan manfaatnya sebagai anggota pencinta alam, di situ kita diajarkan manajemen kegiatan dan kerjasama tim sehingga dalam kehidupan sangat mendukung pekerjaan, apalagi saat terjun di masyarakat.
Adakah manfaat ibu bergabung di Pencinta Alam?
Bukan bermaksud membandingkan, sebab ini juga diakui oleh teman-teman dari organisasi lain bahwa dalam berkegiatan di Pecinta Alam selalu diajarkan team work, karena kerjasana tim yang kuat dan bagus akan mendukung keberhasilan kegiatan. Rasa kekeluargaan antar anggota yang begitu kuat di organisasi Pecinta Alam juga mendukung menciptakan kerjasama tim yang baik, dan ini merupakan bekal saat terjun ke masyarakat yang menjadi senjata kita untuk dapat mencapai tujuan bersama.
Sebab saat terjun di masyarakat, biasanya yang bisa bekerja dengan baik dan bisa berkomunikasi dan menjalin relasi dengan baik dengan orang lain bukan tergantung dari dulunya pintar tidaknya secara akademis, tapi mereka yang terlatih berorganisasi yakni terbiasa bekerja dalam tim, punya kemampuan leadership (memiliki jiwa kepemimpinan), punya kemampuan manajemen kegiatan dan bisa berkomunikasi dengan baik dengan berbagai pihak.
Adakah ilmu dari Pencinta Alam yang ibu rasakan?
Fokus pekerjaan saya adalah dibidang konservasi satwa liar di habitat alaminya, ini artinya menangani satwa liar di hutan bukan di dalam kandang, maka justru ilmu kepecintalaman dari Wanala Unair sangat mendukung pekerjaan saya, memiliki ilmu kedokteran hewan saja tidak cukup, karena harus keluar masuk hutan, tinggal dan flying camp selama berhari-hari di dalam hutan untuk penyelamatan dan perawatan satwa yang terluka atau sakit serta saat terlibat dalam patroli hutan, bekerja dengan tim yang semuanya laki-laki, berjalan kaki melalui medan yang berat, menaiki dan menuruni bukit serta menyeberangi sungai di bagian hulu, terkadang juga harus menerapkan ilmu survival bila perbekalan habis selama berada di dalam hutan, harus mendayung perahu sendiri saat memasuki kawasan konservasi.
Di lapangan kami semua dituntut untuk mandiri dan bisa melakukan semua hal tersebut dan dituntut memiliki ketrampilan untuk melakukan semua itu. Di Wanala juga diajarkan untuk memiliki mental yang kuat dan semangat pantang menyerah, hal ini juga sangat mendukung pekerjaan saya selama ini sehingga saya bisa bertahan sampai sekarang untuk membantu satwa liar di hutan yang membutuhkan pertolongan.
Semua itu sudah terlatih sejak tergabung menjadi anggota Wanala Unair, sehingga membuat saya bisa bertahan dan menyukai pekerjaan saya. Dan sebelumnya mereka yang tidak menyukai kegiatan petualangan di alam bebas dan mencoba bekerja seperti saya membuat mereka tidak bertahan lama, hal itu pernah terjadi. Oleh sebab itu ilmu kepencintaalaman selalu dapat bersinergi dengan ilmu lainnya.
Apa pesan Ibu kepada para Pencinta Alam?
Ya, jadikan ilmu dan organsisasi pencinta alam ini bukan hanya untuk bersenang-senang atau hanya sekedar menyalurkan hobi petualangan, tapi manfaatkan juga untuk belajar, belajar berorganisasi, belajar bekerjasama tim, belajar menjalin relasi, melatih fisik dan mental yang kuat agar tidak mudah menyerah dalam kondisi seburuk apapun, karena ilmu kepencinta alaman sangat mendukung untuk kegiatan maupun pekerjaan apasaja nantinya.
Demikianlah pesan dari dokter kelahiran Nganjuk 14 September 1975 yang bangga dengan passionnya dan sebagai anggota pencinta alam, selain dedikasi tanpa pamrih untuk menyelamatkan hewan langkah di Indonesia yang menjadi indikator kelestarian sebuah ekosistem hutan, lebih dari itu beliau adalah salah satu pahlawan konservasi aset bangsa.
Dan saat ini hingga esok, alam masih menunggu kader-kader alam lainnya, seperti kader pencinta alam jebolan Wanala Unair yang bermanfaat bagi sesama ini drh. Erni Suyanti Musabine, Viva Wanala, Jaya Pencinta Alam Indonesia, Lestari Alam kita bersama, Salam Lestari.
Laporan : A. Phinandhita P.
Editor : Ragil Putri Irmalia
Kirim Pers Release kegiatan / artikel / berita / opini / tulisan bebas beserta foto kegiatan organisasi / komunitas / perkumpulan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081553355330 (Telp/SMS/WA)
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)
1 Comment