Diskusi Publik 3 : Sempu Tetap Cagar Alam Bukan Tempat Wisata

Wartapalaindonesia.com, MALANG – Munculnya gagasan mengenai perubahan status kawasan dari Cagar Alam menjadi Taman Wisata Alam pada Pulau Sempu seakan mengusik kerumunan semut hitam. Pasalnya, gagasan tersebut menuai kontroversi dan memicu reaksi masyarakat umum hingga kalangan akademisi.

Reaksi kongkrit dilakukan oleh Sivitas akademika Jurusan Biologi Fakultas Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya dengan menggelar diskusi publik di gedung jurusan Biologi FMIPA Universitas Brawijaya, Ju’mat (15 /09/2017).

Mengambil tema “Sempu Tetap Cagar Alam Bukan Tempat Wisata”, diskusi dilaksanakan selama dua jam dimulai pukul 15.00 WIB hingga 17.00 WIB, dan dihadiri oleh akademisi, mahasiswa serta aktivis lingkungan.

Antusias dari audiens bergejolak ketika Dewa Gede sebagai fasilitator dalam diskusi mengatakan bahwa, “pulau Sempu dinyatakan sebagai kawasan Cagar Alam menurut Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan RI Nomor : 417/Kpts-II/1999.”

“Sedangkan menurut peneliti, cagar alam setara dengan strict nature reserve 1A dari 6 kategori kawasan konservasi IUCN yang berarti akses yang terbatas untuk masuk ke dalam Cagar Alam selain penelitian dan alasan pendidikan,” tambah pemilik nama lengkap Dr. Ir. Dewa Gede Raka Wiadnya, M. Sc.

Ironinya, sampai saat ini masih banyak kegiatan pariwisata yang dilakukan oleh oknum tak bertanggungjawab sebagai penyedia jasa pariwisata, meskipun pada tahun 1999 sudah ada ketetapan status Pulau Sempu sebagai kawasan CagarAlam.

“Dari kegiatan pariwisata yang seakan-akan sah dilakukan tersebut memicu munculnya gagasan penurunan status kawasan dari Pemerintah, dan itu adalah sebuah kesalahan besar bagi Saya,” tutur Agus yang tergabung di Aliansi Masyarakat Peduli Cagar Alam Sempu.

Agus juga menambahkan bahwa, “sampai saat ini pembangunan sudah mulai masif pada dusun Sendang Biru, mulai dari pelabuhan dan mess tourism, padahal sudah jelas bahwa Pulau Sempu harus tetap menjadi Cagar Alam.”

Gejolak jiwa konservasi akan lingkungan hidup dari audiens tidak redam hingga dipenghujung acara, dimana Darmaji advokat dari Aliansi Masyarakat Peduli Cagar Alam Sempu menyatakan pada audiens bahwa, “kita harus tetap menjaga martabat bangsa dengan menjaga status kawasan pulau Sempu agar tetap menjadi kawasan Cagar Alam.”

“Kalau memang pemerintah bersikukuh menurunkan status kawasan, pertanyaan Saya cuma satu, kepentingan wisata tersebut nantinya untuk siapa? Kepentingan investor, politik, penguasa atau masyarakat sekitar?” tambah Darmaji, menggugah jiwa nasionalis audiens.

Darmaji menutup diskusi hari itu dengan menginformasikan kepada audiens bahwa Aliansi Masyarakat Peduli Cagar Alam Sempu akan mengadakan riset sebagai pembanding dari hasil riset Balai Konservasi Sumber Daya Alam pada Cagar Alam Pulau Sempu.

Bak permaisuri cantik yang menjadi perbincangan hingga menjadi rebutan bagi pria di tiap sudut kota untuk disanding. Pulau Sempu tetaplah pulau dimana di dalamnya terdapat kelangsungan alamiah ekosistem, akankah keseimbangannya jatuh pada anarki?

Redam nafsu dalam eksploitasi maupun eksplorasi pada ekosistem hutan untuk kesejahteraan anak cucu nanti, Salam Lestari.

Kontributor : Agung Wahyu

Editor : Ragil Putri Irmalia

Kirim Pers Release kegiatan / artikel / berita / opini / tulisan bebas beserta foto kegiatan organisasi / komunitas / perkumpulan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081553355330 (Telp/SMS/WA)

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.