Do’a dan Sayap Malaikat untuk Adry Novhyta Raditya

Wartapalaindonesia.com, HUMANISME – Pafe Unib merupakan salah satu Mapala besar di Universitas Bengkulu dengan berbagai macam pengabdiannya di dunia kepencinta alam di Indonesia. Surat dari kawan di sana bernama Yesi Haryani anggota Pafe Unib, kami mengikuti apa yang disarankan, dengan membaca link https://kitabisa.com/adrynovhytaraditya, begini petikannya,

Ini saudara saya, Adry Novhyta raditya yang nasibnya tidak seberuntung orang lain.. Bagi sebagian orang di usia ke-24 tahun mungkin waktunya untuk berkarier atau paling tidak menata masa depan untuk segera menikah tapi tidak dengan saudara saya Adry Novhyta raditya ulang tahun yang ke-24 pada 7 November 2015 kemaren justru ia harus terbaring di rumah sakit berharap ada keajaiban untuk sembuh.

Saudara saya menderita kanker jaringan lunak semenjak masa kuliah, pernah menjalani operasi 2x, dengan semangat nya dia mampu menyelesaikan pendidikan Diploma III Akuntansi di Universitas Bengkulu, setelah selesai menjalankan pendidikan kuliah, saya dan saudara saya memutuskan merantau di pulau Kalimantan, berharap bisa merubah ekonomi keluarga atau setidaknya sedikit meringankan beban orang tua.

Walaupun harus menjalani proses yang sulit di tanah rantau tapi bertahan tetap menjadi pilihan hingga akhirnya bisa bekerja di satu perusahaan yang sama yaitu salah satu perusahaan tambang batu bara di Samarinda, tapi setelah beberapa bulan bekerja kondisi fisik saudara saya memburuk, dia sering izin dari pekerjaan untuk berobat hingga akhirnya memutuskan resign dari perusahaan, setelah keluar dari perusahaan tambang Alhamdulillah saudara saya di terima bekerja di salah satu Bank di kota Samarinda tapi tetap saja kondisi kesehatannya semakin memburuk dan setelah melakukan pemeriksaan di kota Samarinda saudara saya di rujuk ke Jakarta untuk menjalani pengobatan.

Pada tanggal 25 September 2015 saudara saya berangkat ke Jakarta untuk menjalani pengobatan di Rumah Sakit Dharmais setelah 1bulan menjalani pengobatan dokter menyarankan untuk operasi total dengan mengamputasi kaki kirinya, dengan bekal harapan aka nada keajaiban saudara saya memutuskan untuk pulang ke Kota Bengkulu dengan tujuan musyawarah keluarga tentang saran dari dokter sembari menjalankan pengobatan herbal dan tradisional, tapi usaha itu pun tidak membuahkan hasil pada 29 Januari 2016 saudara saya di bawa ke RS.M.YUNUS kota Bengkulu karena kondisinya semakin memburuk bahkan luka bekas operasi di pinggulnya pada masa kuliah sekarang membusuk, sempat mengalami masa kritis hingga akhirnya kembali di rujuk ke RS.Dharmais

Pada tanggal 4 Februari 2016 saudara saya berangkat ke Jakarta, Dia sudah siap kalaupun harus kehilangan bagian organ tubuhnya, dia siap untuk menjalankan operasi total. Tapi masalah datang lagi kartu BPJS saudara saya di nonaktifkan oleh Bank tempat dia terakhir bekerja tanpa konfirmasi dia di anggap mengundurkan diri, kondisi semakin memburuk rasa sakit terus di rasakan tanpa ada pengobatan dia di tampung di rumah singgah dharmais di belakang slipi jaya beruntung ada satu orang suster yang mau membersihkan lukanya secara gratis, setelah orang tuanya mengurus kembali BPJS saudara saya harus menunggu dua minggu untuk bisa BPJSnya di aktifkan kembali, andai rasa sakit bisa di tahan selama dua minggu mungkin keluarga tidak akan keberatan, tapi rasa sakit setiap detik dia rasakan apakah tidak akan semakin parah tanpa ada penanganan selama dua minggu??

Kondisi ekonomi membuat bapaknya tetap harus bekerja dan mengabaikan untuk ikut mengawasi kondisi anaknya di Jakarta, hal ini lah yang membuat saya akhirnya memposting keluhan saya di akun facebook pribadi saya “Iyet Quku” berharap aka nada kebijakan agar saudara saya segera di tangani, banyak simpati yang muncul dari teman, sahabat, dan keluarga bahkan beberapa media daerah memberitakan kondisi saudara saya dan berkat bantuan senior saya di Organisasi Pencinta Alam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bengkulu yang juga sebagai seorang Jurnalis, BPJS saudara saya di aktifkan pada tanggal 9 Februari.

Saya kira setelah BPJS saudara saya aktif proses pengobatan akan berjalan lancar tapi kenyataannya hingga hari ini tanggal 13 Februari 2016 saudara saya masih di tampung rumah singgah dia bilang belum mendapatkan kamar untuk rawat inap di RS.Dharmais.sempat bertemu dokter tanggal 11 Februari 2016 dan hasil pemeriksaan dokter saudara saya sudah tidak bisa menjalankan operasi untuk amputasi kakinya, dokter menyarankan melakukan kemo. Kanker itu benar-benar sudah menggerogoti tubuh saudara saya.

Uang yang di dapat dari penggalangan dana ini untuk mengembalikan senyum saudara saya, senyum keluarga dan nilai satu nafas untuk tetap hidup.

Ini contact person orang tua saudara saya:

Bapak Sapuan: 0852 7300 2855

Ibu Sulasmi: 0853 6901 7886

Semoga kita selalu diberikan rejeki dan kesehatan yang berlimpah. Aamiin

3e48a854bbdcd6a76b829584abf3d79ec4244762 s5ehr5

Kontributor : Yesi Haryani

Editor : Ragil Putri Irmalia

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.