Caption foto: Dua Srikandi Kpa Jelaja Palembang saat berada di Gunung Prau. (WARTAPALA INDONESIA/M. Fadli Dian Nugraha)
Wartapalaindonesia.com, PALEMBANG – Indonesia kaya akan budaya, alam, kesenian, adat istiadat dan lain sebagainya. Kekayaannya yang begitu banyak, perlu untuk dipelajari lebih dalam.
Kali ini Kpa Jelaja Palembang melaksanakan mini ekspedisi, yang dilakukan dua srikandi yaitu Putri dan Dinda. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara divisi Rimba Gunung dan Lingkungan Hidup.
“Pada keegiatan mini ekspedisi ini, untuk kegiatan divisi rimba gunung kami melakukan pendakian di Gunung Prau sedangkan untuk lingkungan hidup, kita fokus ke budaya di Magelang dan Kebumen,” ungkap Putri.
Selama melaksanakan ekspedisi budaya, ada keunikan tersendiri yang dipelajari oleh Putri dan Dinda.
“Selama melakukan ekspedisi budaya, kita mendapatkan pelajaran unik tentang adat istiadat jawa murni seperti pernikahan tradisional, setelah resepsi selesai, kedua mempelai yang membersihkan tempat resepsi, hanya berdua tanpa bantuan orang,” jelas Dinda.
Lanjut Dinda, kenapa harus melakukan tradisi, konon agar rezeki dilancarkan, jadi murni berdua membersihkan selesai resepsi.
Selain membersihkan tempat resepsi, para tamu akan membawakan hadiah kepada pengantin, seperti sembako dan makanan. Adat istiadat tersebut membuat solidaritasnya menjadi lebih kuat antara tamu dan pengantin.
Putri dan Dinda mengatakan bahwa ia melakukan ekspedisi penelitian budaya ini di Desa Banyurata, Kecamatan Adimulyo, Kabupaten Kebumen. Mereka juga merasakan kuliner tradisional yang lezat.
“Di sini kita mencicipi nasi rames berisikan telur, sayur, sambel alami tanpa kimia dan tempe mendoan. Rasanya begitu berkarakter enak,” ungkapnya.
“Untuk ekspedisi ke Gunung Prau ini dalam rangka melatih kemampuan divisi rimba gunung,” jelas Putri.
“Untuk ekspedisi dalam melatih kemampuan rimba gunung, ini pertama kalinya dan ditemani oleh dua orang kawan dari penduduk sekitar,” lanjutnya.
Mengenai keunikan jalur pendakian Gunung Prau, Putri terkesan dengan jalurnya yang unik dan disuguhi pemandangan berbagai gunung di sekelilingnya.
“Jalurnya cenderung landai, berbeda dengan jalur gunung di Sumatera seperti pada umunya, terkelola dengan baik dan ada bonusnya seperti pemandangan gunung Sindoro, Sumbing, Kembang, Merapi dan Merbabu. Ketinggian Gunung Prau sendiri adalah 2565 Mdpl,” imbuhnya.
Tak hanya itu, menurutnya salah satu keunikan dari Gunung Prau yaitu terdapat beberapa kucing yang berada di Sun Rise Camp.
Kegiatan ini berlangsung selama dua minggu.
Kontributor || M. Fadli Dian Nugraha, WI 200056
Editor || Jelita Sondang Samosir, WI 170020
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)