WARTAPALA INDONESIA

Eiger Weekend Blast: Zero Waste Lifestyle

Caption foto: Suasana saat materi Zero Waste Lifestyle pada acara Eiger Weekend Blast di Eiger Adventure Flagship Store Merr, Surabaya (27/4/19). (WARTAPALA INDONESIA/ Nindya Seva Kusmaningsih)

Wartapalaindonesia.com, SURABAYA – Sabtu, 27 April 2019, Eiger Weeekend Blast kali ini mengangkat tema Zero Waste Lifestyle. Dengan pemateri yang didatangkan langsung dari Bandung, Siska Nirmala.

Acara ini dibuka dengan pertunjukan live music, fashion show, Eiger coffee performance serta pembagian doorprize. Acara yang dimulai dari pukul 18.00 WIB ini dihadiri sekitar 60 orang dari berbagai kalangan.

Terlihat antusiasme pengunjung yang memadati area Eiger Weekend Blast. Tak berselang lama acara inti yang ditunggu tiba juga.

Diawal materi, Siska memutarkan sebuah video yang dibuat oleh National Geographic. Video tersebut mengulas tentang awal dari pembuatan plastik hingga bahaya pemakaian serta dampak negatifnya.

Tema Zero Waste Lifestyle ini cukup menarik bukan? Pasalnya masih jarang masyarakat yang mengenal kata tersebut. Lalu, apa itu Zero Waste Lifestyle?

Zero Waste Lifestyle atau yang biasa disebut gaya hidup Zero Waste ini sederhananya meminimalisir sampah (nol sampah). Bagaimana melakukannya? Apa bisa?

“Gampang,” jawab Siska. Sebenarnya gak ada yang perlu dibingungkan untuk cara melakukannya. Karena sebenarnya kita hanya kembali ke gaya hidup yang lama. Dimana penggunaan sampah plastik belum sebanyak sekarang.

Ketika gaya hidup yang lama menggunakan bahan-bahan yang tersedia dari alam. Yang bisa digunakan berulang-ulang, bukan sekali pakai.

Seperti misalnya, dulu membungkus makanan menggunakan daun pisang, daun jati dan dedaunan lainnya. Dimana sekarang membungkus makanan menggunakan plastik, kertas minyak, sterofoam, mika plastik dan lain sebagainya. Yang mana semua pembungkus tersebut hanya sekali pakai, tentunya menimbulkan sampah yang sulit urai.

Nah, dengan gaya hidup zero waste ini, kita akan menggunakan gaya hidup lama. Kembali menggunakan pembungkus makanan dengan dedaunan atau bahan dari alam yang ramah lingkungan. Agar sebisa mungkin meminimalisir timbulnya sampah.

“Tema kali ini cukup bagus, karena bisa menyadarkan teman-teman pencinta alam yang sering berhubungang langsung dengan alam supaya tidak nyampah. Karena selama ini kita juga masih awam dengan gaya hidup zero waste. Seringkali ketika mendaki gunung, tanpa kita sadari kita menimbulkan banyak sampah plastik, tissue dan lainnya dimana kita anggap hal tersebut merupakan hal yang wajar. Namun ternyata menimbulkan dampak yang negatif,” ungkap Dhita, salah satu peserta.

Untuk ke depannya, semoga teman-teman semua bisa mengubah ke gaya hidup zero waste. Serta bisa mengajak teman-teman organisasinya yang lain.

Kontributor || Nindya Seva Kusmaningsih, WI 160009

Editor || A. Phinandhita P., WI 150001

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: