Empat Pejuang Wanita dari Daspa

Foto bersama tim Dikjut divisi Hutan Gunung Daspa tahun 2018 di puncak gunung Arjuna. (WARTAPALA INDONESIA/ Alfun Salam)

Wartapalaindonesia.com, PERS RILIS – Pendidikan Lanjutan (Dikjut) divisi Hutan Gunung anggota Darma Satya Pala ’07 STKIP PGRI Sidoarjo tahun 2018. Dikjut ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas anggota serta mengambil jenjang yang lebih tinggi di organisasi.

Tahun ini pelaksanaanya cukup unik karena semua anggota tim berisikan empat wanita tangguh yakni, Putri Ayu Maharani, Widiana Tri Lestari, Dian Sartika, Aulia Alfiyah mereka melaksanakan Dikjut pada tanggal 9 sampai 11 September 2018 di Gunung Arjuna, melalui jalur Tambak Watu, Purwosari, Tretes.

Perjalanan mereka dimulai pada Minggu, 9 September 2018 sekitar pukul 01.00 WIB dari pos perijinan Gunung Arjuna di Tambak Watu, Purwosari.

Cukup sejuk udara pada dini hari namun tetap hangat karena semangat mereka, berjalan dengan santai sekitar 30 menit untuk sampai pada pos 1  di Goa Ontobugo, setelah itu berlanjut ke pos2 dengan jarak tempuh berjalan sekitar dua jam barulah sampai di Tampuono, istirahat sejenak sambil menunggu pagi.

Pagi itu cuaca cukup cerah ditambah lagi musim kemarau sehingga pos demi pos dilalui dengan melewati debu pasir yang cukup menyesakkan.

Pos 3 di Eyang Sakri, pos 4 Eyang Semar dan pos 5 di Mangkutoromo dilalui dengan mudah, sekitar pukul 13.00 WIB beristirahat di pos 5 di Mangkutoromo untuk menikmati suasana, sekitar satu jam beristirahat setelah itu melanjutkan perjalanan ke pos 6 di Spilar yang cukup mudah dan dekat dengan pos 5.

Perjalanan menuju pos 6 Djawa Dwipa cukup menanjak dan menghabiskan tenaga karena air terakhir hanya ada di pos 5 sehingga kita membawa cukup banyak air dan harus menghematnya sampai keesokan harinya.

Setiba di pos 6 dengan kondisi yang cukup kelelahan ditambah kondisi tim yang sesak nafas membuat anggota tim bimbang untuk melanjutkan atau akan kembali.

Keesokan harinya tim memutuskan melanjutkan perjalanan, cukup berat perjalanan selanjutnya karea medannya cukup menanjak. Namun karena tekat yang kuat semangat yang membara membuat mereka melupakan rasa capek dan kesal.

Tim sampai puncak gunung Arjuna sekitar pukul 16.00 WIB. Penyematan scraft biru Darma Satya Pala 07 menjadi momen yang sakral di puncak, dengan tangis haru serta diiringi lagu Syukur pada penyematan scraft untuk anggota tetap.

Tak lama di puncak karena hari sudah mulai gelap, tim bergegas melanjutkan perjalanan untuk menghindari gelap di puncak, angin yang begitu kencang mengiringi perjalanan.

Tim memutuskan berhenti dan mendirikan tenda karena dirasa tak sanggup melanjutkan perjalanan malam dan mengurangi resiko dari hal-hal yang tak terduga.

Air yang menipis membuat pagi-pagi tim bergegas melanjutkan peejalanan menuju sumber air, sekitar dua jam perjalanan barulah sampai di sumber air, istirahat sejenak untuk mengisi tenaga di Lembah Kijang.

Anggota tim juga mengambil titik kordinat (resection) untuk mengetahui posisi sebenarnya dengan posisi yang ada di peta sebagai salah satu syarat Dikjut. Perjalanan berlanjut dengan medan yang didominasi jalanan makadam bebatuan.

Perjuangan dengan anggota tim yang punya berbagai macam kelebihan dan kekurangan, saling melengkapi dan saling mengisi, kebersamaan berjuang bersama mungkin itu poin terbesar yang dapat mereka ambil.

Kontributor || Alfun Salam

Editor || Nindya Seva Kusmaningsih

Anggota tim Dikjut saat mengambil titik kordinat (resection).

Kirim Pers Release kegiatan / artikel / berita / opini / tulisan bebas beserta foto kegiatan organisasi / komunitas / perkumpulan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan