Gathering VI Survival Skills Indonesia Chapter Jawa Timur

Peserta Gathering VI Survival Skills Indonesia Chapter Jawa Timur melakukan foto bersama di Bumi Perkemahan Lumbung Witwitan, Jalan Jolotundo Penanggungan, Trawas, Mojokerto, Sabtu (23/12/2017). (WARTAPALAINDONESIA/ Nindya Seva)

Wartapalaindonesia.com, EVENT – Kegiatan Gathering VI Survival Skills Indonesia Chapter Jawa Timur dibuka langsung oleh Dwi Arief selaku ketua pelaksana pada hari Sabtu (23/12/2017) pukul 10.30 WIB di Bumi Perkemahan Lumbung Witwitan, Jalan Jolotundo Penanggungan, Trawas, Mojokerto.

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari dan berakhir pada hari Senin (25/12/2017).

Gathering VI Survival Skills Indonesia Chapter Jawa Timur ini diikuti oleh 19 peserta dari berbagai kalangan. Peserta termuda berusia 12 tahun dan berada di kelas 7 Sekolah Menengah Pertama.

Setelah pembukaan, masing-masing peserta membuat sheltered untuk berlindung. Kemudian dilanjutkan dengan materi pertama yang disampaikan langsung oleh founder Survival Skills Indonesia yaitu Michael Antony Ugiono.

Materi yang disampaikan adalah Psychological Aspect of Survival.

Psychological aspect of survival adalah hal yang fundamental atau hal yang paling mendasar dari kegiatan survival, 90% keberhasilan seorang survivor ditentukan oleh psikologisnya sendiri,” kata coach Michael Antony Ugiono yang akrab disapa Mbah Met ini.

Materi lain yang disampaikan yaitu Basic Principle of Survial, Sheltering, Fire Crafting, Water Procurement, Snare and Trap, Food Processing, Signaling, dan Survival Kit Preview.

Selain founder Survival Skills Indonesia, masih ada pemateri lain yaitu Wawan Kimiawan, Tante Fefe, dan Om Fajri.

Pada gathering kali ini juga dihadiri oleh alumni Basic Survival dan Advance Survival.

Hal yang mendasari peserta dalam mengikuti gathering ini adalah ingin menambah ilmu serta mendapatkan pengalaman yang baru dalam kegiatan survival.

“Kegiatan gathering ini bagus, bisa mendapatkan pengetahuan tentang survival dan bisa mempraktekannya secara langsung. Mental yang positif adalah kunci keberhasilan dari kegiatan survival,” ujar Muchamad Ryan Sharoni salah satu peserta gathering VI asal Mojokerto.

Ada hal menarik dari gathering survival VI kali ini. Peserta terlihat gagah dengan pakaian yang dibalut dengan scraft. Hal tersebut tidak dijumpai pada gathering V sebelumnya.

“Memang nggak selalu ada, tergantung kebijakan penyelenggara,” ujar Arief Dwi selaku ketua pelaksana kegiatan.

Scraft sendiri kali ini difungsikan sebagai identitas, selain itu juga dapat digunakan untuk keperluan survival (survival kit). Misal, waktu water procurement kemarin, scraft kita gunakan sebagai filter pertama air dari kotoran. Kedua, scraft bisa juga digunakan untuk keperluan P3K,” tutup lulusan Basic Survival VII tersebut.

Kontributor : Nindya Seva

Editor : Ragil Putri Irmalia

Kirim Pers Release kegiatan / artikel / berita / opini / tulisan bebas beserta foto kegiatan organisasi / komunitas / perkumpulan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan