Wartapalaindonesia.com, Samarinda — Gerakan Mahasiswa Pencinta Alam (Gempa) UIN Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda menggelar nonton bareng dan diskusi film dokumenter Pesta Babi di Kampus II UINSI Samarinda, Jalan H.A.M. Rifaddin, Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Loa Janan Ilir, Kamis (14/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri lebih dari 100 peserta yang terdiri atas mahasiswa, komunitas lingkungan, dan masyarakat umum.
Acara digelar sebagai ruang diskusi bersama terkait persoalan sosial, lingkungan, dan kemanusiaan yang diangkat dalam film dokumenter tersebut.
Peserta tampak antusias mengikuti kegiatan sejak pemutaran film hingga sesi diskusi. Sejumlah peserta turut menyampaikan pandangan serta keresahan mereka terhadap kondisi lingkungan di Indonesia.
Film dokumenter Pesta Babi mengangkat konflik lahan dan ancaman terhadap hutan adat milik suku Marind, Awyu, Yei, dan Muyu di Papua. Ancaman tersebut muncul akibat proyek bioetanol dan program ketahanan pangan yang dinilai berpotensi merusak kawasan hutan adat serta menghilangkan ruang hidup masyarakat setempat.
Dalam film itu diperlihatkan upaya masyarakat adat mempertahankan tanah dan hutan mereka dari berbagai bentuk eksploitasi alam. Kerusakan hutan dinilai tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga mengancam identitas budaya, sumber penghidupan, dan tradisi masyarakat adat.
Ketua Unit Lingkungan Hidup Gempa, Tahta Liwai’i Muhammad, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap persoalan lingkungan yang terjadi di berbagai daerah, termasuk di Kalimantan Timur.
“Kami ingin menunjukkan bahwa deforestasi yang terjadi di Papua juga dapat menjadi cerminan persoalan deforestasi di Kalimantan Timur, khususnya Samarinda,” ujarnya.
Menurut Tahta, eksploitasi alam dan pembukaan lahan dalam skala besar tidak hanya terjadi di Papua, tetapi juga menjadi persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat Kalimantan Timur.
Melalui kegiatan itu, Gempa UINSI Samarinda berharap mahasiswa dan masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga memiliki kepedulian serta keberanian untuk menyuarakan isu lingkungan dan kemanusiaan demi menjaga keberlangsungan alam di masa mendatang.
Kontributor || Humas Mapala Gempa UNISI
Editor || Wandi Wahyudi, WI 200223
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)