Wartapalaindonesia.com, MAKASSAR – Pertemuan aktivis Pencinta Alam tingkat perguruan tinggi berskala nasional dalam rangka Temu Wicara Kenal Medan (TWKM) resmi dibuka pada Senin, 17 Oktober 2016. TWKM yang sudah digelar ke – 28 ini, mendapuk Mapala UMI Makassar sebagai tuan rumah.
Pembukaan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Presiden yang diwakili oleh Prof. Dr. Faisal Abdullah selaku deputi I KEMENPORA pada pukul 11.30 WITA. Serangkaian agenda pembukaan TWKM ke -28 dimulai pada pukul 09.30 WITA bertempat di Auditorium Al Jibra Universitas Muslim Indonesia Makassar Sulsel.
Lagu Indonesia Raya langsung berkumandang hikmat membuka rangkaian acara pembukaan TWKM ke – 28 kali ini. Dilanjutkan penayangan video peserta profil peserta TWKM dan pembacan ayat suci alqur’an.
Sesi sambutan dibagi dua, sesi pertama sambutan oleh Rektor Universitas Muslim Indonesia Makassar oleh Ibu Prof. Dr. Hj. Masrurah Mochtar, MA.
“Kegiatan Mapala tingkat perguruan tinggi sangat bermanfaat dan banyak memberi sumbangsih bagi masyarakat luas, namun meski begitu tetap ada saja yang belum mengenal kegiatan Mapala sehingga mereka belum memahami esensi kegiatan Pencinta Alam.”
Setelah sambutan oleh Rektor, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan perform Ritual Art Pak Jagalino oleh Sanggar Seni Budaya Alfarabi Bulukumba. Penampilan yang langsung mendapat sambutan meriah oleh peserta TWKM 28 tersbut menyampaikan pesan bahwa,
“Kita harus berperan sebagai manusia seutuhnya, yakni sebagai khalifah penjaga alam semesta.”
Penampilan etnik yang juga diiringi dengan penyerahan bibit Pohon Lontara, kepada narasumber dan tamu undangan. Pohon Lontara dipilih karena merupakan tumbuhan endemik asli Sulawesi yang setiap bagiannya dapat dimanfaatkan.
Pembacaan Kode etik oleh Ahmad Saleh melanjutkan rangkaian acara pembukaan TWKM – 28. Kode etik tak pernah lepas dari setiap kegiatan Pencinta Alam, hal tersebut sebagai konsekuensi dan komitmen peserta TWKM ke – 28 yang merupakan Pencinta Alam untuk menjunjung tinggi Kode etik dalam setiap kegiatannya.
Kunjungi FB : TWKM 28 Sulsel dan FB : Mapala UMI Makassar
Setelah pembacaan kode etik, dilanjutkan laporan Ketua Pelaksana TWKM ke – 28 oleh Wiwing Andi Sulaiman. Mahasiswa Fakultas Hukum tersebut melaporkan peserta TWKM ke – 28 diikuti sebanyak 231 institusi dan 673 peserta yang masih terus bertambah hingga saat ini.
TWKM ke – 28 ini melibatkan 5 Kabupaten dengan 5 divisi. Di mana Temu Wicara dilakukan di bantaeng, divisi gunung hutan di Kabupaten Latimojong, arum jeram di Kabupaten Luwu Utara, caving dan rock climbing di Kabupaten Maros serta divisi diving di pulau Makassar.
Sambutan dilanjutkan oleh Ketua Umum Mapala UMI Makassar, di mana ketua umum menjelaskan bahwa TWKM ke – 28 merupakan TWKM ke dua bagi Mapala UMI sebagai tuan rumah. Sebelumnya Mapala UMI Makassar pernah menjadi tuan rumah TWKM pada tahun 2002 silam.
Tak lupa Ketua Umum menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang mendukung terselenggaranya TWKM – 28 kali ini.
“Kami berharap semua peserta TWKM ke – 28 kali ini mendapat kesan yang tak terlupakan,” tegas Ketua Umum yang langsung di sambut tepuk tangan oleh para peserta.
Rangkaian selanjutnya dilakukan pemutaran video 5 divisi yang langsung mendapat sambutan meriah oleh peserta. Di mana diving menjadi daya tarik sebagai divisi yang akan menjadi benang merah arah gerak Pencinta Alam di Indonesia.
Sambutan Michael Moore selaku ketua Pusat Kordinasi Nasional (PKN) melanjutkan rangkaian acara. “Kami selaku perwakilan PKN berterimakasih kepada semua panitia TWKM yang telah mensukseskan terselenggaranya TWKM ke – 28 kali ini dengan tema besar yang sangat visioner.”
Bapak Asep Supanda mewakili Dirjen Dikti memberi sambutan yang tak kalah memotivasi peserta TWKM. “Kegiatan TWKM sangat perlu di apresiasi, sebab pertemuan pemimpin Pencinta Alam tingkat universitas ini selalu menghasilkan korelasi sosial yang tinggi.”
“Mahasiswa Pencinta Alam juga harus menjadi contoh bagi mahasiswa lainnya, dimana bukan hanya butuh IP tinggi, tapi butuh yang memberi kontribusi dan nilai pluas bagi sesama.”
Setali tiga uang dengan Bapak Asep Supanda, Gubernur Sulawesi Selatan Dr. Sudirman memberikan sambutannya.
“Kegiatan outdoor merupakan kegiatan yang langsung bermanfaat bagi masyarakat. Sebab kini telah terjadi kehancuran alam yang sangat luar biasa. Dan pencinta alamlah yang paling responsibel, hatinya selembut salju tapi tekadnya sekuat karang.”
Sedangkan sambutan terakhir diberikan oleh Wakil Presiden Prof. Dr. Faisal Abdullah selaku deputi I KEMENPORA.
“Tidak ada kata pensiun bagi Pencinta Alam, artinya Pencinta Alam harus terus mencintai alam,” yang langsung disambut meriah oleh peserta TWKM.
Berakhirlah serangkaian pembukaan TWKM ke – 28 kali ini, selanjutnya kita menunggu hasil dari pertemuan para intelektual muda yang merupakan para Pak Jagalino. Salam Lestari.
Laporan : A. Phinandhita P.
Editor : Ragil Putri Irmalia
Kirim Pers Release kegiatan / artikel / berita / opini / tulisan bebas beserta foto kegiatan organisasi / komunitas / perkumpulan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081553355330 (Telp/SMS/WA)
Dok







Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)