Giat Bersih Sungai Brantas, Kehutanan UMM Beserta Lintas Komunitas dan Instansi Mengajak Untuk Menjaga Lingkungan

Caption foto: Peserta gotong royong membersihkan sempadan Sungai Brantas di depan kampus III UMM. (WARTAPALAINDONESIA/ Dicky Emas Mahardhika)

Wartapalaindonesia.com, MALANG ­– Minggu, 21 Juli 2019 Prodi Kehutanan UMM bekerja sama dengan Gerakan Alamku Hijau dan DIMPA (Divisi Mahasiswa Pecinta Alam) UMM mengadakan kegiatan bersih sungai brantas yang berlokasi di depan kampus 3 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Dengan mengusung tema “Sinergitas Lintas Batas : Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita“ agenda ini diwarnai dengan antusias peserta undangan dari beberapa instansi diantaranya Kodim 0833, Polresta Malang, Dinas Lingkungan Hidup, BPBD, Pemerintah Kelurahan Tlogomas, Karang Taruna Kelurahan Tlogomas, Sobat Bumi Regional Malang, dan beberapa komunitas pegiat lingkungan.

Kegiatan ini dimulai pada pukul 08.00 WIB dengan apel pagi yang dipimpin oleh Dekan Fakultas Pertanian Peternakan David Hermawan. Sekitar dua truk sampah berhasil diangkut dari sepadan sungai brantas di kawasan UMM dengan total jumlah peserta sekitar 200 orang dengan sepadan sungai sepanjang kurang lebih 1,5 km.

Kegiatan ini kemudian ditutup dengan makan bersama peserta sembari melakukan silaturahmi antar instansi. Giat bersih ini merupakan giat bersih pertama kali yang diadakan di kawasan sungai brantas depan UMM. \

Tatag Muttaqin selaku koordinator acara dan juga Kepala Prodi Kehutanan UMM menerangkan bahwa tujuan dari acara ini ialah untuk menjaga lingkungan kawasan Sungai Brantas dan untuk memicu semangat masyarakat agar tertarik dengan kegiatan positif seperti ini sehingga tercipta sungai yang bebas dari sampah.

“Harapan untuk kegiatan ini, semoga dapat menjadi kegiatan rutin dalam lingkup kampus UMM, entah itu 1 bulan dua kali ataupun 1 bulan sekali,” tutur Tatag Muttaqin.

Darianto sebagai salah satu peserta yang mewakili mahasiswa Kehutanan menerangkan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan positif, terutama dalam memicu kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya menjaga sungai dan ekosistemnya.

“Mahasiswa terutama mahasiswa Kehutanan harus menjadi inisiator dalam seluruh kegiatan konservasi, harapannya ini dapat menjadi kegiatan rutin yang diagendakan secara terstruktur dan sistematis,” lanjutnya.

Kontributor || Dicky Emas Mahardhika

Editor || Agung Wahyu Utomo

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.