Girigahana Dibubarkan Rektor, Mapala Di Aceh Hingga Papua Justru Sepakat Membela Girigahana

Caption foto : Girigahana adalah salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa tertua di UPN Veteran Jakarta. Saat dibubarkan sepihak oleh rektor, Girigahana malah mendapat dukungan dari banyak pihak. (WARTAPALA INDONESIA/Dok. Girigahana)

WartapalaIndonesia.com, Jakarta – Agaknya para petinggi kampus harus merenung panjang jika berniat membubarkan Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) di kampusnya. Pasalnya, persahabatan sesama pecinta alam di Indonesia sangat kuat. Mereka juga memiliki solidaritas yang tinggi.

Alarm di atas bukan mengada-ada. Realitasnya tercermin jelas tatkala Unit Kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam Girigahana UPN Veteran Jakarta, menggelar zoom meeting pada Kamis malam, 27 Oktober 2022.

Di pertemuan virtual bertajuk “Girigahana Menjawab. Kita Masih Ada”, tampil sebagai narasumber tunggal adalah Ketua Task Force Girigahana, Catur Prasetya. Sementara rekannya sesama anggota Girigahana yakni Verly Nursanto, bertindak sebagai host.

“Tujuan Girigahana mengundang pecinta alam se Indonesia hadir di acara ini, untuk mendengarkan penjelasan secara lengkap dan detil, kronologis pembubaran Girigahana yang dilakukan secara sepihak oleh Rektor UPN Veteran Jakarta,” kata Verly Nursanto saat mengawali acara.

Meski sekedar acara “mendengarkan penjelasan”, ternyata pesertanya membludak. Situasi ini membuat pihak Girigahana kelabakan, lantaran banyak peserta yang terpaksa tidak bisa masuk di zoom meeting.

 “Mohon maaf kuota peserta zoom terbatas. Kami kaget, ternyata jumlah yang ingin ikut zoom di luar perkiraan. Kami sedang berupaya agar kuota peserta zoom bisa ditambah,” ungkap Verly Nursanto berkali-kali.

Dari pantauan jurnalis Wartapala, jumlah zoom meeting “Girigahana Menjawab. Kita Masih Ada” tembus di angka 500 orang. Angka ini adalah jumlah peserta maksimal paket zoom yang disiapkan Girigahana. Setelah jumlah maksimal terpenuhi, peserta yang baru join, otomatis tertolak.

Kendati jumlah peserta “hanya” 500 orang. Tetapi jumlah riil peserta dapat dipastikan lebih dari itu. Jurnalis Wartapala melihat, cukup banyak peserta yang ikut zoom meeting seperti nobar, alias nonton bareng. Satu HP atau laptop peserta, disimak beramai-ramai.

Banyak pula peserta mengikuti zoom melalui live di facebook Girigahana. Sekian banyak peserta menyimak streaming di Youtube. (https://www.youtube.com/watch?v=bH6WzskqO8I)

Yang menjadi peserta zoom meeting, berasal dari Mapala di Aceh hingga Papua. Ada Mapala yang berdomisili di daerah yang selama dikenal sebagai kantong pecinta alam di tanah air. Ada juga Mapala dari daerah yang jumlah perhimpunan pecinta alamnya belum begitu besar. Dari komposisi ini, boleh dikata wajah pecinta alam se Indonesia sudah terwakili.

Sosok peserta tak semata dari pecinta alam generasi kekinian. Beberapa tokoh senior yang memiliki nama besar di kegiatan alam bebas Indonesia, juga hadir dan turut angkat suara.

Salah satunya adalah Harry Suliztiarto. Dia adalah legenda hidup panjat tebing di Indonesia. Nama besarnya bahkan membahana hingga ke mancanegara.

 

Banjir Dukungan

Kronlogis yang disampaikan Ketua Task Force Girigahana Catur Prasetya di zoom, rata-rata yang sudah dishare di media sosial dan online sebelum acara ini. (https://wartapalaindonesia.com/dibubarkan-rektor-ini-jawaban-girigahana/)

Tetapi ada pula informasi lain yang baru diungkap di zoom ini. Informasi ini dipaparkan pula secara jelas dan detil.

Dari Catur Prasetya peserta zoom jadi tahu jika Rektor UPN Veteran Jakarta – Erna Hernawati –yang membubarkan Girigahana, ternyata sudah lengser jabatan sepuluh hari sebelum SK pembubaran sampai ke tangan Badan Pengurus Girigahana.

Segala yang dijelaskan Catur Prasetya, direspon peserta dengan berbagai sudut pandang.

Dalam pandangan Harry Suliztiarto, adalah hal aneh kalau rektor yang akan lengser dalam beberapa hari, malah membuat keputusan yang sangat krusial. Menerbitkan SK pembubaran Girigahana. Yang seperti ini sebenarnya tak boleh.

Rektor ujar Harry Suliztiarto, mestinya ingat jika perguruan tinggi hendak penelitian di tempat-tempat sulit, mereka butuh orang-orang outdoor yang terlatih. Penelitian di lokasi seperti itu, tak akan bisa dijalankan oleh birokrat yang biasa bekerja di belakang meja.

“Jika UPN hendak penelitian di dalam gua, di jantung Borneo atau Papua, mereka butuh orang-orang Girigahana yang sudah terlatih. Karena nggak mungkin penelitian seperti itu dilakukan oleh anak mami,” tegas Harry Suliztiarto.

Terhadap rencana Girigahana menempuh jalur hukum, Harry Suliztiarto sependapat.

“Girigahana semestinya tidak mengambil jalan konvensional. Tetapi mengambil jalur yang popular. Jika perlu Girigahana menggandeng pengacara flamboyan Hotman Paris Hutapea,” kata Harry Suliztiarto memberi dukungan.

Dukungan serupa datang dari beberapa Mapala. Kata mereka, “Girigahana harus menggugat SK Rektor UPN Veteran. Jika perlu hingga ke PTUN”.

Beberapa Mapala lain memberi dukungan yang tak kalah seru. Mereka mengusulkan membuat pernyataan sikap bersama. Atau membuat petisi yang ditandatangani pecinta alam se-Indonesia. “Kami siap menandatangani petisi, dan kami akan menggerakan seluruh pecinta alam di daerah kami”.

Usulan khas mahasiswa tatkala “melawan penguasa” juga muncul di zoom ini. “Kita harus konsolidasi. Lalu kita aksi turun ke jalan membela Girigahana”.

Dukungan dengan bentuk sedikit berbeda, datang dari Ahyar Stone, penulis buku “Pecinta Alam Adalah Pendidikan Karakter”. Sebagai bentuk dukungan ke Girigahana, dia akan mengirim buku karangannya ke Girigahana untuk diberikan ke Rektor UPN Veteran Jakarta.

“Kalau Pengurus Girigahana audiens ke rektor. Tolong buku ini diberikan ke rektor. Agar rektor tahu jika pecinta alam adalah pendidikan karakter,” kata Ahyar Stone.

Girigahana melalui host zoom meeting Verly Nursanto, akan menyampaikan buku tersebut. Verly Nursanto juga mengatakan menampung semua usulan, masukan, dan dukungan dari peserta zoom meeting.

“Kami tampung semua untuk kami kaji. Yang pasti Girigahana akan terus berjuang dan melawan,” tegas Verly Nursanto.

“Kami siap mendukung”. Begitu teriak beberapa peserta zoom meeting. (*)

Kontributor || Tim Wartapala
Editor || Nindya Seva Kusmaningsih, WI 160009

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

bagikan

1 Comment

  • Angsana Outdoor indonesia , Oktober 31, 2022 @ 6:45 am

    Maju Terus Girgahana 🌿

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.