Caption foto : Peserta Green Leadership Camp: Kemah Bakti Lingkungan Hidup 2 berpose usai aksi penanaman 500 bibit mangrove di pesisir Desa Pengudang, Kabupaten Bintan. (WARTAPALA INDONESIA/Dokumen Mahapala Umrah)
Wartapalaindonesia.com, Bintan — Green Leadership Camp: Kemah Bakti Lingkungan Hidup 2 resmi digelar di Desa Pengudang, Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan, pada 13–15 Juni 2025. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Mahapala Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), BEM KM UMRAH, Hima Manajemen UMRAH, serta sejumlah lembaga pemerintahan dan mitra lingkungan.
Kegiatan yang mengusung tema “Menumbuhkan Kepemimpinan Berperspektif Keadilan Sosial dan Ekologi” ini difokuskan pada upaya edukasi, konservasi, dan penguatan kepemimpinan pemuda dalam isu-isu sosial ekologis. Sebanyak 500 bibit mangrove ditanam di kawasan pesisir sebagai bagian dari aksi nyata pemulihan lingkungan.
Ketua pelaksana kegiatan, Zaidan Muharramain, yang juga menjabat sebagai Menteri Lingkungan Hidup BEM KM UMRAH, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi respons atas krisis lingkungan yang kian kompleks.
“Green Leadership Camp bukan hanya kemah, tapi ruang pendidikan kesadaran lingkungan. Kami mengintegrasikan materi ekologi, politik, dan ekonomi lingkungan dengan aksi nyata seperti penanaman mangrove dan pelibatan masyarakat lokal,” ujarnya.
Kegiatan ini turut melibatkan perangkat Desa Pengudang, tokoh masyarakat, Balai Pengelolaan DAS (BPDAS) Sei Jang Duriangkang, BP Kawasan Bintan, BASARNAS Tanjungpinang, hingga Polres Bintan Buyu. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi lintas sektor dalam menjaga lingkungan.
Pj. Kepala Desa Pengudang, Indriyano, S.Sos, menyambut baik kegiatan ini.
“Kami bangga menjadi tuan rumah. Semoga para peserta membawa semangat konservasi ke lingkungan masing-masing,” katanya.
Kegiatan hari pertama diawali dengan materi mitigasi dampak perubahan iklim oleh Iwan Winarto dan penanaman mangrove. Hari kedua diisi dengan edukasi pembuatan herbarium dan ecoprint oleh Anggota Muda Mahapala UMRAH, diskusi ekologi dan konservasi laut, serta materi kepemimpinan hijau, kewirausahaan, dan ekonomi-politik lingkungan.
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bintan, Suprapto, S.T., turut memberikan materi terkait politik lingkungan. Sementara pada malam hari, peserta diajak menonton film dokumenter AFSYA: Membela Hutan Adat.
Hari terakhir diisi dengan aksi beach cleaning dan pelatihan pertolongan darurat kecelakaan air oleh BASARNAS Tanjungpinang. Kegiatan ditutup dengan seremoni penutupan dan pembagian sembako kepada warga sekitar.
Ketua Umum Mahapala UMRAH, Phonik Mahardika, menekankan pentingnya kepemimpinan hijau di kalangan pemuda.
“Kepemimpinan hijau adalah tanggung jawab semua individu. Ini bentuk peran mahasiswa dalam menjawab tantangan degradasi lingkungan,” ujarnya.
Zaidan menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal gerakan pelestarian yang berkelanjutan.
“Kami bersyukur atas dukungan semua pihak. Kami ingin gerakan ini tumbuh dan berdampak luas,” katanya.
Kegiatan ini dinilai selaras dengan sejumlah target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam aspek lingkungan, pendidikan, dan partisipasi masyarakat. Pelibatan pemuda dan masyarakat desa menjadi kunci dalam menjawab tantangan perubahan iklim secara lokal dan terukur.
Kontributor || Humas Mahapala Umrah
Editor || Wandi Wahyudi, WI 200223
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)