Hamparan Ilalang Selimuti Hijaunya Kampusku

Hamparan ilalang selimuti kampusku yang hijau, STEI SEBI. WARTAPALAINDONESIA/ Silvi Puja Sari

Wartapalaindonesia.com, CORETAN – Kampusku tak senyaman kampus lain, kampusku tak semewah kampus lain. dan kampusku-pun tak terkenal seperti kampus lain. Berbeda jauh dengan Universitas Indonesia, Universitas Gajah Mada ataupun universitas lain yang tak asing lagi kamu dengar.

Kampusku. Kampus hijau atau sering disebut kampusnya para pejuang ini, bisa dibilang  berada  dipinggiran kota Depok. Ia jauh dari keramaian ataupun padatnya lalu lintas yang sebagaimana kota besar mestinya.

Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI atau sering disingkat menjadi STEI SEBI ini  lebih tepatnya terletak di Jl. Raya Bojongsari Gg Mungkin Sawangan Depok Jawa Barat. Ia adalah kampus yang berdeda dengan kampus lain yang berada di kota Depok.

Gedung bertingkat, ruangan ber AC ataupun area kampus yang tak terlampaui hanya dengan langkah kaki. Berbanding terbalik dengan kampusku saat ini. kalian pasti bisa langsung membanyangkan bagaimana kampusku saat ini.

Ruangan belajar yang sangat sederhana namun tetap indah. Membuat mahasiswa seakan berada dirumah sendiri. Bahkan seekor burungpun ikut andil dalam kegiatan mengajar tersebut.

Ruangan yang menonjolkan konsep bata merah, dan dikelilingi jendela disetiap sudutnya. Membuat udara segar bisa dengan leluasa masuk menyegarkan rongga paru-paru. Dan tentunya pohon-pohon yang selalu mendampingi dimanapun berada. Baik itu pohon mangga, rambutan, kecapi, dan pohon campedak.

Tak jarang, kami sebagai mahasiswa sering mengambil hasil buah tersebut. Dan yang sering menjadi rebutan para mahasiswa adalah pohon cabai. Yang notabennya mahasiswa menggilai pedas.

Langit biru yang tak terkontaminasi oleh folusi kendaraan, dan rumput yang terhampar membuat gradasi warna yang sangat indah. Hijau menjadi penyejuk dan biru menjadi penyegar tat kala mata mulai lelah.

Asal kamu tahu, lapangan yang sering kami gunakan untuk berkumpul acara besar ini belum terkena kerasnya semen. Atau hitamnya aspal. Ia belum terjamah akan apapun. Tanah merah. Tanah yang akan becek tat kala air hujan mengguyur. Tanah yang membuat sepatu terendam lumpur.

Dan satu hal lagi yang harus kamu tahu adalah hamparan ilalang nan indah. Tak jarang hamparan ilalang ini menjadi objek dasar kami dalam mengabadikan sebuah kegiatan. Bagai berada di negeri orang.

Tapi memang itulah kampusku. Kampus kecil yang belum dikenal kebanyakan orang. Kampus yang terus berjuang untuk bisa terbang tinggi. Terbang bebas dengan sayap sendiri tanpa memakai pelontar. Cintai alam karena saat alam aman, maka dirimupun menjadi aman.

Kontributor : Silvi Puja Sari (STEI SEBI)

Editor : Ragil Putri Irmalia

Kirim Pers Release kegiatan / artikel / berita / opini / tulisan bebas beserta foto kegiatan organisasi / komunitas / perkumpulan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081553355330 (Telp/SMS/WA)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini:
Positive SSL