WartapalaIndonesia.com, PALU – Peserta Temu Wicara dan Kenal Medan (TWKM) ke-34 yang diselenggarakan di Universitas Tadulako (Untad) Kota Palu, Sulawesi Tengah, sepakat memilih Muhammad Yusril Sudarmin dari Mapala UMI Makassar sebagai Koordinator Pusat Koordinasi Nasional (PKN) Mapala Se-Indonesia. TWKM 34 berlangsung pada 26 Mei hingga 1 Juni 2025.
Usai terpilih Yusril mengaku bersyukur, bahagia, dan siap mengawal isu-isu lingkungan dan terus melestarikan alam.
“Saya merasa sangat bahagia. Ini adalah amanah besar yang menjadi harapan saya dan saudara-saudara Mapala. Tentunya, rasa tanggung jawab saya semakin besar ke depannya untuk menjalankan tugas dan amanah sesuai dengan visi, misi, serta hasil pembahasan TWKM 34. Kami siap mengawal isu-isu lingkungan dan terus melestarikan alam bersama,” ungkapnya. (10/6/2015).
Yusril juga menyoroti hasil-hasil penting yang menjadi tonggak TWKM 34. Menurutnya, salah satu hasil penting TWKM kali ini adalah bagaimana kami mampu meningkatkan koordinasi antara Mapala se-Indonesia, PKD, dan PKN sesuai dengan jalur dan tanggung jawabnya.
“Selain itu, komitmen untuk lebih aktif mengawal isu-isu lingkungan menjadi poin penting yang kami sepakati bersama,” imbuhnya.
Lantaran itulah lanjut Yusril, rencana dan programnya adalah mewujudkan PKN sebagai sentrum pelestari alam dan menjadi jembatan bagi Mapala perguruan tinggi se-Indonesia.
“Ke depan, kami ingin agar Mapala berkontribusi nyata bagi kelangsungan pembangunan bangsa, bukan hanya di kata-kata, tetapi juga aksi nyata,” tegasnya.
Bagi Yusril, TWKM bukan hanya ajang diskusi, tetapi juga wadah persaudaraan dan pertukaran ide.
“Momen menarik yang saya rasakan di TWKM adalah bisa bersilaturahmi dengan seluruh Mapala se-Indonesia. Ini mempererat rasa persaudaraan dan solidaritas di antara teman-teman Mapala. TWKM juga menjadi tempat untuk menambah wawasan, keterampilan, dan inspirasi baru,” katanya.
Tak lupa, Yusril juga menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pengurus PKN Mapala periode sebelumnya, Vivaldi Emri Nobel, atas dedikasi dan kerja kerasnya.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada kakanda Vivaldi Emri Nobel dan seluruh pengurus PKN Mapala periode sebelumnya. Terima kasih atas semua dedikasi, pengabdian, dan perjuangan yang telah menjadi pondasi bagi PKN yang lebih baik ke depan,” tuturnya dengan penuh rasa hormat.
Dengan selesainya TWKM 34, Yusril berharap tali silaturahmi yang dibangun di TWKM ini tak akan pernah putus, dan akan terus berlanjut ke generasi-generasi mendatang.
“Semoga juga ilmu, wawasan, dan keterampilan yang didapat di TWKM ini bisa dibagikan kepada teman-teman yang belum sempat hadir,” harapnya.
TWKM Berikutnya di Mahacala
Untuk diketahui, acara TWKM 34 secara resmi dibuka oleh perwakilan Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Pemulihan Ekosistem dan Bina Areal Preservasi. Acara pembukaan yang turut dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Untad, perwakilan Kapolda, Asisten Gubernur Sulawesi Tengah, berlangsung di Auditorium Universitas Tadulako, pada 26 Mei 2025.
Selepas pembukaan, peserta TWKM langsung bergerak untuk kegiatan Kenal Medan. Mereka terbagi dalam kelompok Gunung Hutan, Caving, dan Panjat Tebing – sebuah tradisi yang menjadi ciri khas TWKM untuk semakin mempererat solidaritas dan kecintaan pada alam.
Forum Temu Wicara kemudian digelar mulai 27 hingga 30 Mei 2025. Forum ini menjadi ruang diskusi dan perumusan gerakan bersama. Acara penutupan TWKM 34 berlangsung kembali di Universitas Tadulako. Pada 1 Juni 2025.
TWKM berikutnya atau yang ke 35, direncanakan diselenggarakan di Mahacala Universitas Halu Oleo, Sulawesi Tenggara. (*).
Kontributor || Abdul Aziez, WI 200059
Editor || Ahyar Stone, WI 21021 AB
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)